
Flashback on
Sepeninggal Leon dan juga Rian,,Naura memutuskan untuk mengunjungi panti asuhan tempat ia di besarkan...
Dalam perjalanan Naura meminta supir taksi untuk berhenti sebentar di depan minimarket ia hendak membeli beberapa cemilan untuk adik-adiknya di panti...
Kebetulan minimarket tersebut berada persis di sebelah hotel tempat Leon meeting...
Keluarlah Naura dari dalam taksi mulai melangkah hendak memasuki minimarket,namun langkahnya terhenti saat ia tak sengaja melihat Leon keluar dari lobby hotel melangkah menuju mobilnya yang berjarak beberapa meter dari hotel tersebut,di sana juga terlihat Rian keluar dari mobil hendak membukakan pintu untuk tuannya..
Naura menatap dari Leon dengan pandangan berseri-seri,begitulah Naura yang amat sangat mengagumi sosok tuannya yang maskulin itu.. "Tampan..." itulah satu kata yang Naura ucapkan saat melihat Leon
Namun tiba-tiba Naura melihat ada mobil dengan kecepatan tinggi menuju tuannya,,ia pun segera berlari sekencang mungkin untuk menyelamatkan cintanya itu dan..."Brakkkkkk"
Seketika tubuh Leon terlempar ke sisi kanan dengan sikut yang lecet terkena gesekan aspal,namun naas tubuh Naura lah yang tertabrak mobil itu dengan sangat keras hingga tergeletak di depan Leon...
Sebelum Naura tak sadarkan diri,,ia menatap ke arah Leon dengan tersenyum...
*Meski aku tak bisa memilikimu setidaknya aku tak akan pernah membiarkanmu terluka... batin Naura sebelum menutup mata
#**Flashback off***
Dokter Risa keluar dari ruang ICU memberi tahukan bahwa Naura sudah sadar dan akan di pindahkan ke ruang perawatan...
Semua orang merasa lega,tak terkecuali Leon yang masih diliputi rasa bersalah...
Tak berselang lama orang tua Leon pun tiba di rumah sakit setelah mendapat laporan bahwa anaknya hampir ditabrak...
"*Leon..honey..sayang...kamu baik-baik saja kan,,mana yang sakit bilang sama mama nak??kalo perlu kita ke luar negeri untuk mengobati mu sayang...
Monica* mengampiri Leon dengan rasa khawatirnya,ia membulak balikan badan Leon guna mencari tau bagian mana yang terluka...
"Iya nak,kamu bilang sama papa mana yang sakit dan sekertaris Rian apa kau sudah menyuruh seseorang untuk mencari tau siapa dalang di balik musibah ini...tambah Albert papa nya Leon yang juga merasa khawatir
"Ma..pa.. Leon baik-baik saja hanya luka ringan akibat didorong oleh Naura,,tapi ma pa Naura sempat koma demi menyelamatkan nyawa Leon...
Jelas Leon terisak sambil memeluk mama nya,,ia pun melupakan gengsi nya di depan Rian maupu Jimmy yang menatap heran..
Seumur hidup mereka kenal Leon,baru kali ini mereka melihat Leon menangis penuh penyesalan..
"Yaa Allah pa,ternyata Naura gadis yang baik hati mau mengorbankan nyawanya demi putra kesayangan kita...Tak salah Leon memperkerjakan dia di rumah nya... Monica berkata sambil menatap suaminya
"iya ma,kita harus segera menemui gadis itu untuk berterima kasih atas pengorbanannya untuk jagoan papa... timpal Albert
__ADS_1
Mereka pun bergantian masuk ke ruang perawatan Naura...
Monica dan Albert mendapat giliran pertama,di susul Leon dengan Rian dan yang terakhir Jimmy ia pun tak lupa menghubungi Aida sahabat dari Naura,karena sepengetahuan Jimmy hanya Aida lah satu-satu nya sahabat bahkan kerabat Naura selain ibu panti tempat Naura di besarkan...
Ceklek.. Pintu terbuka,Naura pun berusaha bangun untuk memberi hormat pada Monica juga Albert...
"Sudah,sudah kamu tidak perlu memaksakan diri untuk bangun nak,,kami mengerti kondisi mu..Terima kasih karena sudah menyelamatkan anak kami,andai kamu tidak mendorong Leon entah apa yang akan terjadi pada anak kesayangan saya...
Monica berkata sambil memegang tangan Naura dengan air mata yang mengalir deras di pipinya,, Albert pun menambahkan...
"Dan maaf...demi menolong anak kami akhirnya kamu lah yang harus terbaring lemah di ranjang ini... Albert menatap Naura penuh penyesalan
"Tuan besar dan nyonya tidak usah berterima kasih karena sudah kewajiban saya untuk melindungi tuan muda,,saat saya memutuskan ikut dengan tuan muda,saat itu pula saya bertekad mengabdikan hidup saya untuk tuan muda..jadi tuan besar dan juga nyonya tidak perlu sungkan... Balas Naura dengan tersenyum
Mereka pun bangga ternyata anaknya di kelilingi orang-orang baik seperti Naura maupun Rian,,kesetiaan mereka tidak di ragukan lagi...
"Baiklah nak,,lekas sembuh ya karena Leon siapa yang ngurusin kalo kamu kelamaan di rumah sakit... Goda Monica sambil mengelus kepala Naura
"Siap laksanakan nyonya... Naura mengacungkan jempol sambil menahan sakit
"Kami pulang dulu ya,mungkin giliran Leon yang akan masuk...Pamit Albert pada Naura
"Terima kasih tuan juga nyonya besar telah menyempatkn waktu menjenguk saya...
Kini giliran Leon yang masuk diikuti buntutnya,,ya siapa lagi kalo bukan Rian hihi...
Deg...Jantung Naura berdetak kencang sat melihan Leon berjalan ke arahnya..
Kondisikan Naura kondisikan,,tarik nafas dalam-dalam tenanglah..jangan sampai Leon curiga...batin Naura
"Em..Naura gimana kondisimu,apa sudah jauh lebih baik??
Pertanyaan Leon sontak mengejutkan Naura yang tengah melamun
"*Halo Naura apa kamu mendengar saya...?
"I..iya tuan alhamdullillah jauh lebih baik dari sebelumnya*... Gugup Naura hanya menjawab sekedarnya
"syukurlah saya merasa lega dan terima kasih karena kamu rela mengorbankan nyawa untuk saya..terima kasih Naura...
Tanpa sadar Leon berucap sambil memegang tangan Naura,sontak saja jantung Naura kembali berdetak bahkan lebih kencang lagi
Tanpa menjawab Leon,,Naura mengalihkan pandangannya agar bisa menetralkan jantungnya yang sedari tadi seperti sedang lomba maraton...
__ADS_1
Leon pun sedikit kesal karena Naura tidak membalas perkataannya dan malah melirik sekertaris nya yang dari tadi berdiri di pojokan pintu seakan tak mau mengganggu tuannya..
"Hei apa kau mau berdiri terus di pojok sampai karatan,gak mau gitu nengok temannya yang hampir sekarat ini...Naura menggoda Rian sambil mengerucutkan bibirnya
Leon yang melihat itu pun semakin dibuat kesal,ia memberi kode agar Rian mendekat ke arahnya dengan Naura..
Saat Rian menghampiri Naura,,Leon pun berdiri hendak berpamitan dengan alasan akan mencari makan di kantin rumah sakit..
"Rian,kamu temani Naura dulu karena saya mau makan siang sebentar di kantin rumah sakit ini .. Perintah Leon diangguki Rian
Pintu ditutup oleh Leon dari luar,,namun ia belum juga beranjak malah menyenderkan kepalanya di dekat pintu ruangan itu...
Terdengar tawa Naura dan juga Rian,,entah kenapa Leon merasa tak suka mendengarnya...
Arghhhh... Leon mengacak rambutnya frustasi,ia pun meninggalkan kamar Naura menuju kantin
*Sedangkan di ruangan Naura...
"Hai gadis gimana kondisi loe,,
"ya seperti yang loe lihat gue baik-baik aja,,santuy lah gue kan setrong*... Jawab Naura sambil cengengesan
Pletak... Rian menjentik kening Naura...
Awww...Rengek Naura sambil mengusap kening yang sakit
"Dasar cewek aneh,masih aja bisa goyun padahal tadi di ruang ICU hampir koit,, Begitulah bahasa Rian kalo sudah ngobr dengan Naura
"*Emang iya apa???
"ya iyalah, parahnya lagi waktu loe koma,,kata dokter loe manggil-manggil nama tuan Leon dan percaya atau tidak setelah tuan Leon masuk ke ruang ICU beberapa saat kemudian loe langsung sadar,,magic banget gak sih*...? Cerocos Rian tanpa jeda..
"*Ah masa iya,ko gue gak ingat apa-apa ya??
"Ya iyalah loe mana inget,,loe kan lagi koma,,ehh bentar deh bentar... ko gue nyium bau-bau orang kasmaran yaa,,coba deh loe liar banyak love bertebaran haha*... Goda Rian sambil terkekeh
"Love love paan si loe,,gak ngerti gue...Elak Naura
"*udah deh loe itu gak usah so nyembunyiin sesuatu dari gue..Naura Putri Maulida,kita tuh kenal bukan hanya sebulan dua bulan,,jadi gue udah tau kalo loe ada sesuatu dengan tuan muda... ahh ya bahkan dokter Jimmy itu Kak Jim loe yang selalu loe banggain dulu kan,,ngaku deh loe udah skakmat juga...
Naura* pun kehilangan kata-kata.. mau tak mau ia pun mulai menceritakan awal mula perasaan pada tuannya itu mulai tumbuh...
Rian hanya mampu berdecak saat mendengar pengakuan Naura...
__ADS_1
"Cinta loe salah Ra,,bagaimana pun kondisi rumah tangga tuan,tetap saja statusnya masih syah suaminya nona Miranda..Dan gue minta loe buang jauh-jauh perasaan terlarang loe itu,,Ra..gue tuh sayang sama loe sebagai seorang sahabat,,jadi gua gak mau loe sakit hati... Nasehat Rian membuat Naura menangis di pelukannya