Mencintamu Dengan Caraku

Mencintamu Dengan Caraku
Pulang Kampung


__ADS_3

Setelah kurang lebih 3 mingguan Naura tinggal di Bandung,akhirnya ia mendapatkan pekerjaan walaupun hanya sebagai waiters di salah satu rumah makan sederhana,namun ia bersyukur karena sudah bisa menghasilkan uang untuk menghidupi dirinya sendiri.


Ia pun berencana untuk mencari tempat tinggal setelah uang yang terkumpul di rasa cukup,mengingat saat ia pergi meninggalkan Jimmy ia tidak membawa sepeser pun uang Jimmy bahkan kartu ATM yang Jimmy kasih pun ia tinggalkan.


Beruntung ia masih memiliki sedikit tabungan untuk bekal hidup nya selama menumpang di rumah Rian.


Seperti biasa Naura setiap pagi berangkat ke resto menumpang bersama Risa yang memang selalu menggunakan motor metic kesayangannya saat ke sekolah.


Itu pun saat Naura mendapat shif pagi,tapi saat ia mendapat shif malam,Naura akan menaiki angkot saat akan berangkat kerja.


Ya,memang resto tempat Naura bekerja selalu buka hingga tengah malam,meskipun terbilang sederhana namun resto tersebut cukup ramai,hingga para waiters nya pun bergantian shif.


Hari ini Naura mendapat shif malam,dari rumah Rian ia berangkat sekitar pukul 14.00 satu jam lebih awal dari jam kerja nya.


"Bu,Naura pamit ya?"


"Iya neng,hati hati di jalan nanti pulang biar di jemput sama Rian saja!"


"loh,memangnya hari ini Rian pulang bu?"


"Iya barusan dia telpon ibu katanya hari ini dia pulang dan sekarang sedang dalam perjalanan."


"Tidak usah lah bu,biar Rian istirahat saja pastinya melelahkan perjalanan Jakarta Bandung kan lumayan bu..."


"Gak apa apa ko neng,lagian Rian bilang dia pulang bawa mobil bos nya jadi bisa santai dalam perjalanan tidak terlalu capek."


"Hem ya sudah terserah ibu saja,Nau pamit assalamualaikum"


"Walaikumsalam..."


Setelah Naura berangkat kerja,bu Wati pun melanjutkan kegiatan nya memotong motong sayuran untuk ia masak sore nanti menyambut kepulangan anak tercinta nya itu.


Beberapa jam kemudian terdengar bunyi klakson mobil di depan rumah bu Wati,Risa yang memang sedang memainkan hp di kamarnya pun melihat ke luar dari balik jendela.

__ADS_1


"A rian? " ucapnya sambil berlari keluar dari kamar untuk menghampiri kakak nya itu.


Sementara bu Wati sudah berada di teras rumah menyambut kepulangan anak laki laki nya itu.


"Assalamualaikum bu,ibu sehat?"


"Walaikumsalam,alhamdullillah ibu sehat a,ayo masuk atuh kita ngobrol di dalam ajah"


Saat Rian masuk ke dalam rumah,Risa dengan agresif nya langsung berhambur memeluk kakak nya yang memang jarang pulang itu.


Bisa di bilang dalam setahun Rian hanya 2 atau 3 kali pulang kampung,itu pun kalau ibu nya sakit atau ada keperluan mendadak.


Kalau tidak,ia hanya akan pulang saat cuti lebaran saja mengingat Rian memang tulang punggung keluarganya,itu lah sebab nya ia harus banting tulang demi ibu dan sekolah adik satu satu nya.


"Hei hei siapa ini main peluk aja?"


"ihhh aa masa gitu sama adek nya sih,,Ica marah nih?"Jawab Risa merajuk,Ica itu panggilan sayang Rian pada Risa.


"Eh mana oleh oleh a,Ica mauuuu..."Risa kembali memeluk manja kakak nya itu


"Ini sayang,khusus aa belikan buat dede Ica tersayang" Ucap Rian menyerahkan satu buah paper bag besar pada adiknya


"Makasih aa.." Ucap Risa setelah mendapatkan oleh oleh dari Rian yang langsung ia bawa ke kamar nya.


"Kamu itu kebiasaan loh a,selalu memanjakan Risa hem.."


"Gak apa apa lah bu,dia kan adik satu satu nya aa jadi apa salah nya aa manjain hehe,oh iya ini buat ibu dan yang ini buat Naura. Oh ya bu Naura kemana,ko aa belum lihat dia dari tadi?"


"Oh si neng,dia kerja a bagian shif malem baru berangkat tadi menjelang sore."


"Hah kerja?dimana bu?"


"Itu loh a di resto ayam geprek di jalan Mohammad Toha itu,aa tau kan?"

__ADS_1


"oh iya tadi aa juga lewat situ,tau gitu mah tadi aa mampir bu.."


"Ya udah nanti jemput pas pulang kerja aja,tadi ibu juga udah bilang sama si neng kalau pulang nya biar di jemput aa,kasian kalau shif malam si neng suka pulang larut takut kenapa kenapa di jalan a."


"Siap bu,nanti aa yang jemput deh"


"Ayo makan dulu,ibu udah masakin pepes ikan mas kesukaan aa,ada sayur asem,sambal terasi sama lalapan nya juga"


"Wah asik,ayolah bu kita makan hehe"


Mereka bertiga pun makan bersama dengan begitu hangat,sesekali bu Wati juga menanyakan perihal masalah Naura dengan suami nya itu hingga membuat Naura pergi meninggalkan nya.


Mau tida mau Rian pun menceritakan sekedarnya,karena yang ia tau hanya sedikit dari cerita Naura sendiri.


"A,tadi pagi Ica teh nemuin ini di laci kamar."Risa menyerahkan sebuah amplop berisi kan surat dokter atas nama Naura yang melakukan cek up kehamilan.


Rian dan bu Wati pun terkejut saat mereka membaca isi dari surat dokter itu.


"bu,apa ibu juga tidak mengetahui kehamilan Naura?"


"Gak a,memang ibu lihat badan neng Naura semakin berisi ibu pikir karena si neng betah tinggal di sini jadi badannya gemukkan,eh tau nya malah hamil."


Setelah mendengar penjelasan ibu nya,Rian pun melirik Risa yang memang tinggal sekamar dengan Naura.Risa yang menyadari kakak nya tengah menatap ke arah nya pun angkat bicara.


"Ica juga gak tau aa sumpah!! yang Ica tau tiap pagi bangun tidur teh Naura teh suka mual mual dan kalau Ica tanya jawab nya masuk angin gitu doang a suer!!"


"A,,coba nanti kamu tanya baik baik ke si neng,kasih nasehat supaya memperbaiki hubungan dengan suami nya itu. apa pun masalah mereka, kasian anak yang belum lahir itu kalau harus di pisahkan dari ayah kandung nya sendiri.."Ucap bu Wati menasehati putra nya itu


"Iya bu nanti aa tanyakan ke Naura."


Acara makan pun mereka lanjutkan tanpa ada sepatah kata pun,mereka larut dalam pikiran nya masing masing..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2