
Hari ini ada bazar amal yang di selenggarakan oleh ketua OSIS kami, Kak Daniel.
Saat upacara bendera, Kak Daniel menyampaikan beberapa hal yang harus di patuhi para murid saat acara berlangsung.
Bazar amal akan di lakukan selama tiga hari berturut-turut.
Acara bazar amal terfokus di lapangan sepak bola belakang sekolah.
Bazar amal ini di selenggarakan atas kerjasama pihak sekolah, para masyarakat dan pihak-pihak terkait.
Agenda hari ini adalah pengumpulan dana untuk membantu anak-anak kurang mampu yang berada di satu daerah di Jakarta.
Setiap kelas memberikan sumbangan.
Tidak terkecuali kelas ku, kebetulan sekali yang mendapat giliran mengambil sumbangan ke kelas ku adalah Kak Daniel dan wakil ketua OSIS nya, Tiara.
"Maaf adik-adik semua, kami mengganggu waktu kalian sebentar. Saya Daniel, dan teman saya Tiara ingin meminta bantuan sumbangan berupa uang untuk membantu saudara kita yang kurang mampu sebagai bagian dari acara bazar amal di sekolah kita. Setelah ini, kalian di harapkan untuk datang ke lapangan sepak bola." Ucap Kak Daniel, kemudian dia dan Tiara berjalan memutar menuju murid-murid kelas ku.
Saat Kak Daniel berada tepat di sampingku, dia berkata, " Kamu pucat banget Ly? apa kamu sakit?" Tanya Kak Daniel.
Nita yang duduk sebangku denganku tidak kuasa untuk tidak menggodaku.
"Cie.. cie yang di perhatiin pacar." Ucap Nita.
Dengan sigap, aku menutup mulut Nita dengan tanganku.
Selagi dia diam, aku menjawab pertanyaan Kak Daniel.
"Gak kok, aku baik-baik aja."
"Nanti aku tunggu kamu di lapangan, ada yang mau aku bicarakan sama kamu." Ucap Kak Daniel sambil melemparkan senyum padaku dan kemudian berjalan menuju murid lain untuk meminta sumbangan.
Nita yang sedari tadi aku tutup mulutnya kemudian memberontak, dia mengigit tanganku.
"Aww, sakit Nit." Ucap ku sambil meniup dan mengusap tanganku yang di gigit Nita.
"Wah parah loe, kalau gue bengek gimana?" Jawab Nita sambil menata pernafasannya.
"Makanya kalau punya mulut di jaga." Ucapku.
"Ya maaf sob, gue sebagai teman loe ikut seneng aja kalau loe seneng." Jawab Nita yang membuatku terharu.
"Masak sih? sahabat aku ini emang the best." Ucap ku yang membuat iri Wulan yang ada di depan ku.
"Owh ternyata cuma Nita ? gue gak?" Jawab Wulan sambil menoleh ke arah kami berdua.
"Kamu juga sahabatku." Ucap ku.
Wulan tersenyum bahagia.
Setelah Kak Daniel selesai mengambil sumbangan dari kelas ku, semua teman-teman sekelasku berhamburan menuju lapangan.
________________
Lapangan...
Acara bazar amal di sekolah ku ini sangat unik. Selain ada stand sembako murah, berbagai aksesoris yang di buat dari barang bekas, baju-baju bekas yang masih layak pakai, makanan ringan, minuman, buku-buku bekas yang masih layak baca, juga ada stand permainan seperti di acara pasar malam dan masih banyak lagi.
Yang lebih serunya lagi, ada acara live music juga.
Luar biasa, Kak Daniel memang jenius.
Setelah semua murid berkumpul, Kak Daniel berdiri di panggung dan menjelaskan agenda bazar amal hari ini.
Uang yang terkumpul dari penjualan barang-barang yang ada di stand-stand bazar, akan di sumbangkan ke Panti Asuhan Mutiara Bunda.
Dia mengatakan kalau hari ini semua murid kelas X sampai XII bebas dari kegiatan belajar mengajar.
Mereka di wajibkan untuk ikut meramaikan bazar.
* * *
Live music mode : on
...🎶Laluna🎶...
__ADS_1
...-Selepas kau pergi-...
...Selepas kau pergi...
...Tinggalah disini kusendiri...
...Kumerasakan sesuatu...
...Yang tlah hilang didalam hidupku...
...Dalam lubuk hatimu...
...Ku yakin kau pun sebenarnya...
...Tak inginkan lepas dariku...
...Tahukah kau kini ku terluka...
...Bantu aku membencimu...
...Ku terlalu mencintaimu...
...Dirimu begitu berarti untukku...
Aku melihat Kak Daniel sedang bernyanyi di atas panggung.
Lagunya benar-benar menyiratkan kalau dia sedang patah hati.
Putusnya aku dan dia kemarin, ternyata masih membekas di hatinya.
Aku sudah menyakiti hati Kak Daniel.
Kadang aku merasa menjadi orang yang egois.
Tapi mau bagaimana lagi, hati ini hanya untuk Kak Dave.
Setelah selesai bernyanyi, Kak Daniel terlihat berjalan menghampiri ku.
Nita dan Wulan yang menyadari kedatangan Kak Daniel, tiba-tiba saja menjauh dariku.
Sial !!?
Mereka meninggalkan ku sendiri.
"Lily, kita bicara di back stage saja. Di sini terlalu ramai." Ucap Kak Dave sambil mengajakku pergi.
Beberapa menit kemudian...
Sesampainya di back stage..
"Kamu duduk dulu, aku ambilkan air minum." Ucap Kak Dave sambil memberikan ku satu botol air mineral 600ml.
"Makasih Kak." Jawab ku.
"Sama-sama. Ehm.. tujuanku mengajakmu kemari adalah untuk bicara tentang hubungan kita." Ucap Kak Daniel.
"Hubungan kita sudah berakhir, bukan?" Jawab ku sedikit kesal.
"Ya aku tahu, tapi kemarin Ibumu menelfonku. Beliau bertanya tentang hubungan kita." Ucap Kak Daniel.
"Darimana Ibu tahu nomor ponsel kakak?" Tanya ku penasaran.
"Waktu aku ke rumahmu, Ibu meminta nomor ponselku." Jawab Kak Daniel.
Duniaku seakan berhenti berputar.
Kalau Ibu sudah ikut campur, aku tidak akan pernah bisa lepas dari Kak Daniel.
Bagaimana ini?
Rumit !!!!
"Ly? kamu kok diem?" Tanya Kak Daniel.
"Bisa saja kamu bohongin aku." Jawab ku.
__ADS_1
"Kalau gak percaya, aku bakal telefon Ibumu." Ucap Kak Daniel sambil membuat panggilan telefon.
"Halloo calon menantu ku, ada apa?"
Suara yang sangat familiar..
Oh tidak, itu suara Ibu.
"Ibu, aku sedang bersama Lily." Ucap Kak Daniel.
"Apa kalian sedang tidak belajar?" Tanya Ibu di ujung telefon.
"Di sekolah sedang ada bazar amal jadi kami tidak ada kegiatan belajar." Jawab Kak Daniel.
"Ibu ingin bicara dengan Lily." Ucap Ibu serius.
Kak Daniel memberikan ponsel nya padaku.
"Ibu sudah tahu tentang keputusanmu meninggalkan Daniel. Tapi Ibu harap agar kamu mempertimbangkan lagi. Ibu sangat ingin Daniel jadi menantu Ibu." Jawab Ibu yang membuat ku panas dingin.
Sial !!!?
Apa ini bagian dari rencana Kak Daniel dan Gaby?
Apa yang di maksud kelemahan Kak Dave adalah Ibu?
"Maaf Bu, mendadak perut ku sakit. Aku pergi ke kamar mandi dulu, bicaralah dengan Kak Daniel." Ucapku sambil mengembalikan ponsel Kak Daniel dan pergi berlalu.
"Lily. Ibu belum selesai bicara, Nak." Ucap Ibu.
"Maaf Ibu, Lily sudah pergi." Jawab Kak Daniel.
"Tidak biasanya dia seperti ini." Ucap Ibu.
"Mungkin dia sedang datang bulan, jadi moodnya mudah berubah." Jawab Kak Daniel.
"Bisa jadi. Oh iya Daniel, jaga anak Ibu baik-baik. Ibu takut dia salah jalan." Ucap Ibu menambahkan.
"Baik. Aku akan selalu menjaga Lily." Jawab Kak Daniel.
Kemudian Ibu menutup panggilan dari Kak Daniel.
"Rencana Gaby memang efektif. Dengan ikut campurnya Ibu ke dalam hubungan kami, Lily tidak akan pernah bisa pergi dari ku sampai kapanpun. Dave , terimalah kekalahan mu." Gumam Kak Daniel dengan senyum sinis.
_________________
Kelas Kak Dave...
"Loe gak ikut meramaikan bazar, Dave?" Tanya Zayn.
"Gak, gue males." Jawab Kak Dave.
"Loe juga, ngapain disini?" Tanya Kak Dave.
"Gue bosen di sana sendiri, udah tebar pesona gak ada cewek yang mau dekat sama gue." Keluh Zayn.
"Hahaha, makanya loe itu modal. Cuma tebar pesona, mana mau cewek sama loe?" Jawab Kak Dave.
"Lha itu masalahnya, gue ke sini mau ajak loe buat jadi "modal" gue." Ucap Zayn santai.
"Cih, gak sudi gue. Loe mau manfaatin gue kan?" Ucap Kak Dave kesal.
"Hahaha, tahu aja." Jawab Zayn.
Tiba-tiba Zayn melihat ku berlari melewati kelasnya.
"Dave, itu bukannya adek loe?" Ucap Zayn.
"Mana?" Jawab Kak Dave sambil beranjak dari tempat duduknya.
" Itu Dave, dia sepertinya sedang ada masalah sampai lari-lari gitu." Ucap Zayn sambil menunjuk arah lari ku.
"Gue pergi dulu Zayn." Ucap Kak Dave sambil menyusulku
"Oke." Jawab Zayn.
__ADS_1