Menantu Yang Disembunyikan

Menantu Yang Disembunyikan
Bab 43


__ADS_3

"Yasudah, kamu pulang dulu ya, hari ini aku akan di periksa oleh penyidik. Semoga aku bisa segera pulang," ujar Abi berusaha untuk tampak baik-baik saja dihadapan Istrinya.


"Bagaimana jika kamu dijatuhi vonis hukuman, karena sudah menganiaya seseorang?" tanya Sha masih harap-harap cemas.


"Kamu jangan pikirkan itu, Dek, karena apa yang aku lakukan bukan karena tak ada sebab. Pokoknya kamu yakinkan saja bahwa aku bisa menyelesaikan urusan ini. Aku janji padamu, hari ini juga aku akan pulang menemui dirimu," janji Pria itu dengan mantap.


"Kamu jangan menyenangkan hatiku saja, Mas. Jangan membuat mataku tak bisa terpejam karena kembali menunggu kedatanganmu," ucap Sha tanpa ia sadari telah mengakui perasaannya.


"Jadi benar kamu tak bisa memejamkan mata karena merindukan aku?" tanya Abi tersenyum sumringah saat mendengar kejujuran hati wanita yang sudah mulai bersarang dalam kalbunya.


Sha tak bisa bicara apapun. Wajahnya kembali memerah. Sungguh lelaki itu benar-benar pandai memancing ucapnya.


"Kali ini janjiku tak akan ku ingkari. Aku akan membuatmu bahagia. Sekarang kamu pulanglah dengan Papa dan Mama. Tunggu aku nanti malam. Jangan lupa dandan yang cantik," bisik Abi di telinga Sha.


Seketika seluruh bulu-bulu halus di tubuh wanita itu meremang saat mendengar bisikan nakal sang suami. Sha segera mencubit bahu Abi dengan kuat sehingga Pria itu meringis menahan perih.


"Awh... Sakit sekali, Dek. Kenapa kamu kejam sekali? Katanya rindu, tapi kenapa aku diperlakukan tidak baik seperti ini," rutu Pria itu dengan mode ngambek.


"Biarin. Habisnya kamu mesum. Kamu tidak benar-benar suka padaku kan, Mas? Kamu hanya sekedar penasaran," ucap Sha yang membuat Abi terkesiap.


"Astaghfirullah... Kenapa mikirnya begitu, Sayang, demi Allah aku menyayangimu. Dengarkan aku!" Abi memutar tubuh Sha agar menghadap dan menatap wajahnya. "Aku mencintaimu, dan sangat menyayangi kamu. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menginginkan wanita lain selain dirimu. Kamu adalah wanita sempurna bagiku. kamu dan bayi ini adalah prioritasku mulai saat ini hingga selamanya."


Sha menatap mata teduh itu dengan dalam. Tak bisa ditampik hatinya sungguh bahagia saat mendengar pernyataan Abi. "Terimakasih, Mas." Hanya itu yang mampu ia ucapkan sembari memeluk lelaki itu.


Abi membalas pelukan itu tak kalah mesranya. Berulang kali ia mengecup mahkota yang di tutupi oleh hijab. "Aku yang seharusnya berterimakasih, Sayang, karena kamu sudah mau menerima aku yang banyak kekurangan ini, kamu sudah banyak berkorban untukku, namun aku belum pernah membuatmu bahagia. Percayalah, aku akan memberikan waktuku untukmu dan membahagiakan kamu." Abi semakin memeluk dengan erat. Sehari tak bertemu rasanya rindu sekali. Seakan masalah yang sedang ia hadapi menguap begitu saja saat hadirnya wanita cantik itu.

__ADS_1


"Ehemm!" Suara seseorang membuat pasangan itu melerai pelukan mereka Seketika.


"Yanju!" Seru Abi melihat sahabatnya itu sudah berdiri disana.


"Hentikan dramamu itu sesaat. Ayo masuk! Aku akan mengintrogasimu," ucap penyidik itu.


Abi hanya menanggapi dengan senyum. Ia kembali merangkum kedua pipi sang istri.


"Pulanglah. Aku menemuinya sekarang. Jangan lupa berdo'a agar suamimu ini segera terbebas," ucap Abi sembari meninggalkan jejak sayang di kening Sha. Seketika tubuhnya membatu.


"Hei, kenapa kamu jadi kaku begini. Ini belum seberapa. Apakah aku perlu mengecup bibirmu?" tanya Pria itu yang masih saja ingin menggoda istrinya.


" Ah, Masya Allah. Kenapa kamu segenit ini, Mas? Udah sana masuk!" Sha mendorong tubuh suaminya untuk masuk kedalam ruangan tempat dimana dua sahabat itu akan bertemu.


"Hahaha.. Baiklah, aku masuk dulu ya, Ingat. Jangan lupa nanti malam kamu harus dandan yang cantik!" serunya masih menggoda sang istri.


"Baiklah, kamu jangan khawatir. Sha akan selalu dalam penjagaan kami. Semoga masalah kamu lekas usai," ujar Papa.


Sha dan kedua mertuanya pulang. Hati wanita itu sudah cukup lega saat melihat suaminya baik-baik saja. Disepanjang perjalanan Sha selalu tersenyum mengingat semua ucapan manis Abi. Pria itu benar-benar akan membuat tidurnya kembali tak Lena.


Sementara itu Abi yang sudah berhadapan dengan seorang penyidik yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Yanju melihat kembali berkas perkara yang ada dihadapannya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Yanju pada Pria yang ada dihadapannya.


"Seperti yang telah kamu baca disana. Aku menganiaya lelaki bangka itu. Bahkan aku menyesali kenapa dia tak mati saja," jawab Abi yang membuat Yanju menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Kamu ini ya, bukan menyesali malah menginginkannya mati. Untung saja aku yang mengintrogasimu, jika petugas lain maka hukumanmu akan semakin berat."


"Karena kami yang ada dihadapanku maka aku berani mengatakan hal itu, jika tidak sudah tentu aku akan mengeluarkan air mata buaya untuk berpura-pura menyesal," balas pria itu seenaknya.


"Ayo sekarang curahkan akar permasalahannya." Yanju tak ingin membuang waktu. Tak ada yang tahu bahwa mereka ada sahabat sedari kecil.


Abi mencurahkan segala permasalahannya. Ia juga sudah membuat laporan untuk melaporkan perselingkuhan pasangan itu. Yanju yang sudah tahu masalah sahabatnya itu sebelumnya, maka sebagai seorang sahabat tentu saja ia akan membantu.


Akhirnya Abi dinyatakan bebas bersyarat demi tak terlihat terlalu berpihak. Dan tentu saja tak masalah baginya. Pada hari itu juga Abi pulang bersama pengacaranya setelah melaporkan Diana dan Burhan dengan kasus perselingkuhan dan penipuan yang dilakukan pasangan itu.


Abi pulang kerumah orangtuanya terlebih dahulu. Lelaki yang berumur tiga puluh lima tahun itu memperbaiki penampilannya sebelum menemui wanita pujaannya. Kini gilirannya yang merasakan nervous saat ingin bertemu dengan ibu dari anaknya.


Apakah pasangan itu sama-sama sedang jatuh cinta. Ah entahlah. Abi tak ingin ambil pusing. Ia hanya ingin memenuhi janjinya untuk membuat wanita itu bahagia. Rasanya sangat aneh, ia yang selama ini selalu bersikap jutek dengan wanita itu, namun sekarang hatinya begitu mendambakannya.


"Kamu sudah rapi dan tampan begini, mau kemana?' tanya Mama saat berpapasan dengan putranya.


"Ish, Mama kenapa tidak peka sekali. Tentu saja aku ingin menemui kekasihku."


"Apa! Kamu jangan macam-macam , Abi!" sentak Mama seketika. Wanita baya itu mengira Abi mempunyai wanita lain.


"Hahaha... Mama, kenapa serius sekali menanggapinya. Aku itu ingin menemui kekasih halalku. Yaitu siapa lagi kalau bukan menantu pilihan Mama," jelas Abi yang membuat wajah Mama kembali ke mode semula.


"Ah syukurlah. Ayo sekarang temui dia. Nanti malam bawa kesini, mama akan masak untuk kita makan malam bersama. Jangan lupa ibu dan dan adik iparmu juga dibawa."


Bersambung....

__ADS_1


Happy reading 🥰


__ADS_2