Menantu dengan Kemampuan Medis Super

Menantu dengan Kemampuan Medis Super
Bab 30 20 Miliar!


__ADS_3

Wush!


Dalam seketika, keenam orang berpakaian jas hitam bertindak. Setiap orang bergegas sambil merogoh sakunya, lalu muncul sebuah tongkat di tangan setiap orang! Keenam orang ini jelas sekali telah menjalani pelatihan militer yang paling profesional. Teknik seni bela diri yang mereka gunakan adalah teknik mematikan yang tidak ada kandungan estetik. Setiap orang ini, jika diutuskan ke Perbatasan Selatan, pasti mampu menjadi ketua tim tingkat I.


"Ah..."


Jeritan datang satu demi satu.


Mustofa Suprapto hanya tertegun. Kedua pria yang menahannya tiba-tiba terjatuh ke lantai. Lalu, sama-sama memegang kaki mereka dan berteriak kesakitan. Begitu juga yang lainnya, termasuk Waris Hutama.


12 detik!


Membereskan semuanya dan mematahkan kaki setiap orang, hanya menghabiskan 12 detik!


Waris sangat kesakitan. Fitur wajahnya yang terpelintir kesakitan membuatnya terlihat sangat mengerikan. Sedangkan Mustofa, dia hanya berdiri di tempat dengan linglung dan tidak berani bergerak sama sekali. Seluruh tubuhnya merinding dan sangat kedinginan. Dia benar-benar ketakutan!


“Berisik sekali."


Belasan orang yang di dalam ruangan telah mengalami patah tulang dan sedang berteriak kesakitan. Suaranya benar-benar sangat menusuk telinga.


Begitu Adiwangsa mengernyit, keenam orang berjas hitam itu bertindak lagi. Setiap orang menendang satu orang hingga pingsan dengan cepat dan tepat.


Lalu, wanita yang berambut merah anggur panjang dan bergelombang segera menggerakkan bibir merahnya dengan nada suara menggoda: "Apakah Tuan Adiwangsa sudah puas?"


"Biasa saja."


Adiwangsa menjawabnya dan berjalan mendekati Waris yang pingsan.


Wanita berpakaian rok merah itu mengernyit, namun segera pulih kembali ke sikap hormat. Senior Terry sudah memesannya harus mendengarkan perintah pria ini 100%. Bahkan jika dia meminta dirinya untuk membersihkan diri dan melayaninya di kasur pun, tidak boleh menolak. Hanya ini saja bisa ketahuan, status pria ini sangat tinggi dan tidak boleh disinggung.


Tanpa memedulikan wanita itu, Adiwangsa segera berjongkok ke sisi Waris. Dia melambaikan tangannya dan segera menusukkan 3 jarum perak yang tiba-tiba muncul ke Waris, 2 jarum ke kakinya dan 1 jarum ke kepalanya.


Lalu, Adiwangsa segera mencabutnya lagi.

__ADS_1


"Ugh..."


Waris sadar secara perlahan, lalu dia segera terkejut begitu melihat Adiwangsa yang di depan mata dan mundur secara refleks. Namun, dia tidak bisa bergerak sama sekali.


Kakinya mati rasa secara total!


"Kakiku!" teriak Waris dengan sedih.


"Diam.", Adiwangsa membentaknya dengan keras.


Suara ini seperti auman singa, gelombang suaranya mengguncangkan seluruh ruangan.


Jangankan Waris, bahkan keenam pria berjas hitam dan wanita rok merah pun bergemetar, seolah-olah mereka telah bertemu musuh tingkat dewa.


Ini reaksi tanpa sadar dari mereka.


Sedangkan Mustofa, dia juga langsung terjatuh ke lantai dan tercengang.


Beberapa saat kemudian, keenam pria berjas hitam dan wanita rok merah itu sadar kembali. Mereka saling memandang dengan ekspresi sangat terkejut.


Waris juga dibentak menjadi linglung. Dia merasa kepalanya sudah hampir pecah.


"Kamu harusnya bersyukur hanya bilang mau patahkan kakiku. Kalau tidak, kamu tidak akan sadar lagi. Aku tanya, ya. Kamu utang dia berapa duit?" Adiwangsa menunjuk ke arah Mustofa tanpa membalikkan kepalanya.


Waris menelan seteguk ludah dengan kuat, "2 miliar."


"Oh, iya?"


Adiwangsa berkata dengan santai: "Bukankah kamu sendiri yang bilang kamu utang 20 miliar?"


"Bukan!"


Waris berteriak di bawah sadar dengan wajahnya yang sudah pucat pasi. Lalu, dia segera merendahkan suaranya dan berkata: "Tuan Muda Keluarga Suprapto, aku hanya bercanda tadi. Benaran hanya 2 miliar!"

__ADS_1


Adiwangsa berkata: "Sebagai pria, kamu harus komitmen dan bertanggung jawab atas kata-kata sendiri. Kamu bilang 20 miliar, berarti 20 miliar."


"Aku... bukan, Tuan Muda Keluarga Suprapto. Kumohon ampunilah aku! Aku... sungguh tidak memiliki uang sebanyak itu!"


20 miliar... sebenarnya jika Waris menjumlahkan mobil dan rumah yang dia miliki, itu bahkan lebih. Dia sudah menghasilkan lumayan banyak uang dengan mengerjakan pekerjaan gelap dan tak berperikemanusiaan untuk Grup Hatta. Namun, jika uang tunai, dia memang tidak memiliki sebanyak itu. Semakin banyak yang dihasilkan, semakin banyak juga yang dihabiskan. Buktinya dia sudah jauh lebih gemuk dari dulunya.


"Aku tidak peduli bagaimana kamu mengumpulkan uang itu, 20 miliar tidak boleh kurang sepeserpun. Jika tidak, kamu tidak akan hanya kehilangan kakimu, tapi juga nyawamu."


Waris merasa sangat dingin, dingin sampai giginya pun menggigil.


Apa yang telah Tuan Muda sampah ini alami selama 6 tahun? Bagaimana dia bisa berkata menginginkan nyawanya dengan begitu mudah dan santai? Dan dia sendiri bisa merasakan Adiwangsa bukan hanya mengancamnya, tapi benar-benar tidak menganggapnya!


Ya, seolah-olah bagi Adiwangsa, mengambil nyawa Waris itu sama mudah seperti menendang batu yang di sisi kaki.


"A... Aku sungguh tidak ada!"


Waris takut sampai gemetar: "Tuan Muda Adiwangsa, ampunilah aku kali ini!  Aku ini bekerja untuk Jason Zaky. Kalau aku mati, Tuan Muda Zaky akan..."


"Ancam aku?"


Adiwangsa tersenyum.


Di Kota Pantol, ada empat keluarga besar  terpandang, yaitu Keluarga Zaky, Hasan, Deska, dan Alfa.


Jason adalah putra tertua Keluarga Zaky. Jika tidak ada kecelakaan, dialah yang akan menjadi pemimpin keluarga Zaky di masa depan. Waktu kecil, Jason ini juga sering menindas Adiwangsa. Orangnya sangat sombong dan mendominasi. Namun, dia bukanlah keturunan konglomerat yang dungu. Dia sangat pintar dan merupakan ahli waris yang dididik oleh Keluarga Zaky dengan sungguh-sungguh.


Grup Hatta ini juga didirikan oleh Jason sendiri. Hanya dalam waktu 7 tahun, sudah berhasil menjadi perusahaan terbuka.


Bagi orang biasa, Jason memang salah satu tokoh yang tidak boleh disinggung. Sayangnya, tidak bagi Adiwangsa. Jangankan Kota Pantol yang kecil, di seluruh Negara Naga, juga tidak ada yang tidak berani dia singgung, hanya mau atau tidak mau!


Kalaupun dia bukan Komandan Adiwangsa di Perbatasan Selatan lagi!


Permata Zaky juga anggota kelurga Zaky.

__ADS_1


Mungkin sudah waktunya untuk menyelesaikan semua ini dengan Keluarga Zaky.


__ADS_2