
Setelah kejadian kemarin, Dave menjadi lebih pendiam.
Kalau tidak penting sekali, dia tidak akan bicara.
Dave yang sekarang lebih tenang dan sabar.
Dia tidak pernah menggoda adiknya lagi.
"Dik, kamu sudah siap? ayo kita pergi ke sekolah bersama," ajak Dave yang sudah bangkit dari meja makan.
"Baik kak," jawab Lily.
Dave menggunakan bahasa lebih formal kepada sang adik.
"Ayah dan ibu sudah berangkat pukul empat tadi pagi, mereka menitipkan salam untuk kamu," ucap Dave sambil tersenyum.
'Luar biasa, Dave yang seperti ini membuatku terpesona, dia terlihat sangat tampan dan berwibawa,' batin Lily
Cinta yang kemarin menyebalkan menjadi lebih bersemangat lagi.
"Oke kak, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Lily berusaha mengimbangi Dave dengan menggunakan bahasa yang formal juga.
"Aku baik-baik saja, sekarang bisa kita berangkat sekolah?" tanya Dave.
"Bisa kak," jawab Lily.
...* * *...
Sepanjang perjalanan menuju sekolah, gadis itu senyum-senyum sendiri. Dia tidak pernah menyangka bisa semudah itu luluh saat melihat sang kakak yang sangat perhatian itu.
Di sekolah ...
"Nanti sepulang sekolah, kamu temani saya latihan. Aku masuk ke kelas dulu. Kamu jangan lupa belajar dengan giat," pesan Dave.
"Baik kakak," jawab Lily bahagia, kemudian dia berlalu meninggalkan Dave.
Setelah Lily pergi, Dave merasa lega.
"Gila! bicara kayak orang penting capek juga. Tapi tak apa lah, dia sangat menyukai gue yang sok berwibawa seperti tadi. Dave, tunjukkan sisi baikmu pada Lily. Dia pasti akan luluh," ucap Dave bicara dengan dirinya sendiri.
Pelajaran pertama adalah Bahasa Indonesia. Lily sangat bahagia hari ini, Dave yang sekarang lebih keren dan elegan menurutnya.
"Aku suka bahasa Indonesia," ucap Lily dengan wajah yang sumringah.
"Kemarin benci Matematika, sekarang suka Bahasa Indonesia, loe sehat kan?" tanya Nita yang keheranan melihat tingkah sang sahabat.
"Pokoknya aku sangat bahagia," jawab Lily sambil tersenyum.
"Kesambet loe ya?" tanya Nita yang melihat keanehan Lily.
"Tidak nona Nita, hahaha!" tawa bahagia Lily.
"Tumben loe pakai bahasa formal, biasanya elo gue?" ucap Nita heran.
"Aku dan kamu adalah bahasa yang romantis bukan?" tanya Lily.
"Terserah loe aja, buka buku Bahasa Indonesia loe. Gak usah banyak omong lagi," pinta Nita.
"Oke nona Nita," jawab Lily.
Jam pulang sekolah ...
__ADS_1
"Nita dan Wulan , aku pulang dulu ya?" ucap Lily pada kedua sahabatnya.
"Loe kenapa sih? aneh banget hari ini." Tanya Wulan.
"Iya Lan, dia itu kayak kesambet." Tambah Nita.
"Sudahlah, biarkan saja aku yang seperti ini. Bye dua sahabatku," ucap sambil melambaikan tangan kanannya.
Nita dan Wulan saling bertatapan, mereka merasa sang sahabat terlalu berbeda dan menakutkan.
"Loe ngrasa gak kalau dia kesambet?" tanya Nita.
"Iya," jawab Wulan.
Mereka mengabaikan sikap aneh Lily dan segera pulang kerumah masing-masing.
Lapangan sepak bola ...
"Hallo adik? kamu sudah datang," tanya Dave.
"Iya kak, kamu sudah mau latihan?" jawab Lily.
"Belum, masih menunggu Zayn datang. Untuk kejadian kemarin, aku minta maaf," ucap Dave.
"Tidak masalah kak, aku sudah memaafkan mu," jawab Lily sambil tersenyum.
"Terima kasih ya dik, itu Zayn sudah datang. Aku latihan dulu ya?" pamit Dave.
"Baik," jawab Lily.
Dua jam kemudian ...
Lily sangat menikmati hari ini, rasanya seperti kembali ke masa dimana dirinya dan Dave bertemu.
'Kak Dave ku, penyelamatku sudah kembali,' gumam Lily.
Debaran jantung gadis itu semakin terasa saat dekat dengan Dave, perasaan cintanya kepada sang kakak kembali bersemi.
'Kak Dave, aku sangat mencintaimu,' batin Lily.
"Dik, mari kita pulang," Suara Dave membangunkan lamunan sang gadis.
"Oke kak!" jawab Lily beranjak dari tempat duduk di luar lapangan.
Mereka berjalan bersama, tangan Dave menggenggam tangannya. Dia tidak kuasa untuk menolak kehangatan ini.
Gadis itu menikmati genggaman tangan Dave.
"Sebelum pulang, kita beli es krim yuk? di dekat sini ada kedai es krim favorit ku," ajak Dave.
"Baik kak," jawab Lily.
Merek mengendarai motor bersama. Tanpa di sadari, benih-benih cinta itu menjadi satu lagi.
Lily (kembali) jatuh cinta dengan Dave.
...* * *...
Kedai Es Krim ...
"Kamu mau pesan yang rasa apa?" tanya Dave sambil memperlihatkan daftar menu.
__ADS_1
"Aku strawberry saja," jawab Lily.
"Oke, aku juga pesan rasa yang sama," ucap Dave.
Kemudian mereka memesan eskrim kepada seorang pelayan. Sambil menunggu es krim datang, mereka mengobrol. Mereka seperti dua orang yang sudah lama tidak bertemu. Mencurahkan rasa rindu kepada masing-masing hati.
"Aku suka kamu yang seperti ini kak," ucap Lily.
"Baiklah, aku akan tetap seperti ini sampai kapanpun," jawab Dave.
Es krim pesanan mereka datang, Dave dan Lily berdua menikmati es krim dengan tawa bahagia.
"Kak, apa yang kita lakukan ini adalah sebuah kesalahan?" tanya Dave.
"Apa maksudmu?" jawab Dave tidak mengerti.
"Status kita, kakak beradik mana mungkin bisa bersatu. Apa lagi kamu sudah bersama Gaby dan aku bersama kak Daniel," jelas Lily.
"Tidak perlu pikirkan hari besok, kita jalani hari ini saja. Jodoh tidak ada yang tahu, kita akur seperti ini juga baik. Orang tua kita tidak akan curiga," jawab Dave.
" Tapi ibuku bagaimana?" tanya Lily sedih.
"Aku sudah bilang, kita jalani saja yang ada. Jangan pikirkan hal yang lain," ucap Dave sambil tersenyum.
"Baik kak, aku percaya padamu," jawab Lily merasa lega.
Setelah selesai dengan acara makan es krim di kedai, mereka memutuskan untuk pulang.
...* * *...
Sesampainya di rumah ...
"Ada dua kakak beradik yang sedang akur nih," goda ayah Haris yang melihat Lily dan Dave bergandengan tangan.
"Iya yah," jawab mereka berdua kompak.
"Gitu donk akur, kemarin ayah sengaja tidak membahas pacar kalian. Tapi besok, kalian harus bawa ke sini," ucap ayah Haris.
"Baiklah," jawab mereka berdua kompak untuk kedua kalinya.
Ayah Haris heran dengan meraka yang dengan sukarela mengiyakan permintaan dirinya, tidak seperti kemarin yang melihat mereka terlalu banyak alasan.
Sambil tersenyum Lily melepaskan gandengan tangan dengan Dave kemudian menuju kamar atas.
Begitu juga dengan Dave, dia terlihat sangat bahagia dan masuk ke kamar bawah.
Sesampainya di kamar atas...
"Gue seneng banget, bisa jalan bareng sama kak Dave, apalagi dia terlihat lebih menyayangiku kali ini," ucap Lily gembira.
Drttt drrt ...
Ponsel Lily tiba-tiba bergetar, dia mengambil ponsel yang ada di tas sekolahnya.
Ternyata ada pesan Whatsaap dari Dave
"Adikku sayang, jangan lupa mandi kemudian istirahat ya?"
Dengan tersenyum aku membalas pesan dari Dave.
"Baik kakakku sayang, kamu juga segera mandi dan istirahat juga,"
__ADS_1
Enter
Send