
"Ha? pindah sekolah lagi?" tanya Lily terkejut.
"Kenapa? kamu gak suka kalau aku ada di sana lagi?" ucap Dave.
"Gak, maksudku itu, apa ayah gak ribet? apalagi kak Dave mau ikut seleksi?" Lily masih tidak habis pikir dengan kepindahan sang kakak di sekolah yang lama.
"Aku mengundurkan diri, ayah udah urus semuanya. Aku bilang, ada cowok tengil ganggu Lily, jadi ayah utus aku buat jagain kamu," jawab Dave santai.
"Astaga, alasan macam apa ini? aku gak percaya sama kamu kak Dave, aku harus meminta penjelasan kepada ayah Haris," ucap Lily.
Gadis itu, menerobos tubuh Dave yang sedari tadi berada di depannya. Ia kemudian menuruni tangga untuk sampai di ruang keluarga. Setelah ia sampai di ruang keluarga. Ayah Haris menatap wajah Lily heran.
"Ada apa?" tanya ayah Haris.
"Kak Dave? beneran mau pindah ke sekolah yang lama?" tanya Lily memastikan.
"Iya, dia mau ayah pindah ke sekolah yang lama. Ayah ingin dia jaga kamu," ucap ayah Haris yang membuat Lily tercengang.
"Bukannya ayah, gak mau kalau aku dan kak Dave satu sekolahan?" tanya Lily yang masih merasa hal yang aneh.
__ADS_1
"Awalnya iya, tetapi karena setelah lulus Dave ingin sekolah bisnis di Australia, ayah mengizinkannya, kurang beberapa bulan lagi dia lulus juga. Ayah waktu itu emosi jadi tidak bisa berpikiran jernih, apalagi lihat kamu sakit kemarin, gak tega," jelas ayah Haris.
'Kak Dave mengorbankan cita-citanya untuk melindungiku, ini luar biasa. Tapi, apa ayah merestui hubungan kami?' batin Lily yang merasa mendapatkan lampu hijau dari sang ayah.
"Kalau jodoh gak kemana, Lily. Kamu dan kakakmu, jadilah saudara yang akur ya? ayah ingin yang terbaik untuk kalian berdua," ucap ayah Haris.
"Apa ibu tahu tentang hal ini?" tanya Lily yang kini duduk di samping ayahnya.
"Justru ini adalah saran ibumu, dia hanya ingin Dave yang menjaga kamu. Setelah tahu ada cowok tengil mengganggumu," jelas sang ayah.
Dave terlihat menuruni tangga dan berjalan menuju ruang keluarga.
"Hem," jawab Lily.
"Haha, kamu kayak gak suka kalau kalau aku kembali? apa kamu udah suka sama dia? Hm...bisa di coba, besok aku akan cari tahu tentang murid baru itu," ucap Dave sembari melipatkan tangan di dada.
Lily canggung sekali saat Dave duduk di sampingnya.
"Dave, geser! jangan ganggu adikmu," pinta ayah Haris yang tahu kalau Dave juga usil dan tengil.
__ADS_1
"Haha, aku gak ganggu ayah, cuma duduk deketan aja masak gak boleh sih?" Dave semakin gencar usil.
Dave merangkul pundak Lily, sedangkan gadis itu hanya menunduk.
"Kak Dave, lepasin!" bisik Lily sembari mengigit giginya.
"Gak denger Ly," Dave memang sedang menggoda Lily, sampai pada tangan sang ayah yang bertindak.
"Aduh, sakit ayah! lepasin yah! aduh! sakit sekali telinga Dave, jangan di tarik!" ucap Dave yang kesakitan karena telinganya di jewer.
"Itu balasan untuk anak ayah yang usil, Dave sekarang ikut ayah," perintah ayah Haris.
"Kemana?" tanya Dave heran.
"Ke pabrik, bantu ayah kerja! Lily mau ikut gak?" tanya ayah Haris.
"Mau ayah, lepasin jeweran itu yah, kasihan kak Dave," Lily menahan tawanya saat Dave mendapatkan ganjaran karena tengil.
"Iya, nanti ayah lepasin kalau Dave gak ganggu kamu lagi," jelas ayah Haris.
__ADS_1
Kebersamaan antara Dave, Lily dan ayah Haris terlihat manis meskipun banyak hal yang telah terjadi. Ayah Haris memutuskan untuk tetap menjaga keutuhan rumah tangga bersama ibu Nawang, tanpa harus memisahkan Dave dan Lily.