
Pagi harinya, Di meja makan ...
"Nanti pulang sekolah, aku ajak kamu ke tempat yang paling indah," ucap Dave.
"Sekarang kak Dave sudah terang-terangan ingin mengajak ku berkencan, ya?" goda Lily.
"Haha, kurang lebihnya begitu, kamu habiskan sarapannya, aku tidak sabar ingin menunjukkan tempat itu padamu," tukas Alex.
"Belum juga berangkat, sudah memikirkan pulang sekolah," jawab Lily heran.
"Kamu suka laki-laki serius atau humoris?" tanya Dave.
"Apa ya?" jawab Lily.
"Di jawab donk sayangku, aku ingin dengar," ucap Dave manja.
"Gak usah kenceng-kenceng bilang sayangku nya. Nanti ayah sama Ibu dengar gimana?" jawab Lily.
"Tenang saja, mereka sudah berangkat pagi tadi. Kamu sih bangunnya kesiangan," ucap Dave.
"Bukan masalah itu, kamu itu orang nya terlalu vulgar, tahu gak? aku takut mereka tahu hubungan kita," jawab Lily cemas.
"Kalau mereka tahu, aku akan perjuangkan kamu. Aku akan melawan dunia untuk tetap bersamamu!" tukas Dave.
"Hahahaha, kamu itu apaan sih kak? lagi baca puisi?" ledek Lily.
"Aku serius! aku akan tetap bersamamu apapun rintangannya," jawab Dave.
"Kita masih bocah kak, jangan terlalu di bawa serius. Jalani aja ya? mimpiku masih belum tercapai. Aku baru saja masuk SMA kemarin sore untuk ke arah situ masih jauh," keluh Lily.
"Aku hanya ingin menunjukkan keseriusanku padamu," jelas Dave.
"Aku sangat percaya padamu kak Dave. Karena dari awal aku sudah mengambil resiko ini, aku akan tetap bertahan," jawab Lily.
"Terima kasih Lily, kamu sudah mencintaiku dan percaya padaku," ucap Dave sambil menggenggam tangan adiknya.
"Iya kak, sama-sama," jawab Lily.
Di sekolah ...
Mereka terlihat sangat bahagia dan saling melempar canda.
"Seru banget nih, boleh donk ikutan," ucap Daniel.
Kakak beradik itu terkejut melihat Daniel yang tiba-tiba muncul.
"Dari kemarin, kamu susah sekali di hubungi Ly? kamu baik-baik saja kan?" tanya Daniel sambil menatap mata kekasihnya.
Dave merasa gerah dengan tatapan mata Daniel pada adiknya.
__ADS_1
"Ngeliat nya biasa aja Dan!" tegur Dave.
"Bukan urusan loe!" jawab Daniel ketus.
"Jelas jadi urusan, gue itu kakak nya Lily!" tukas Dave.
"Mau loe apa?" tanya Daniel.
"Kalau kak Daniel ingin bertengkar dengan kak Dave , Silahkan! aku pergi saja," ucap Lily sembari berlalu dari dua orang yang sama-sama menyukai dirinya itu.
"Apa gue bilang? adik gue itu gak mungkin suka sama loe, dia terpaksa menerima loe! buktinya dia kabur tua!" ledek Dave.
"Bisa diem gak loe? urusan kita belum selesai," ucap Daniel sambil menyusul langkah Lily yang sudah menjauh.
"Berisik loe Dan!" jawab Dave yang juga pergi berlalu dengan senyum yang merekah.
...* * *...
Di kelas Lily
"Mereka berdua seperti anak kecil," Gerutu Lily sembari melepas tas dari punggungnya dan meletakkannya di atas meja.
"Dua hari yang lalu benci Matematika, kemarin suka Bahasa Indonesia, sekarang tiba-tiba datang langsung ngomong sendiri. Fix, loe pasti kesambet," ucap Nita yang di sambut dengan anggukan Wulan.
Tiba-tiba Daniel masuk ke dalam kelas dan menghebohkan seisi ruangan.
"Lily, please jangan marah," ucap Dave sambil memegang kedua tangan gadis itu.
"Kak Daniel, lepasin!" jawab Lily.
"Gak akan, sebelum loe maafin gue!" jawab Dave.
"Maafin aja lah Ly, kasihan. Kak Daniel udah mohon-mohon gitu!" celetuk salah tahu teman sekelasnya.
Dia adalah ahli gosip nomor satu di kelas namanya Fandy, 11:12 sama Lukman si kepo.
"Iya, aku maafin. Sekarang lepasin tanganku," ucap Lily sambil menahan malu.
"Baiklah, aku lepasin. Thanks Lily, aku ke kelas dulu ya?" pamit Daniel sambil melangkah pergi dari kelas gadis itu.
Lily terdiam,
'Laki-laki kalau sudah jatuh cinta tingkah nya jadi aneh.' gumam Lily.
Setelah kepergian Daniel, semua teman di kelas menatap tajam ke arah Lily.
"Nita, Wulan?"
Nita dan Wulan yang sedari tadi bengong,
__ADS_1
setelah mendengar namanya di sebut akhirnya tersadar.
"Loe beneran jadian sama ketua OSIS kita? berarti rumor itu benar. Wah keren loe sob! punya kakak populer, punya pacar ketua OSIS lagi. Keren!" puji Nita.
"Bener banget, fix loe emang kesambet hantu C2P. Gue setuju loe sama dia," timpal Wulan.
"Woy... woy... kita masih bocah. Tolong ya di kondisikan, belajar dulu yang rajin baru mikir pasangan. C2P? gak usah buat istilah gak penting deh," ucap Lily.
"Hantu Cowok2Populer, Haha," tawa Wulan.
Setelah kejadian tidak mengenakkan tadi, Lily merasa akan ada bencana yang datang.
Di Kelas Dave ...
"Tadi loe berantem sama Daniel ya? masalah apa?" tanya Wildan teman satu kelas Dave.
"Dia ngaku-ngaku jadi pacar adik gue," jawab Dave santai.
"Kalau mereka emang beneran pacaran, apa urusannya sama loe?" tanya Wildan.
"Ya adalah, gue kan kakaknya Lily," tukas Dave.
"Maksud gue gini, bukannya loe terlalu protektif sama adik loe sendiri?" tanya Wildan.
"Gaklah, sebagai kakak harus menjaga dan melindungi adiknya sendiri," jawab Dave.
"Kalau loe terlalu protektif, adik loe nanti gak ada yang mau. Makhluk manis kayak dia, kalau jomblo terlalu lama kasihan," goda Wildan.
"Loe siapa gue? Ibu gue? cerewet amat!" jawab Dave kesal.
"Ya bukannya gitu. Kalau Daniel gak masuk kriteria, gue juga mau daftar jadi calon adek ipar loe," goda Wildan.
"Kemarin Zayn, sekarang loe? kenapa semua murid laki-laki suka sama adek gue ya?" tanya Dave.
"Karena adik loe itu manis, lucu, imut," jawab Wildan.
"Bisa diem gak!" tukasDave mulai emosi.
"Eits, jangan emosi dulu. Emang kenyataan gitu. Dia emang orang nya gak populer , tapi karena dia manis jadi banyak yang suka," jelas Wildan.
"Bisa diem gak?" pinta Dave.
"Sensi banget loe, jangan-jangan loe juga suka sama adik loe sendiri?" celetuk Wildan.
"Ya suka donk, Kalau gue benci sama dia, nanti orang tua gue marah. Ini terakhir kali gue denger loe bahas tentang adek gue, lain kali gak ada maaf buat loe," ucap Dave memperingatkan.
"Oke deh, calon kakak ipar," canda Wildan.
"Gak sudi gue jadi calon kakak ipar loe!" jawab Dave kesal.
__ADS_1
"Hahahaha ..." tawa Wildan.
'Selama ini,dia hanya menyukai ku saja. Padahal banyak sekali yang suka sama dia. Aku beruntung bisa kenal sama Lily," gumam Dave.