
Hari ini hari selasa,dimana beberapa hari lagi Naura akan berganti status menjadi nyonya Jimmy,,ia pun berniat meminta izin pada calon suaminya itu untuk berkunjung ke panti asuhan tempat Naura di besarkan...
"Kak,,aku boleh izin ke panti gak? sekedar melepas rindu sekalian ngasih undangan buat ibu panti"ucap Naura menatap Jimmy sambil tersenyum..
"Ayo...kakak anterin?" Jimmy bergegas bangun untuk mengambil kunci mobil,namun Naura mencekal tangannya...
"Kak...boleh gak Nau pergi nya sendiri aja,,sebelum Nau benar benar jadi istri kakak,Nau pengen punya waktu untuk diri Nau sendiri,boleh ya kak?" kata Naura sedikit manja
"Hem..bener nih gak mau kakak temenin? tar kalau ada yang nyolek calon istri kakak ini gimana,,,?" goda Jimmy
"ihhh apaan sih kak,di kira Nau sabun apa maen colek colek aja" bantah Naura sambil merajuk
"hahaaa... ya udah gih sana pergi,tapi nanti pulang nya kakak jemput dan tidak ada penolakan,oke!"
"Siap boss!" sambil hormat ala tentara..
Naura bersiap ke kamar untuk ganti baju sedangkan Jimmy masih duduk di ruang keluarga sambil senyum senyum sendiri..
Ya Allah semoga Naura benar benar sudah membuka hati nya untuk ku aamiin...batin Jimmy
Setelah rapi Naura pun berpamitan pada Jimmy dan tak lupa pada calon mertuanya yang tak lain adalah kedua orang tua Jimmy...
"Mah,pah,kak Jims,Nau pamit dulu ya assalamualaikum... " sambil mencium tangan kedua orang tua Jimmy,namun mama Jimmy menahan tangan Naura sambil tersenyum..
"Ko manggilnya masih kakak,,ganti donk hanya tinggal menghitung hari kalian kam resmi jadi suami istri..."goda mama Jimmy..
"Terus manggil nya apa dong mah,," kata Naura malu malu
Jimmy yang melihat wajah Naura merona pun merasa sangat bahagia,ia yakin bahwa kali ini Naura benar benar telah membuka hati untuk nya..
"Mas...iya mas aja gimana Jims?" Goda papa Jimmy
"Jims gimana nyaman nya Naura aja pah,mah.." jawab Jimmy sambil tersenyum penuh pesona..
Naura yang malu malu pun menimpali.."mas,Nau pamit dulu ya.." sambil lari karena malu,sedangkan mereka yang menyaksikan hanya bisa tertawa melihat tingkah malu malu calon manten itu,tak terkecuali Jimmy yang benar benar di liputi kebahagiaan...
.
.
.
.
Leon yang tengah sibuk dengan urusan kantor pun tiba tiba menghentikan kegiatan nya tatkala mendapat pesan dari informan yang ia tugas kan untuk memantau Naura bahwa hari ini Naura ke luar rumah sendirian tanpa di kawal oleh Jimmy maupun orang tuanya... Pasalnya semenjak mereka bertunangan Naura tidak pernah keluar rumah tanpa pengawalan mengingat Jimmy yang sangat takut Leon melakukan sesuatu pada Naura untuk membatalkan pernikahan mereka yang tinggal menghitung hari itu...
Bos..target keluar sendiri tanpa pengawalan,menurut info beliau hendak menuju panti asuhan kasih bunda...
Begitulah kiranya isi pesan dari informan tersebut...
Leon tersenyum kemudian bangkit keluar ruangan,di lihat nya Rian sudah berdiri tegap saat mengetahui pintu ruangan tuannya terbuka lebar...
__ADS_1
"*Yan,batalkan semua jadwal meeting hari ini dan kamu boleh pulang lebih awal..mobil biar saya yang bawa!"
"tapi tuan hendak pergi kemana biar saya antarkan saja?!"
"Tidak usah,kamu pulanglah saya ada urusan pribadi,ingat tidak ada bantahan*!" ancam Leon dan Rian pun hanya bisa menganggukkan kepala pasrah...
Sebenarnya tuan mau kemana sih? gumam Rian selepas kepergian tuan nya itu...
Di panti asuhan...
Usai puas Naura bermain bersama anak anak panti,ia pun bergegas menghampiri ibu panti untuk menyerahkan undangan...
"*Alhamdullillah kamu akhirnya bertemu jodoh mu juga nak,,semoga kalian bahagia dunia hingga akhirat..." doa dari bu Fatimah selaku pengurus panti..
"Iya bu alhamdullillah,,Nau harap ibu beserta adik adik berkenan hadir menyaksikan momen sakral kami..." ucap Naura
"Pasti nak,,ibu akan hadir di hari bahagia mu,sekali lagi selamat Naura"
"Makasih bu,ya udah Nau pamit ya bu gak enak kelamaan pergi..."
"Ayo nak,mari ibu antarkan ke depan*" Naira mengangguk ia pun sampai di depan panti hendak mencari taksi...
Tanpa ia sadari,Leon sedari tadi menunggu nya di dalam mobil dan sekarang mengikuti taksi yang Naura tumpangi...
"Pak ke pantai XX ya.." ucap Naura pada sang supir taksi
"baik non..."jawab supir
Ternyata kamu sedang merindukan aku sayang...gumam Leon dalam mobil nya..
.
.
.
.
Jarak antara pantai dengan panti asuhan memang tidak terlalu jauh,hanya sampai 20 menit kurang Naura telah tiba di tempat indah nan sejuk di iringi deru ombak dengan angin yang bertiup sangat kencang...
Naura yang baru turun dari taksi pun tak henti tersenyum menatap indah nya laut biru di hadapan mata nya itu..
"*Subhanallah,,tempat ini masih sama selalu bisa menenangkan hati ku" Gumam Naura
"Iya,kenangan kita pun tak akan pernah terhapus kan" Ucap Leon dari belakang sukses membuat Naura terkejut sambil menengok...
"Ka..kak Leon*?!"
"Kenapa sayang,apa segitu terkejut nya kamu melihat kehadiran ku? atau kah kamu memang tidak merindukan ku?"
Leon berjalan mendekati Naura,namun sebaliknya Naura semakin berjalan mundur hendak menghindari Leon.. Namun gerakan Naura kalah cepat dengan tangan Leon yang menarik tangan Naura hingga tubuh nya pun jatuh dalam pelukan Leon...
__ADS_1
"*Lepasin aku kak,nanti ada yang melihat."
"tidak Nau,biarkan seperti ini sebentar saja sebelum kamu benar benar menjadi milik orang lain*.."pinta Leon sambil meneteskan air mata nya..
Naura yang terkejut karena rambut nya terasa basah pun mendongak kan kepala nya untuk melihat Leon yang tenyata tengah menangis,,ia melepas pelukan Leon lalu mencakup kedua pipi Leon dengan tangan nya..
"kak,,kakak nangis?
Leon hanya diam sambil menatap mata Naura tanpa berniat menjawab pertanyaan itu..
"kak,jawab aku kenapa kakak nangis?" Naura yang tidak tega melihat Leon menangis pun ikutan meneteskan air mata,sedangkan Leon yang melihat Naura ikut nangis pun kembali memeluk Naura dengan erat..
Mereka berpelukan dengan erat tanpa ada sepatah kata pun,seakan waktu berhenti berputar...
Setelah cukup lama mereka berpelukan dalam tangis,,Leon pun melepas pelukan nya itu memegang bahu Naura sambil menatap sendu mata Naura yang masih berkaca kaca itu..
"Nau,,untuk hari ini saja aku mohon kita lupakan semua beban semua masalah diantara kita,untuk hari ini hanya ada kita berdua,aku mohon Nau untuk yang terakhir kali sebelum kamu benar benar di miliki dia,izin kan aku menghabiskan seharian ini denganmu hanya kita di tempat ini tempat yang amat sangat kita sukai,please Nau?" Ucap Leon memohon pada Naura..
Naura yang tidak tega melihat tatapan sendu Leon saat memohon pun akhirnya mengangguk kan kepala tanda ia menyetujui permintaan Leon...
"Makasih Nau makasihhhhhh" teriak Leon sambil berlari ke tepian pantai dengan tangan menggenggam tangan Naura...
Mereka pun akhirnya menghabiskan waktu berdua bermain di pantai,makan bersama,tertawa,bercanda bagaikan sepasang kekasih hingga hari mulai gelap,dengan Leon yang tidur di pangkuan Naura,mereka benar benar melupakan segala nya hanya ada mereka berdua...
"*Nau.."
"hem.."
"terima kasih untuk satu hari yang indah ini"
"sama sama kak,,aku harap setelah ini kita akan memulai hidup kita yang baru dengan pasangan kita masing masing... semoga kakak bahagia dengan keluarga kecil kakak yang sebentar lagi menjadi lengkap dengan hadirnya buah cinta kalian.."
"Thanks Nau,,kamu pun begitu,harus bahagia bersama Jimmy dan kalau dia berani macam macam sama kamu,jangan segan untuk cerita ke kakak,biar kakak beri dia pelajaran oke! satu hal lagi,,kakak minta kita bisa menjadi teman yang selalu ada satu sama lain untuk saling mendukung dalam suka maupun duka"
"kakak tenang aja,,sampai kapan pun Nau selalu anggap kakak sebagai saudara kandung Nau sendiri,,,meski kita gak bisa bersama sebagai pasangan setidaknya kita masih bisa berteman kan*!"
Mendengar penuturan Naura disertai isak tangis,,Leon pun kembali memeluk Naura hingga mereka sama sama hanyut dalam tangisan...
"Maafkan aku kak,aku akan selalu mencintaimu..."Gumam Naura pelan namun masih terdengar oleh Leon,membuat Leon tersenyum namun tak berkata apa pun..
"Aku pun akan selalu mencintaimu Naura Putri Maulida,mungkin tidak sekarang tapi di kehidupan yang akan datang,aku janji gak akan pernah melepaskan mu..." Batin Leon
.
.
.
.
Deburan ombak serta desiran angin pantai menjadi saksi kisah cinta dua insan yang tak mungkin memiliki...
__ADS_1
Next>>>>