
Pukul 03.00 dini hari Naura terbangun hendak melaksanakan shalat malam,,,ia tersenyum melihat Leon yang tidur nyenyak di sofa untuk pertama kalinya ..
Ternyata dia bisa juga tidur nyenyak di tempat seperti ini,gumam Naura
Naura turun dari tempat tidur untuk mengambil mukenah nya sambil segera bertayamum karena luka di kepala nya belum boleh terkena air...
Ia mulai beribadah dengan khusyuk di tepian tempat tidurnya...
Ya Rabb sang pemilik hati,ampunilah hamba Mu ini karena tak mampu menempatkan hati pada tempat yang semestinya. Tanamkanlah keikhlasan dalam hati hamba,tanpa rasa iri dengki dan jauhkanlah hamba dari godaan setan.. Sesungguhnya hamba mencintainya karena rasa yang Engkau tumbuhkan kepadanya,sebagai manusia biasa hamba pun pernah bermimpi dan berharap dia seutuhnya bisa jadi milik hamba,namun hamba sadar semua hanyalah mimpiku.. Engkau dzat yang maha membolak-balikan hati seseorang,jika masih bisa hamba memohon musnahkan lah rasa yang salah ini,agar hamba mampu membuka hati untuk seseorang yang juga mencintaiku karena Mu...
Namun bila semua rasa ini memang Kau takdir kan untukku,,hamba mohon kuatkan hati ini melihatnya berbahagia dengan orang lain,lapangkan dada ini untuk bisa mengikhlaskannya...Aamiin
Tanpa Naura sadari Leon sedari tadi sudah terbangun semenjak Naura turun dari tempat tidur hendak melaksankan ibadahnya,,Leon mendengar doa Naura sambil meneteskan air mata,ia tak menyangka Naura mencintainya sedalam itu...
Naura terus berdzikir sambil menunggu adzan shubuh tanpa beranjak dari sajadahnya...
Setelah selesai dengan urusan akhiratnya,,ia pun kembali merebahkan tubuh ke atas ranjang... Karena sebenarnya Naura belum boleh duduk terlalu lama,mengingat kondisi nya masih dalam tahap pemulihan.
Suara ponsel Leon menjadi alarm pertanda sangbmentari mulai menampakan sinarnya,Leon pun terbangun meraih ponsel untuk melihat siapa yang menghubungi nya di pagi buta seperti ini..
Leon mengkerutkan dahi saat melihat siapa yang menghubunginya..
Perlahan ia beranjak dari sofa lalu keluar dari ruangan itu untuk menerima panggilan.
Leon📞
Hallo...
Miranda📞
Sayang apakah aku mengganggu tidurmu??
__ADS_1
Leon📞
Tidak..tidak..ada apa sayang,pagi-pagi begini sudah menghubungiku,apa kamu mulai merindukan suamimu ini??
Miranda📞
Dasar narsis,,tapi itu salah satu nya sih. Oh ya aku dengar beberapa waktu yang lalu kamu hampir kena musibah,tapi malah Naura yang menyelamatkan mu,benar begitu mas?
Leon📞
Ya begitulah,aku merasa berhutang budi pada Naura
Miranda📞
Ya,aku pun harus berterima kasih atas pengorbanannya untukmu mas.. Tapi apa kamu sudah menyelidiki siapa dalang di balik musibah itu?
Leon📞
Miranda📞
Ya ampun... semoga segera ketemu orangnya,,udah dulu ya mas,titip ucapan terima kasihku buat Naura dan ya tunggu aku pulang ada kejutan spesial untukmu..
Sambungan telpon di matikan sepihak oleh Miranda tanpa peduli dengan rasa penasaran Leon..
Kejutan? Ah sudahlah lebih baik aku segera kembali,kasihan Naura sendirian..gumam Leon
Saat Leon kembali ternyata Naura tengah di periksa oleh dokter,
"*Selamat pagi dok,bagai mana kondisi Naura saat ini apakah ada kemajuan?
"Pagi tuan Leon,kalau yang menjaga nya semalaman seperti tuan Leon pasti semua pasien di rumah sakit ini pun akan langsung sembuh*..Goda dokter Risa
__ADS_1
"Anda berlebihan dok,saya hanya melakukan sewajarnya sebagai bentuk rasa terima kasih saya atas pengorbanannya...Sambil melirik ke arah Naura yang masih saja terlihat gugup saat bersama Leon
"Ya baiklah tuan Leon anda menang,,mengenai kondisi Naura alhamdullillah sudah sangat baik mungkin siang ini pun sudah diperbolehkan pulang,tapi ia masih tetap tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat-berat,meskipun nanti pulang dia masih harus banyak istirahat juga tetap menjaga pola makan,jangan berpikir terlalu keras,karena luka di kepala nya cukup terbilang fatal... jelas dokter Risa
"Benarkah dok,saya sudah diperbolehkan pulang? alhamdullillah,rasanya sudah bosan sekali berada di ruangan ini.. saya mulai merindukan tempat tidur saya yang sangat empuk hehe
Semua tertawa mendengar penuturan Naura..
Sore itu pun Naura kembali ke rumah Leon dengan di antar Rian yang sudah menunggu di parkiran rumah sakit...
Naura duduk di depan bersama Rian,sedangkan Leon duduk di belakang sambil sesekali curi-curi pandang terhadap Naura yang tengah berbincang dengan sekertaris nya...
entah mengapa ada rasa gak suka saat melihatnya tertawa karena orang lain,,,hah ada apa dengan hati ini...Batin Leon yang tak suka melihat Naura tengah tertawa dengan Rian..
Sepertinya perasaan Leon mulai tumbuh pada Naura,namun ia ego nya terlalu tinggi untuk mengakui kebenaran tersebut..
Mereka tiba di rumah Leon,Naura pun segera di antar oleh Rian menuju kamar nya karena ia masih harus banyak istirahat sesuai anjuran dokter...Sedang Leon duduk di ruang tamu masih berkutat dengan pikirannya..
"Tuan,mau saya buatkan kopi atau minuman dingin? Suara Rian menyadarkan Leon dari lamunan nya
"*baiklah buatkan saya kopi dan antar ke ruang kerja saya,oh ya apakah Naura sudah tidur?
"sepertinya sudah tuan,saat saya tinggal kemari ia hendak memejamkan mata..
"baguslah setidaknya saya harus memastikan kesembuhannya secara total sebagai bentuk rasa terima kasih padanya*...
Leon pun berlalu menuju ruang kerjanya... ia terus berpikir bagai mana harus bersikap di depan orang yang jelas-jelas memedam rasa yang amat sangat dalam terhadapnya dan ia pun terlanjur mengetahuinya....
Logika Leon berkata untuk menjauhkan Naura dari hidupnya,balas budi tak perlu dengan harus tinggal bersama kan? mungkin ia bisa menyewakan apartemen untuk Naura tinggal,juga pekerjaan lain untuknya..
Namun hatinya berkata lain,ia ingin tetap melihat Naura terus berada di sisi nya...
__ADS_1