
Sesampainya di kamar, Kak Dave memuji kerja Kelvin yang menyulap kamar mereka menjadi rapi dan bersih seperti semula.
Kelvin cuman nyengir kuda kala teman sekamarnya memberikannya pujian.
"Kalo ini mah bener-bener lunas utang loe." Ucap Kak Dave.
"Besok kalau mau marah, loe gali kubur aja sana. Kan lebih bermanfaat. Hahaha..." Jawab Kelvin.
"Iya, besok gue kalau lagi marah maunya gali kubur. Terus gue kubur loe hidup-hidup. Hahaha.." Ucap Kak Dave puas setelah mampu membalas Kelvin.
"Loe gitu amat sih Dave, loe bakal kesepian tahu kalau gue gak ada." Jawab Kelvin.
"Mana ada, gue kesepian kalau jauh dari Lily." Ucap Kak Dave.
"Cie cie... orang jatuh cinta mah bebas, mau jauh mau dekat juga sama aja kesepian." Jawab Kelvin.
"Maksud loe?" Tanya Kak Dave penasaran.
"Gak ada maksud, cuman asal njeplak doang. Eh loe cepet telfon Ayah loe. Biar kelar tuh marahannya." Ucap Kelvin.
Kak Dave mengangguk dan mengambil ponsel nya yang ada di dalam tasnya.
Selanjutnya Kak Dave membuat panggilan ke nomor ponsel Ayah Haris.
"Ada apa Dave? tumben kamu menelfon Ayah." Tanya Ayah Haris di ujung telefon.
"Maafkan aku tadi yang pergi begitu saja. Aku ingin bicara dengan Ayah tentang hubunganku dan Lily." Jawab Kak Dave.
Semula Kak Dave menyangka jika sang Ayah mau berunding dengannya, akan tetapi itu hanya khayalan yang tidak akan menjadi nyata.
"Tinggalkan Lily atau Ayah yang akan meninggalkan Nawang." Ucap Ayah Haris yang membuat Kak Dave terkejut.
Dia tidak menyangka sang Ayah begitu tega mengatakan hal itu.
Kak Dave merasa sang Ayah benar-benar marah padanya.
"Apa Ayah sadar dengan apa yang anda katakan? Ibu Nawang sangat mencintaiku dan Ayah. Dia adalah pengganti Ibuku." Jawab Kak Dave.
"Jika bukan karena kamu ingin seorang Ibu di sisimu. Aku tidak akan pernah menikah lagi. Hanya Ambar yang ada di hatiku sampai aku mati." Ucap Ayah Haris.
"Jadi Ayah tidak mencintai Ibu Nawang?" Tanya Kak Dave.
__ADS_1
"Tidak, pernikahan kami hanya alasan agar kalian tidak kesepian dan kehilangan kasih sayang orang tua." Jawab Ayah Haris.
Kak Dave mencoba untuk menahan amarahnya.
Dia merasa sang Ayah sudah keterlaluan.
Demi kebaikan bersama, Kak Dave mencoba bersabar dengan sikap Ayah Haris yang sangat arogan itu.
"Ayah, tidak bisakah anda mempertimbangkan hubungan kami?" Ucap Kak Dave.
"Tidak ada yang perlu di pertimbangkan, jika kamu hanya memikirkan dirimu sendiri, semua orang akan terluka. Dave, yang perlu kamu tahu. Ayah melakukan semua ini karena untuk kebaikanmu." Jawab Ayah Haris.
"Apakah almarhum Ibuku akan bahagia jika Ayah bersikap sewenang-wenang seperti ini? menyakiti banyak orang dan membuat hancur dua hubungan sekaligus?" Tanya Kak Dave menahan semua amarahnya agar tidak terjadi hal yang lebih buruk lagi.
"Apa yang kamu tahu tentang Ibumu? dia adalah segalanya untuk Ayah. Ayah rela menunggunya bertahun-tahun tanpa sempat memikirkan kebahagiaan Ayah sendiri. Kamu tidak tahu apa-apa tentang kebahagiaan. Jika kamu sudah selesai, tutuplah telfonnya. Tidak perlu membahas ini lagi. Keputusan Ayah sudah final. Lakukan tugasmu dengan benar, jangan membuat kedua orang tuamu kecewa." Ucap Ayah dengan penuh emosi .
"Tidak kah Ayah merasa ada yang salah dengan sikap Ayah? tolong beri aku penjelasan. Aku berhak mengetahui apa penyebab Ayah begitu keras menentang hubunganku dan Lily." Ucap Kak Dave memohon.
"Dave, untuk saat ini kamu fokus saja dengan pendidikanmu. Ayah akan berusaha membuatmu mencapai cita-cita yang sangat kamu inginkan dari dulu. Lihatlah Ayah, Nak. Ayah sudah setua ini, tidak ada hal yang lebih penting dari kebahagiaanmu Dave." Ucap Ayah gemetar.
Ada rasa hancur di dalam hati Kak Dave kala mendengar keluh kesah sang Ayah tapi karena Kak Dave tetap ingin berjuang, Kak Dave terus berusaha membuat sang Ayah luluh dan merestui hubungan Kak Dave dan aku.
Dia menyeka butiran air di sudut matanya itu menggunakan tangannya.
Kemudian setelah mengatur nafasnya, Kak Dave mulai kembali berbicara.
"Ayah, Dave sangat mencintai Lily. Jangan pernah menyalahkan kami. Ibu Nawang adalah orang yang menemani kita selama ini, dia juga berusaha melakukan hal yang terbaik untuk kita. Jangan sakiti dia." Ucap Kak Dave.
Tut...Tut...Tut
Ayah Haris tiba-tiba memutuskan panggilan telefonnya.
"Sialll?!!!" Ucap Kak Dave mengumpat.
Kelvin yang sedari tadi ikut mendengarkan pembicaraan Kak Dave dan Ayah Haris, mencoba menenangkan Kak Dave yang kembali kesal dan emosi karena sikap sang Ayah.
"Dave, Ayah loe lagi marah. Intinya loe harus terus bicara sama dia. Bagaimanapun juga dia adalah Ayah loe." Saran Kelvin.
Kak Dave kini hanya diam, dia memilih untuk tidur.
Dia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dengan posisi membelakangi Kelvin.
__ADS_1
"Syukur deh dia gak ngamuk lagi. Masak iya gue harus beres-beres lagi." Gumam Kelvin.
"Dave, gue keluar bentar." Pamit Kelvin.
"Mau kemana loe?" Tanya Kak Dave.
"Orang tidur bisa ngomong juga ya?" Jawab Kelvin.
"Gue titip makanan, lapar." Ucap Kak Dave yang masih dengan posisi tidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya.
"Orang kesel emang gitu, kalau gak lapar ya ngantuk." Jawab Kelvin.
"Bisa diem gak? gue acak-acak lagi kamar ini mau loe?" Ucap Kak Dave yang bangkit dari tidurnya.
"Lariii.." Jawab Kelvin yang takut Kak Dave kembali ngamuk.
Setelah Kelvin pergi, Kak Dave duduk di meja belajarnya.
Kak Dave mengambil buku diaryku yang dia simpan di tas sekolahnya.
Kak Dave kemudian membaca kembali buku diaryku itu.
Ada hal-hal sederhana di dalam buku itu yang sangat Kak Dave rindukan.
Sikapku yang malu-malu tapi begitu mencintainya, itulah yang membuat Kak Dave tidak bisa melepaskanku.
Saat Kak Dave memikirkan dan merindukanku, buku itulah yang menjadi obatnya.
Meski hanya sebuah buku, tapi di dalamnya adalah ungkapan hati yang dalam dariku dan semua kisah perjuanganku dalam menjaga hati untuk Kak Dave.
Hati kamipun telah terpaut begitu kuat.
Seakan kami berdua tidak akan pernah terpisahkan meski ada jarak di sana.
Perjuangan cintaku dan Kak Dave baru saja di mulai.
Kak Dave tidak akan menyerah begitu saja.
"Lily, aku akan menjadikanmu pendampingku kelak. Maka bersabarlah, tunggu aku kembali. Aku tahu kamu pasti merindukanku. Kak Dave mu ini juga sangat dan sangat merindukan Lily. Tidak ada orang lain di hatiku selain dirimu. Aku akan berjuang demi cinta kita tanpa harus mengorbankan hubungan Ayahku dan Ibumu. Aku akan cari cara terbaik untuk menyelamatkan hubungan kita. Itu janjiku padamu, my love." Ucap Kak Dave.
Kak Dave kemudian menutup buku diaryku dan menyimpannya kembali ke dalam tas sekolahnya.
__ADS_1