MENCINTAI KAKAK (TIRI) KU

MENCINTAI KAKAK (TIRI) KU
Chapter 23


__ADS_3

Keputusanku untuk meninggalkan Kak Daniel adalah hal yang sangat tepat bagiku.


Dari awal, kami seharusnya tidak bersama.


Perasaan yang hanya untuk Kak Dave tidak akan pernah mudah untuk di musnahkan begitu saja.


Kak Dave adalah cinta pertama dan terakhir untukku.


Meski status kami yang menjadi halangan, kami tetap menantang dunia demi cinta yang sudah lebih dulu menguasai hati kami.


Aku dan Kak Dave sudah memastikan akan di bawa kemana kisah yang rumit ini.


Yang pasti, kebersamaan antara kami berdua harus tetap terjaga.


Kejujuran yang akan terucap kelak, menjadi tantangan bagi kami untuk mengumpulkan keberanian yang luar biasa besar.


Keberanian dalam mengungkapkan rasa yang seharusnya.


Rasa yang tidak pernah bertepi.


Rasa yang selalu ada di sanubari.


______________________


Hari ini Ayah dan Ibu pergi lagi, entah kapan akan kembali. Ponsel Ibu juga tidak aktif.


Aku khawatir ada apa-apa dengan mereka.


Dia atas ranjang, tubuh ku hanya berguling ke kanan dan ke kiri.


Membosankan sekali malam ini.


Aku merasa lapar, aku turun ke bawah untuk menuju dapur.


"Kak Dave sudah makan belum ya?" Gumam ku yang sekarang berada tepat di depan pintu kamar Kak Dave.


Tiba-tiba aku di kejutkan dengan penampakan Kak Dave yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.


"Kamu mau ngapain malam-malam gini ada di depan kamar aku? mau ngintip ya?" Ucap Kak Dave.


"Gak Kak, aku mau tanya sama Kak Dave udah makan malam belum? aku lapar nih." Jawabku sambil memegang perutku yang keroncongan.


"Aku juga belum dek, aku ajak kamu ke luar mau gak?" Ajak Kak Dave dengan wajah gembira.


"Boleh juga. Ehm... Ayah sama Ibu kemana sih? ponsel Ibu gak aktif lagi." Ucap ku sambil menggerutu.


"Oh iya.. maaf dek, aku lupa bilang sama kamu. Ayah dan Ibu sedang pergi ke Surabaya." Jelas Kak Dave.


"Ngapain Kak?" Tanya ku penasaran.


"Bibi Helena hamil lagi, dia butuh bantuan Ibu untuk merawat Devana dan Devano." Ucap Kak Dave menjelaskan.


Ternyata, ponsel Ibu tidak aktif karena sedang merawat mereka.


Syukur lah, berarti aku tidak perlu khawatir lagi.


Akhirnya kami berdua memutuskan untuk pergi keluar mencari makan malam.

__ADS_1


_______________________


Warung Kaki Lima...


Sepanjang jalan, banyak sekali pedagang kaki lima yang berjualan.


Dengan di sinari lampu-lampu kelap kelip yang indah di langit-langit nya serta para pengamen yang siap menghibur dengan lagu-lagu yang mengalun indah.


Aku baru tahu kalau di sekitar kompleks sini ada tempat seperti ini.


Akhirnya kami turun di sebuah warung kaki lima.


Kami memesan paket ayam goreng dan minum teh hangat.


Sederhana memang, tapi moment bersama Kak Dave itu yang istimewa.


"Selamat makan Kak." Ucap ku pada Kak Dave.


"Selamat makan juga." Jawab Kak Dave.


"Warung-warung kaki lima ini buka nya emang jam segini ya?" Tanya ku sambil tetap menyantap ayam goreng sedap di depanku.


"Iya, aku lupa mau ajak kamu ke sini. Masih banyak tempat-tempat yang bagus di sini kalau udah malem." Jawab Kak Dave.


"Aku mau request lagu sama pengamen di sana ya?" Tanya Kak Dave.


"Gak usah, nanti kamu nyanyi lagi." Ucap ku pada Kak Dave yang membuatnya tertawa.


"Hahaha.. Oke. Setelah makan, kita pulang ya?" Pinta ku.


"Iya adekku sayang." Jawab Kak Dave sambil mengusap rambut ku pelan.


Kami telah selesai makan dan bersiap untuk pulang ke rumah.


Tidak di sangka, kami bertemu Kak Daniel.


Kak Daniel terlihat sedang bersama seorang gadis.


Aku menutup mulut ku karena terkejut.


Kak Dave menarik tubuh ku menjauh dari Kak Daniel berada.


Kak Dave kemudian memelukku.


"Biarkan saja, Daniel itu memang playboy. Aku sudah mengetahui sebelumnya." Ucap Kak Dave menghiburku.


"Bukan itu Kak, orang yang bersama dia itu bukannya Gaby?" Tanya ku pada Kak Dave yang membuatnya terkejut.


"Kamu gak salah lihat dek?" Jawab Kak Dave yang kemudian kembali mengamati orang yang bersama Kak Daniel.


Kak Dave terlihat sangat kesal.


"Kamu cemburu Kak?" Tanya ku yang melihat wajah Kak Dave seketika berubah serius.


"Gak, kita harus mencari tahu apa yang mereka bicarakan." Jawab Kak Dave sembari mendekati sebuah warung kaki lima yang di tempati Gaby dan Kak Daniel.


Suaranya lumayan terdengar, kami mendengarkan percakapan mereka secara hati-hati.

__ADS_1


"Rencana kita gagal, Gab." Ucap Kak Daniel kesal.


"Loe kenapa? gagal gimana?" Tanya Kak Gaby


sambil menyantap nasi goreng yang ada di depannya.


"Kesepakatan kita yang dulu itu. Loe kan udah berhasil dapetin Dave dan gue udah sama Lily. Kalau gue putus sama Lily, gimana loe sama Dave?" Ucap Kak Daniel yang membuat Gaby tersedak.


"Pelan-pelan makannya Gab." Jawab Kak Daniel sambil memberikan segelas teh hangat pada Gaby.


"Makasih Dan." Ucap Gaby sambil meminum segelas teh hangat itu.


"Gue punya rencana lain, gue udah tahu kelemahan si Dave. Gue bisikin." Jawab Gaby sambil membisikkan sesuatu ke telinga Kak Daniel.


Kak Daniel menggangguk.


"Loe paham kan?" Tanya Gaby.


"Iya, gue paham. Kita eksekusi besok. Jangan sampai gagal." Ucap Kak Daniel.


Aku dan Kak Dave hanya bisa terdiam menyaksikan mereka berdua berbicara dan berinteraksi layaknya pasangan kekasih.


Tapi kami juga menyadari, hubungan kami juga sama jahatnya dengan mereka saat ini.


"Kita pulang Dan." Ajak Gaby yang sudah selesai makan.


"Oke."


Kami masih bersembunyi dan setelah memastikan Kak Daniel dan Gaby pergi, akhirnya kami muncul.


"Huft, bersembunyi di pelukan Kak Dave membuatku tidak bisa bernafas." Ucap ku setelah Kak Dave melepas pelukannya.


"Cie...gak bisa nafas atau mau lagi?" Jawab Kak Dave menggodaku.


"Ini bukan saatnya untuk bercanda Kak, kita harus menyelidiki apa yang di rencanakan Gaby dan Kak Daniel." Ucap ku pada Kak Dave.


"Mau dia merencanakan sesuatu atau gak, itu bukan urusan kita. Lebih baik fokus sama hubungan kita saja." Jawab Kak Dave.


"Still into you, always." Ucap ku pada Kak Dave.


"Me too." Jawab Kak Dave dengan mengandeng tanganku untuk pulang ke rumah.


Tidak ku sangka, malam ini akan mendapat fakta mengejutkan tentang Kak Daniel dan Gaby.


_____________________


Di rumah...


"Makasih Kak, udah ajak makan di sana. Tempatnya bagus banget dan makanannya enak." Ucap ku sembari duduk di sofa ruang keluarga.


"Sama-sama dek, kamu mau ngapain di sini? udah malem lho?" Tanya Kak Dave.


"Aku mau lihat drakor kesukaanku." Jawabku sambil menyalakan televisi.


"Besok aja lagi, sekarang kamu istirahat dulu." Ucap Kak Dave.


"Ehmm, Oke deh..Good night Kak." Ucap ku pada Kak Dave.

__ADS_1


"Good night too." Jawab Kak Dave.


Kami berdua berjalan menuju kamar masing-masing dan beristirahat.


__ADS_2