MENCINTAI KAKAK (TIRI) KU

MENCINTAI KAKAK (TIRI) KU
Chapter 36


__ADS_3

Pulang sekolah...


Hari ini Ibu mengantarku pulang sekolah.


Saat aku masuk kedalam mobil, Ibu bertanya tentang kotak merah muda yang aku bawa.


Aku menjawab jika kotak ini dari fans Kak Dave.


"Apakah Kakakmu sepopuler itu?" Tanya Ibuku.


"Iya. Ibu tahu tidak? kalau Kak Dave itu punya grup fans sendiri di sosmed, namanya "D.W Fanatic Fans". Keren gak bu? terus kalau Kak Dave lagi ada pertandingan sepakbola, wuih bejibun yang nonton. Rata-rata cewek semua yang nonton tuh. Mereka mengatakan kalau Kak Dave penuh karisma dan pesona. Gayanya yang sok cool itu membuat para gadis meleleh." Ucapku.


"Benarkah? coba kamu ceritakan lebih detail tentang Dave." Jawab Ibu sambil senyum-senyum sendiri melihat ku yang sangat bersemangat saat bercerita tentang Kak Dave.


"Kak Dave itu orangnya baik dan penyayang. Dia sangat menghormati orang tua. Kak Dave adalah laki-laki yang menggenggam teguh prinsipnya. Tidak mudah goyah akan apapun. Tapi entah mengapa dia berubah begitu cepat. Aku merasa ada yang dia sembunyikan." Ucapku yang tidak menyadari jika ucapanku membuat wajah Ibuku berubah.


"Kalau dia menyembunyikan sesuatu darimu apakah anak Ibu ini akan bertanya padanya tentang itu?" Tanya Ibuku.


"Duh, aku bicaranya kelewat jujur lagi. Tenang Lily, tenang." Gumamku dalam hati.


Ibu menunggu jawabanku yang tidak kunjung dia dapatkan.


"Jawab Lily." Ucap Ibu yang penasaran dengan jawabanku.


"Hahaha, bukan apa-apa. Tiba-tiba aku ingin makan sate. Ayo beli di tempat langganan kita. Sudah lama tidak pergi kesana." Ucap ku mengalihkan pembicaraan.


"Dasar Lily, kamu masih sama dengan Lily yang dulu. Pandai menyembunyikan perasaan. Jelas-jelas kamu suka Dave dan sangat merindukannya serta ingin bicara dengannya, tetapi masih saja gengsi." Batin Ibu.


"Bagaimana Ibu? kita kesana ya?" Renggekku.


"Oke." Jawab Ibu.


* * *


Asrama Kak Dave..


"Dave, nanti loe ada acara gak?" Tanya Kelvin teman sekamar Kak Dave.

__ADS_1


"Gak, loe mau ajak gue kemana?" Jawab Kak Dave.


"Gue mau ajak loe curhat." Ucap Kelvin di selingi tawa Kak Dave.


"Mau curhat lagi? soal Nadyakah?" Tanya Kak Dave yang sudah hafal apa yang Kelvin pikirkan.


"Yaelah, loe tahu aja." Jawab Kelvin.


"Cerita aja, nanti gantian gue." Ucap Kak Dave.


"Kita cowok tapi pada curhat, bener gak sih?" Jawab Kelvin.


"Cowok juga manusia lah. Curhat bukan hanya untuk kaum hawa, tapi kaum adam juga boleh." Ucap Kak Dave.


"Oke deh, gue mulai. Gini Dave, gue itu sama Nadya udah jalan 4 tahun. Tapi karena bokap n nyokap mindahin gue ke asrama ini, jadinya kita jarang ketemu. Si Nadya tadi malam telefon gue terus tiba-tiba minta putus. Pagi ini, dia telefon lagi katanya mau nikah. Ya gue restuin aja, mau gimana lagi. Gue juga gak bisa selalu ada buat dia."


Sontak cerita Kelvin membuat tawa Kak Dave tidak terbendung.


"Hahahaha... apa? 4 tahun menjalin hubungan terus di tinggal nikah? gawat banget hati loe bro. Pasti remuk tuh, kayak remahan peyek." Ucap Kak Dave menggoda Kelvin.


"Jahat loe Dave, hibur kek." Jawab Kelvin dengan wajah sendunya.


"Iya sih Dave, tapi mau gimana lagi. Bodohnya gue gak punya serep buat gantiin dia. Kan kalau gue ada cewek lain gak sepatah hati kayak sekarang ini." Ucap Kelvin yang memicu kembali tawa Kak Dave.


"Hahahah, somplak loe. Gue kira loe bener-bener sayang sama Nadya. Otak buaya loe ternyata masih aktif ya?" Jawab Kak Dave.


"Kan wajar, cowok punya cewek banyak. Tapi gue juga gak separah itu Dave. Gue cuma cinta sama Nadya. Selama 4 tahun jalan sama dia, gue setia." Ucap Kelvin kembali meratapi kesedihannya.


"Udahlah Vin, terima aja. Toh kalau loe sedih juga gak bakal buat dia kembali." Jawab Kak Dave.


"Thanks ya Dave." Ucap Kelvin sambil memeluk Kak Dave.


"Ngapain loe meluk gue? lepasin, gue masih normal." Jawab Kak Dave.


"Iya maaf, gue kebawa suasana. Loe baru seminggu di sini, gue udah hampir 5 bulan. Galau tahu Dave gak ada tubuh buat di peluk. Meluknya bantal mulu." Gerutu Kelvin.


"Tapi gak meluk gue juga kali, kesucian gue jadi ternodai karena perbuatan mesum loe." Ucap Kak Dave.

__ADS_1


"Haha... sialan, baru juga meluk. Tenang aja , gue juga normal. Di sini semua muridnya cowok, tidak ada bahu untuk bersandar saat sedih kayak gini. Biasanya ada Nadya di samping gue." Jawab Kelvin.


"Nah kan, mewek lagi loe. Cowok harus kuat dong." Ucap Kak Dave menyemangati.


"Loe dari tadi nyemangatin gue mulu, kayaknya hidup loe aman-aman aja. Gak ada bergelombang kayak gue." Jawab Kelvin.


"Siapa bilang? gue juga punya masalah. Mending loe Vin, setelah Nadya nikah loe gak bakal ketemu dia lagi. Nah gue, sampai cewek yang gue suka punya laki, punya anak, punya cucu, gue masih ada hubungan sama dia." Ucap Kak Dave.


"Emang Loe suka sama siapa?" Tanya Kelvin penasaran.


"Adik tiriku gue." Jawab Kak Dave.


Mata Kelvin terbelalak, dia tidak mampu menahan tawanya.


"Wkkwkwk, kisah loe lebih ngenes daripada kisah gue." Ucap Kelvin yang tidak berhenti tertawa.


"Kalau ketawa mingkem tuh mulut, ada tokek lewat ketelen tuh saking lebarnya tawa loe." Jawab Kak Dave kesal.


"Tega amat loe, iya gue ikut sedihlah Dave. Gimana ceritanya loe bisa suka sama adik loe sendiri?" Tanya Kelvin penasaran.


"Awalnya dia itu suka sama gue. Tetapi karena Ibunya sama Ayah gue nikah, dia pendam tuh perasaanya buat gue di sebuah buku diary." Ucap Kak Dave.


"Oh gitu, jadi buku diary yang selalu loe baca itu miliknya dia? adik tiri loe?" Tanya Kelvin.


"Iya. Awalnya gue juga gak ada rasa sama dia. Tapi karena melihat ketulusan dan kesetiaannya buat ngejaga perasaannya buat gue, akhirnya gue jadi kesengsem sama dia." Ucap Kak Dave.


"So sweet banget kisah loe, terus ngapain loe sekolah di sini? bukannya loe jadi jauh dari dia?" Tanya Kelvin penasaran.


"Ibunya tahu kalau gue punya rasa buat anaknya. Karena Ibunya takut kalau kita akan melakukan hal di luar batas, jadi beliau mindahin gue ke sekolah ini. Gue juga sadar, kalau perasaan cinta yang berlebihan akan membuat orang gelap mata. Tapi gue cowok baik-baik yang bakal jaga cewek yang gue suka. Gue gak bakalan buat dia rusak." Jawab Kak Dave.


"Salut gue sama loe. Sebagai cowok emang kita harus gitu. Menjaga dan menghormati para gadis." Ucap Kelvin.


"Curhat gue udah kelar. Gue mau ketemu pelatih, ada yang perlu gue diskusikan sama dia mengenai pertandingan antar sekolah besok." Ucap Kak Dave.


"Oke. Eh Dave gue jadi cadangan aja ya? bilang sama pak Sony, Kelvin lagi patah hati gak bisa tanding maksimal." Ucap Kelvin memelas.


"Bilang aja sendiri kalau berani. Loe gak takut di gilas sama mulut pedasnya pak Sony?" Jawab Kak Dave sambil beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Cucian kali Dave, di gilas." Ucap Kelvin.


"Bodo amat." Jawab Kak Dave sambil keluar dari kamarnya menuju ruang sang pelatih.


__ADS_2