MENCINTAI KAKAK (TIRI) KU

MENCINTAI KAKAK (TIRI) KU
Chapter 41


__ADS_3

Dua tahun kemudian...


"Haris, apa kamu tahu apa yang paling membuatku bahagia?" Tanya Ambar.


"Apa itu sayang?" Jawab Haris.


"Kembali bersamamu." Ucap Ambar.


Ambar dan Haris kini sedang merayakan anniversary satu tahun pernikahan mereka.


Setelah sebelumnya Haris harus sabar menunggu Ambar sembuh dan melahirkan anaknya.


Kemudian Haris dengan mantap menikahi gadis idamannya itu.


Hari-hari mereka kini semakin lengkap karena ada si kecil, Dave Winanta.


Surat wasiat dari almarhum suami Ambar, membuat Haris dan Ambar akhirnya kembali bersatu.


Kedua orang tua Ambar telah menerima dan merestui Haris menjadi pendamping seumur hidup putri mereka.


Keluarga Felix pun sama, mereka ikhlas jika Ambar menikah lagi.


Mereka merasa jika Ambar pantas untuk bahagia.


Segala kesedihan dan kepahitan hidup yang Ambar alami kini berakhir manis.


Orang yang sangat dia cintainya sekarang ada di sisinya.


Tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.


Nampaknya Tuhan masih menguji cinta Haris dan Ambar.


Tepat enam bulan setelah anniversary pernikahan mereka, kecelakaan tragis kembali menimpa sang istri.


Sang istri menderita luka parah di kepalanya akibat benturan yang keras saat terjadi kecelakaan itu.


Ambar koma selama satu minggu.


Haris selalu setia menemani sang istri.


Si kecil Dave Winanta masih meminum ASI saat Ambar koma.


Kebutuhan ASI Dave kecil di cukupi oleh adik Ambar.


Beruntung adik Ambar yang bernama Mona baru saja melahirkan anak pertamanya.

__ADS_1


Sehingga secara otomatis Mona menjadi orang yang memberi ASI kepada Dave hingga dia berusia dua tahun.


Mona juga ikut merawat Dave kecil.


* * *


Tuhan yang berkehendak atas apapun yang terjadi kepada hambanya.


Ambar harus tutup usia di saat Dave kecil masih balita.


Tuhan lebih sayang kepadanya.


Setelah kepergian istri tercintanya, Haris memutuskan untuk memboyong keluarganya pindah ke Jakarta setelah usia Dave 5 tahun.


Dia ingin membuka lembaran baru.


Bukan untuk melupakan orang yang sangat dicintainya tapi untuk memberikan kehidupan baru kepada Dave, anak kandung Felix dan Ambar.


Dave adalah kehidupannya.


Dengan adanya Dave, almarhum istrinya akan tetap hidup dan selalu bersamanya.


Flash back : off


* * *


Di makam Ambar, Ayah Haris menangis sejadinya.


Dia meluapkan segala yang ada di hatinya kepada Ambar.


"Ambar, apa kabar? maafkan aku tidak bisa setiap hari menjengukmu. Ada banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan. Oh ya, Anak kita sudah tumbuh semakin besar. Dia sangat cerdas dalam pelajaran dan pandai bermain sepak bola. Itu kan yang kamu inginkan dulu? semua harapanmu kepada Dave, sudah aku penuhi. Ambar, tidak ada yang lebih menyayangi Dave daripada aku. Setelah aku menikah lagi demi memberikan kasih sayang seorang Ibu kepada Dave, ternyata tidak serta merta membuat hidup Dave bahagia. Tanpa ku sadari, Dave telah jatuh cinta. Apa kamu tahu siapa yang dia cintai? dia adalah Lily, adik tirinya Dave. Jika aku jujur kepada Dave tentang siapa dia, Lily dan Dave akan bersatu tapi aku takut saat dia tahu aku berbohong padanya tentang statusnya sebagai anak tiriku, akan membuatnya menjauhiku bahkan membenciku. Dave adalah hidupku, bagaimana aku bisa hidup tanpa dia. Aku tidak ingin semua itu terjadi. Ambar, tolong aku. Berikanlah aku sedikit petunjuk tentang apa yang harus aku lakukan selanjutnya." Ucap Haris sembari bersimpuh di depan pusara almarhum istrinya.


Kemudian dia bangkit dari tempatnya bersimpuh, tidak lupa ia menaburkan bunga mawar merah dan meninggalkan bucket bunga cantik favorit Ambar, bunga daisy.


Ayah Haris merasa lega telah mengungkapkan isi hatinya kepada almarhum istrinya.


Ibu dari anak yang sangat di cintainya, Dave Winanta.


Setelah itu Ayah Haris pergi meninggalkan tempat pemakaman itu dengan mengendarai mobilnya.


"Sejak sampai bandara hingga aku berada di makam Ambar, aku belum memberikan kabar kepada Nawang." Gumam Ayah Haris.


Ayah Haris mengambil headset dan membuat panggilan ke nomor ponsel Ibuku.


"Halo Yah? kamu sudah sampai Surabaya?" Tanya Ibuku yang langsung mengangkat telefon dari Ayah Haris.

__ADS_1


"Sudah Bu, maaf kalau aku baru memberikan kabar padamu." Jawab Ayah Haris.


"Apa terjadi sesuatu disana?" Tanya Ibuku khawatir.


"Tidak, aku hanya ingin segera menjenguk Ambar. Aku merasa bersalah padanya karena sudah beberapa bulan ini jarang menjenguknya." Jawab Ayah Haris.


"Oh begitu." Ucap Ibuku.


"Apa istriku ini cemburu dengan Ambar?" Tanya Ayah Haris sambil tersenyum.


"Tidak, mbak Ambar memang orang yang selalu di hatimu. Tidak masalah untukku." Jawab Ibuku.


"Hehehe... sudahlah. Kalau Ibu cemburu, Ayah juga senang. Cemburu kan tanda cinta." Ucap Ayah Haris menggoda Ibuku.


"Dasar, sudah tua masih pintar ngegombal." Jawab Ibuku.


"Ngegombal adalah jurus jitu yang membuat Ibu jatuh cinta pada Ayah, bener atau bener?" Ucap Ayah Haris.


"He.em, bener aja deh biar Ayah seneng. Kalau Ibu dengar dari tadi, ada yang berbeda dari suara Ayah. Apakah Ayah habis menangis?" Tanya Ibuku penasaran.


Ayah Haris tidak menyangka jika telinga sang istri sangat jeli.


"Iya, aku merasa bersalah kepada Ambar. Jadi Ayah menangis tadi." Jawab Ayah Haris.


"Mbak Ambar pasti paham kenapa Ayah jarang menjenguknya. Tidak usah terlalu di pikirkan." Ucap Ibuku menenangkan.


"Terima kasih Ibu." Jawab Ayah Haris.


"Ya sama-sama. Udah tua juga masih mewek. Semangat donk Yah!!!" Ucap Ibuku.


"Ya, Ayah akan selalu semangat. Maaf Ibu, aku mau ke pabrik dulu. Kalau sudah selesai, nanti Ayah kabari." Jawab Ayah Haris.


"Oke. Hati-hati di jalan. Semoga sukses." Ucap Ibuku.


Ayah Haris menutup panggilan telefon.


"Kapan aku bisa menceritakan rahasia yang selama bertahun-tahun ini aku simpan kepada keluargaku? Apakah mereka bisa menerima kenyataan ini? Apakah justru mereka kecewa denganku yang tidak jujur sejak awal?" Gumam Ayah Haris dalam hati.


Banyak pertanyaan di benak Ayah Haris yang membuatnya semakin ketakutan akan kehilangan semua kebahagiaan yang sudah dia dapatkan.


"Aku tidak akan mengatakan rahasia ini kepada siapapun. Dave adalah anak kandungku. Dia bukan anak Felix lagi. Ayah yang sebenarnya adalah aku. Lily dan Dave tidak boleh bersama. Aku akan menjadi orang pertama yang melarang hubungan mereka berdua. Ini demi Dave dan Lily juga. Tidak masalah Dave akan marah karena aku melarang hubungannya dengan Lily. Kalaupun dia marah, pasti kemarahannya hanya akan bertahan satu sampai dua hari saja. Aku sangat memahaminya karena dia anakku. Dave, Ayah akan membuatmu bahagia. Ini janji Ayah padamu." Gumam Ayah dalam hatinya.


Setelah sampai pabrik, ayah memarkir mobilnya kemudian masuk ke dalam pabrik.


"Saatnya bekerja, semangat!!" Ucap Ayah Haris.

__ADS_1


__ADS_2