
Sejak ditetapkan tanggal pernikahan mereka,Leon pun mengajak Naura untuk tinggal kembali di rumah lama nya.
Segala persiapan sudah mereka serahkan pada wedding organizer profesional yang sengaja Leon sewa untuk membuat pernikahan keduanya.
Meskipun Naura meminta agar pernikahan mereka di langsungkan sesederhana mungkin,tapi tetap saja keputusan akhir ada di Leon tidak akan bisa dibantah oleh siapa pun.
Siang ini Leon mengajak calon istri beserta putri kecilnya itu untuk melakukan fitting baju pengantin ke salah satu butik milik keluarga nya.
Sesampainya di sana,mereka di sambut hangat oleh manager butik langsung dan beberapa pegawainya...
"Selamat datang tuan muda?"sapa manager butik bernama Lisa
"hem..oh ya Lisa,perkenalkan ini Naura calon istri saya dan gadis kecil ini Alena putri kami..."jelas Leon tanpa merasa canggung sedikit pun memperkenalkan putri kandungnya meskipun Alena lahir sebelum kedua orang tua nya menikah.
Lisa beserta para pegawai lain saling pandang mendengar penjelasan tuan muda yang sangat jujur itu.
"Mari tuan,nyonya dan juga nona muda baju kalian sudah kami persiapkan sesuai arahan nyonya besar"ajak Lisa karena memang sebelum Leon sampai ke butik,mama Monica terlebih dulu memberikan intruksi pada pegawai nya itu.
Monica meminta Lisa menyiapkan gaun pengantin paling bagus di butiknya itu beserta gaun cantik untuk anak berusia sekitar 2 tahun lebih,Lisa pikir gaun kecil itu mereka siapkan untuk para keponakan saat acara nanti.
Setelah mencoba beberapa gaun Naura dengan Alena,Leon juga sudah mencoba jas nya,mereka pun memutuskan untuk meninggalkan butik karena Alena kecil merengek mengajak papa dan mama nya untuk bermain di taman yang terletak di tengah kota.
"Papa,Ena mau makan es krim di taman"rengek bocah berusia dua tahun itu
"Siap tuan putri,lets go..."balas Leon sambil mengangkat tubuh kecil putri nya kedalam gendongannya,sementara Naura hanya bisa menggelengkan kepala pasalnya setelah Alena tau Leon itu adalah ayah kandungnya,ia bersikap sangat manja pada papa nya itu
Tak berapa lama mereka pun sampai di taman kota,karena jarak dari butik ke taman lumayan dekat.
Alena kecil turun dari mobil sambil berlarian,ia terlihat sangat bahagia saat bermain di taman.
"Hei hati hati sayang,kebiasaan deh suka lari larian,,kalau jatuh gimana?"teriak Naura melihat kurcaci nya itu tengah berlarian ke sana kemari karena kegirangan
"Sudahlah sayang,biarkan ia menikmati waktu bermainnya... Ayo kita susul putri kecil kita..."ajak Leon sambil menggenggam tangan Naura,mereka memilih duduk di bangku taman sambil melihat Alena tengah main dengan anak sebaya nya.
"Nau ...?"bisik Leon membuat Naura menengok ke sebelahnya
"Apa kak?"jawab Naura
__ADS_1
"hem..masih saja panggil kakak,beberapa hari lagi kita kan mau nikah,lagian udah ada anak juga gak enak kalau Alena denger panggilan kita kaya gitu."ucap Leon
"Terus?"
"Gimana kalau panggil papa sama mama aja ngikutin Alena?"usul Leon
"Emm...oke papa hehe"goda Naura sambil menyenderkan kepala di bahu nya Leon
"Terima kasih,karena mama mau mempertahankan Alena dan merawatnya sampai sebesar ini! Maafkan papa karena ketidak pekaan papa membuat kalian menderita selama ini"ucap Leon sambil mencium punggung tangan Naura
"Tidak perlu berterima kasih sayang,,dulu aku berniat membesarkan Alena sebagai bukti ketulusan cintaku untuk mu,karena tak pernah terbesit sedikit pun dalam benak ku kita akan hidup bersama seperti ini"jelas Naura sambil meneteskan air mata haru
"Aku hanya berpikir,meskipun aku tak bisa memilikimu setidaknya masih ada buah cinta mu yang kamu titipkan di rahimku"tambah Naura membuat Leon tersentuh dan ikut meneteskan air mata
"Ahh sudahlah sayang,yang lalu biar berlalu yang terpenting sekarang kita bertiga bisa hidup bersama dan aku berjanji akan menjaga kalian dengan segenap jiwa dan raga ku..."ucap Leon sambil menghapus air mata Naura
Di saat kedua orang tua nya tengah menangis haru,tiba tiba Alena kecil berlari ke arah mereka untuk mencairkan suasana.
"Papa mama,Ena mau es krim itu..."rengeknya sambil menunjuk pada tukang es krim yang berada di sebrang jalan
"Gak mau! Ena mau nya es krim itu mama..."jawab Alena masih dengan rengekan nya
"Sudahlah sayang biarkan sekali ini saja,oke tuan putri biar papa yang belikan,kamu tunggu di sini sama mama ya?"ucap Leon membuat Alena mengembangkan senyumnya
"Asik,,makasih papa ganteng..."
Naura pun kembali menggelengkan kepalanya melihat kepergian Leon menuruti keinginan putri mereka.
Namun saat Leon hendak menyebrang jalan,ada mobil yang melaju sangat kencang menuju ke arah Leon dan Naura yang melihat mobil itu langsung berlari menghampiri Leon meninggalkan Alena kecil yang tengah duduk di bangku taman.
"Leon awas!!!!!!!!!!!!!!"teriak Naura sambil mendorong tubuh Leon sekuat tenaga nya dan Brughhhh suara hantaman terdengar sangat keras
Terlihat dua orang tergeletak di pinggir jalan,ya mereka adalah Naura dan Leon.
Leon yang terlempar ke sebrang jalan pun,terbangun sambil memegangi pelipisnya yang terbentur batu kecil.
Ia mengedarkan pandangannya pada kerumunan orang Deggg ia baru ingat bahwa tadi ia hampir tertabrak oleh mobil namun ia merasa seseorang mendorong nya hingga terpental ke sebrang jalan.
__ADS_1
Leon belum menyadari bahwa yang mendorongnya tadi adalah Naura,ia pun berdiri di bantu salah seorang yang memang ada di tempat kejadian.
Leon pun mendekati kerumunan orang di sana,betapa kagetnya saat ia melihat Naura terkapar dengan bersimbah darah,saat itu Leon menyadari bahwa Naura lagi lagi menyelamatkan nyawa nya.
Ia seperti dejavu,karena dulu Naura pun pernah melakukan hal yang sama...
"Nau,bangun sayang Naura?tolong panggilkan ambulan"teriak Leon
"Naura kenapa kamu selalu saja mengorbankan nyawa mu untuk ku hiks"ucap Leon sambil menangis
"papa...uhuk uhuk"ucap Naura terbata
"Sayang,Naura,mama kamu harus bertahan mah! demi papa dan juga Alena!"
"Pah,mama titip Alena tolong jaga dia dengan baik uhuk uhuk..."ucap Naura lagi
"Tidak mah,kamu akan baik baik saja!! kenapa kamu selalu berkorban untuk papa mah?!"
"Karena inilah cara mama mencintai papa,dengan selalu memastikan kebahagiaan dan keselamatan papa,uhuk uhuk pa aku mencintai kalian ..."ucap Naura sebelum menutup mata
"Nau bangun Nau,,NAURAAAAAAAAAA"
.
.
.
.TAMAT
**Cerita Naura dan Leon season satu berakhir di sini guys...terimakasih atas suport kalian selama ini pada author yang masih banyak belajar ini.
Insya Allah jika banyak respon positif dan juga banyak poin yang kalian berikan,author akan membuat season dua nya.
Dan saat ini author juga sedang mempersiapkan cerita baru,semoga dapat di terima..
Thanks all 🙏🤗😘**
__ADS_1