
Setelah memenuhi semua keinginan sang istri, kini pasangan itu pulang dengan diliputi kebahagiaan. Sha yang mendapat perhatian penuh dari Abi hatinya kini tengah berbunga-bunga.
"Masih ada yang kamu inginkan?" tanya Abi sebelum membawa Sha pulang.
"Nggak, Mas, udah kenyang banget," jawab Sha jujur.
"Baiklah, kalau begitu kita pulang sekarang."
Setibanya di rumah, pasangan itu tak lantas tidur, mereka melaksanakan shalat isya terlebih dahulu. Selesai sholat Sha menyimpan peralatan ibadah itu kedalam lemari. Abi masih diam duduk dilantai keramik itu.
"Tidur, Mas," ucap Sha menatap aneh pada suaminya.
"Iya, tapi aku tidak punya pakaian tidur, aku buka pakaian nggak pa-pa ya, Dek," tanya Abi meminta izin terlebih dahulu.
"Maksudnya? Kamu mau tidur tanpa busana?" tanya wanita itu tak paham dengan jantung berdebar.
"Kalau di izinkan, maka aku sangat senang sekali," jawab Abi tersenyum nakal.
__ADS_1
"Eh eh, apaan sih, Bang. Nggak usah aneh-aneh deh," ucap Sha menatap tajam.
"Hahaha... Siapa yang aneh-aneh, lagian kamu sendiri yang mikirnya begitu. Lagian aku punya lampisan celana pendek kok." Abi segera membuka celananya di depan Sha, seketika wanita hamil itu menutup wajahnya dengan bantal.
"Mas Abi! Ih, apaan sih kamu!" rutunya dalam dekapan bantal.
Abi kembali terkekeh melihat tingkah istrinya. Ia segera naik keatas ranjang untuk merebah disampingnya. Sha masih menyembunyikan wajahnya dibalik bantal, masih belum siap melihat penampilan lelaki itu.
Kembali jiwa iseng lelaki itu meronta. Ia menarik bantal yang menutupi wajah Sha.
"Pinjam bantal, Dek."
"Sini, Dek." Tak terduga Abi kembali membuat Sha spot jantung. Pria itu meraih tubuh Sha hingga menubruk tubuhnya.
"Mas!" Wajah mereka begitu dekat sehingga mengikis jarak. Jangan ditanya bagaimana jantung wanita itu bertalu-talu.
"Diamlah, Sayang, aku hanya ingin memeluk dirimu. Aku sangat merindukan dirimu. Peluk aku, Dek," ucap Abi sembari mengecup kening ibu dari anaknya itu.
__ADS_1
Sha tak bisa bicara apapun. Bagaimana ia bisa tidur dengan nyaman bila tubuhnya dalam dekapan Pria itu, namun lama-lama ada perasaan aneh yang ia rasakan. Rasa cemas yang tadi tak terkira, kini sudah berganti dengan rasa nyaman.
Tanpa ia sadari telah membalas pelukan Pria itu dan tertidur dengan nyaman dalam dekapannya. Abi yang mendengar dengkuran halus di bibir wanita itu, ia hanya tersenyum Dengan perlahan mengecup keningnya.
Tak ada drama lagi, pasangan itu tidur dalam berpelukan dengan nyaman hingga pagi menjelang. Sha membuka matanya dan menemui dada bidang yang berada dihadapannya, dan sebuah tangan memeluk dengan erat.
Sha mencoba untuk mengembalikan kesadarannya naik kepermukaan. Ia baru ingat bahwa tadi malam mereka telah tidur dengan berpelukan, apakah dirinya masih aman? Dengan perlahan ia melepaskan diri dari dekapan suaminya.
Sha memeriksa tubuhnya yang masih utuh tanpa kurang suatu apapun. Ah, ternyata Pria itu memang menepati janji. Sha kembali merebah menghadap padanya, ia tersenyum menatap wajah tampan itu.
"Jangan menatapku seperti itu, Sayang." Abi kembali membawa Sha masuk kedalam pelukannya.
"Mas Abi!" cicit wanita itu sangat terkejut karena perlakuan lelaki itu.
"Kenapa, Sayang? Apakah kamu sudah mulai nyaman bersamaku?" gumam Abi masih menutup matanya.
Sha tak menyahut, ia juga tak tahu dengan perasaannya saat ini. "Mas, bangun. Ayo sholat subuh," ucapnya melerai pelukan.
__ADS_1
Bersambung....
Happy reading 🥰