Mencintamu Dengan Caraku

Mencintamu Dengan Caraku
Masih tetap sama


__ADS_3

Sudah hampir 3 hari Naura di rawat,namun Leon maupun Jimmy tak pernah datang lagi setelah hari itu.. Hanya Rian yang sesekali menyempatkan diri untuk menjenguk sahabatnya itu...


Malam itu dalam ruang perawatan Naura tengah menikmati makan malamnya ditemani Aida yang duduk di samping Naura sambil mengupas buah apel..


Ceklek...


Pintu terbuka sontak membuat dua gadis itu menoleh,,,


"*bagaimana kabarmu hari ini Naura,,


Leon* menghampiri Naura sambil menaruh bunga yang ia bawa ke dalam pas...


Aida yang mengerti situasi saat itu langsung berpindah tempat ke arah sofa,mempersilakan Leon untuk duduk di samping Naura...


"alhamdullillah saya merasa lebih baik tuan,terima kasih atas perhatian anda... Naura menundukan pandangannya


"*Syukurlah,,aku sedikit lega mendengarnya..


Leon* pun berbalik menatap Aida yang sedari tadi menjadi pendengar setia..


"*Nona...?


"Ah saya Aida tuan,, sahabat Naura... Jawab* Aida sambil sedikit membungkukan badan


"baiklah terima kasih kamu sudah menjaga Naura beberapa hari ini pasti sangat melelahkan,sekarang kamu boleh pulang untuk istirahat karena malam ini dan seterusnya saya yang akan menjaga Naura...


Mereka berdua pun sontak membulatkan mata,,,lalu Aida menatap Naura seolah meminta izin untuk pulang dan Naura yang mengerti pun segera mengedipkan mata pertanda mengizinkan sahabatnya pulang..


Karena Naura tau betul,selama hampir tiga hari ini sahabatnya itu menjaga Naura pasti sangat melelahkan jadi dia pikir lebih baik sahabatnya pulang dulu mengingat kondisinya yang berangsung membaik...


Aida pun berpamitan pada Leon juga Naura menuju parkiran rumah sakit,karena Leon bilang Rian telah menunggunya untuk mengantarkan Aida pulang...


Sepeninggalnya Aida suasana ruangan di mana Naura di rawat terasa sangat canggung,tidak ada sepatah kata pun dari mereka berdua...


Naura mengalihkan pandangannya kesamping kiri,karena sudah tidak sanggup menyembunyikan rona wajahnya mengingat malam ini ia hanya berdua dalam satu ruangan dengan orang yang akhir-akhir ini membuatnya tak bisa tidur nyenyak...


Sedangkan Leon terus saja menatap Naura dalam diam...


"Nau..

__ADS_1


"*Tuan...


Ucap* mereka bersamaan,ternyata mampu mencairkan suasana,terbukti dengan hal sepele itu mereka sedikit tertawa ..


"*Silakan tuan duluan,,


"tidak..tidak..Leadies first...


"Anu..tuan maaf kalau saya lancang,,tapi lebih baik tuan pulang untuk beristirahat karena saya sudah baikkan mungkin beberapa hari lagi sudah dibolehkan pulang,saya bukan anak kecil yang harus terus di jaga*... Ucap Naura sambil tersenyum sungkan pada Leon


"*kamu berani ngusir saya???


"bukan itu maksud saya tuan,,saya amat sangat berterima kasih atas kemurahan hati tuan karena sudah menyempatkan waktu di sela kesibukan tuan untuk menjenguk saya.. Namun saya tidak mau merepotkan tuan,apalagi sampai menemani saya di rumah sakit..saya takut tuan tidak merasa nyaman*.. Jelas Naura sedikit gugup


"kamu itu sudah menyelamatkan nyawa saya,,jadi apa salahnya jika saya membalas kamu dengan MENJAGA kamu di sini... Balas Leon dengan penuh penekanan


Naura pun tak mampu lagi berkata,ia hanya pasrah jika semalaman ini ia akan satu ruangan dengan orang yang sangat ia cintai..


Ada apa dengannya,kenapa seakan memberi harapan padaku,padahal jelas-jelas ia telah beristri .. ini sebuah kesalahan,ya ini salah,cepatlah sadar Naura bangun dari mimpimu,ikhlaskan ia bahagia dengan pasangannya..Suara hati Naura


Malam semakin larut,tidak ada yang mereka bicarakan masing-masing hanya saling diam dengan Naura yang pura-pura memejamkan mata begitu pun Leon sedari tadi hanya memainkan ponsel tidak jelas...


Banyak sekali hal yang ingin Leon tanyakan pada Naura,,namun entah mengapa seumur hidupnya baru kali ini ia merasa takut bahkan sangat gugup di hadapan seorang wanita,bahkan hanya wanita biasa seperti Naura..


"Em..Naura,saya tahu kamu belum tidur,jadi jangan pura-pura tidur.. Suara Leon membuat Naura mau tidak mau membuka mata


"eh tuan hehe maafkan saya tuan,,jawab Naura sekena nya sambil tersenyum kaku mendapat tatapan tajam dari Leon


"Ada satu hal yang sangat mengganggu saya beberapa hari ini,,,saya harap kamu menjawab dengan sejujur jujurnya,karena kamu tahu? saya paling benci di bohongi...!!! Tegas Leon..


*Apa yang mau dia tanyakan sih,kenapa perasaanku jadi gak enak gini...batin Naura


"Silakan tuan,sebisa mungkin saya akan menjawab dengan jujur karena saya pun paling tidak suka saat di bohongi*... Jawab Naura dengan sangat percaya diri


"*Saat kamu koma,saya mendengar kamu mengatakan sesuatu kepada saya,apa kamu mengingatnya...?


Naura* pun memejamkan mata mencoba mengingat kembali apa yang pernah ia ucapkan saat tak sadarkan diri,,namun naas ia sama sekali tidak mengingatnya..


"*Maaf tuan,saya benar-benar tidak ingat. Apa saya berkata kurang ajar pada tuan? ataukan saya menjelek-jelekan tuan? Kalau memang benar seperti itu,saya mohon ampun tuan,saya tidak bermaksud...

__ADS_1


Jelas* Naura sambil tertunduk menyembunyikan mata yang mulai berkaca menahan tangis


"Apa kamu benar-benar lupa atau sengaja pura-pura lupa?! Bentak Leon membuat Naura tak mampu lagi menahan air mata


Dengan isak tangis Naura kembali menjelaskan..


"Saya berani bersumpah tuan,,saya sama sekali tidak mengingatnya huhu... Tangis Naura pecah membuat Leon sedikit luluh karena tidak tega


"Sudahlah...hapus air mata mu dan maafkan saya tadi sempat membentakmu... Ucap Leon sambil memberikan tisu untuk Naura


"Jadi apakah tuan mau memberi tahu saya tentang apa yang saya katakan saat itu,,, Dengan rasa penasaran Naura memberanikan diri untuk bertanya


Leon pun menatap Naura dengan sangat dalam sambil menghela nafas ia pun menjelaskan semuanya,Naura sangat terkejut saat mengetahui dalam keadaan tidak sadar ia menyatakan perasaannya pada Leon ..


Air mata Naura kembali menetes bahkan semakin deras,entah karena ia malu ketauan mencintai bos nya sendiri atau kah ia mulai sadar akan posisinya...


"jadi sejak kapan kamu mulai mencintai saya,Naura??Jawab dengan sejujurnya!!! Tanya Leon dengan tegas


"Maafkan saya yang bodoh ini,rasa itu tumbuh tanpa di minta,tanpa saya bisa memilih akan pada siapa rasa itu hadir tapi saya janji perasaan saya tidak akan merusak hubungan tuan dengan nona muda,,tidak akan menuntut apa pun pada tuan,karena saya sadar akan posisi saya.. Kita tidak akan pernah bisa bersatu karena saya dan tuan hidup dalam dunia yang berbeda...


Kejujuran Naura berhasil membuat Leon tak mampu berkata-kata,,seulas senyum terukir di bibirnya...


"*Baiklah Naura,kejujuran kamu saya terima dan saya maafkan tapi tetap akan ada hukuman untukmu...


"saya bersedia menerima apa pun hukuman yang akan tuan berikan,tapi satu hal jangan pernah meminta saya pergi dari rumah tuan,saya bersedia melakukan apa pun asal tetap berada satu atap dengan tuan,saya hanya ingin memastikan kebahagiaan tuan,karena sejatinya cinta yang suci tidak harus memiliki,tanpa meminta balasan,hanya dengan melihat orang yang di cintai bahagia itu sudah cukup*...


Sekali lagi Leon di buat takjub dengan permintaan Naura,,,


Sedalam itukah rasamu padaku Naura,tapi sayangnya kamu datang di saat yang tidak tepat... Batin Leon


"Kamu sungguh akan terus berada di dekat saya,walau pun harus melihat kemesraan saya dengan Miranda,apa kamu yakin?? Naura,saya sangat tersanjung dengan semua pengorbanan kamu bahkan nyawa pun kamu rela korbankan untuk saya,tapi maaf Naura saya tidak bisa menjanjikan apa pun pada mu,,karena cintamu hadir di waktu yang salah.. Bukan karena perbedaan kasta atau semacamnya,melaikan cintamu hadir disaat saya telah mengikat janji suci dengan Miranda..Dan kamu tau,prinsip hidup saya adalah menikah itu sekali seumur hidup,meskipun kamu tau sendiri seperti apa sikap Miranda terhadap saya,tapi tak pernah terbesit dalam pikiran saya untuk menduakan nya kecuali nanti ia sendiri yang menghianati saya di depan mata kepala saya sendiri...


Jelas Leon panjang lebar berharap Naura jera akan perasaannya,namun kenyataanya malah sebaliknya Naura makin yakin dengan cintanya meskipun tak akan pernah terbalas..


"Jangan pernah sekalipun tuan merasa terbebani dengan perasaan saya,,anggap saja tuan tidak pernah tau akan hal ini,,biarlah rasa ini menjadi milik saya,tanpa mengharapkan balasan..


"baiklah jika itu mau mu,,saya akan tetap mempertahankan kamu berada di sisi saya karena bagai mana pun saya berhutang budi pada mu... sekarang lebih baik kamu istirahat Nau..selamat malam...


Pembicaraan mereka pun berakhir,Leon pindah ke sofa untuk merebahkan diri dan Naura pun mencoba memejamkan mata dengan pikiran yang entah melayang kemana..

__ADS_1


Leon,semoga dengan kamu mengetahui perasaanku tidak akan merubah apa pun, rasa ini milikku akan selamanya jadi milikku...karena mencintaimu adalah kesalahan terindah dalam hidupku..


Selamat malam..gumam Naura pelan namun masih bisa terdengar oleh Leon...


__ADS_2