Mencintamu Dengan Caraku

Mencintamu Dengan Caraku
Kejujuran Naura


__ADS_3

Seperti yang dikatakan bu Wati,malam itu Rian menjemput Naura di tempat kerjanya.


Rian menunggu di depan resto tanpa berniat masuk sama sekali,pikiran nya masih berkutat seputar kehamilan Naura.


Naura yang sudah keluar dari resto bersama teman teman nya pun terkejut melihat ada seorang pemuda tengah bersandar pada dinding resto mereka sambil melamun.


"Rian???"Ucap Naura membuat dua teman nya itu menoleh kearahnya,sedangkan Rian tersenyum menatap kearah Naura.


"Kamu teh kenal sama cowok ganteng itu Nau?"tanya Siti salah satu teman kerja Naura


"Atau jangan jangan dia teh suami kamu ya Nau,ayo ngaku aja sama kita,iya gak Ti?timpal Indah satu lagi teman kerja yang dekat dengan Naura.


"Eh bukan,dia itu kakak nya Risa yang sering nganterin aku itu loh dan dia juga sahabat aku!"


Mereka pun ber'oh ria,sambil pergi meninggalkan Naura.


"Ya udah atuh kita teh pamit pulang duluan ya,kamu kan udah ada yang jemput"


"Hem hati hati sampai ketemu besok ya Indah ,Siti..."


Setelah kepergian dua teman nya itu,Naura pun menghampiri Rian.


"Hei,sejak kapan loe di sini Yan?"


"Dua tahun yang lalu"jawab Rian ketus.


"Wadaw...biasa aja dong jawabnya,yu balik ah udah capek gue!"


"Tunggu Ra,ada sesuatu yang mau gue pastiin ke loe"


"nanti aja di rumah gue benar benar capek Rian!"


"Gak Ra,kalau di rumah gue takut loe gak berani jujur karena ada ibu dan juga Risa."


Mendengar penuturan dari Rian membuat Naura penasaran,hal apa yang akan Rian pastikan sampai sampai ia tak ingin keluarga nya sampai tau.


"Ya udah yuk ke belakang resto,di sana ada taman yang cukup nyaman buat kita bicara."ajak Naura sambil berjalan ke arah taman diikuti Rian


Sampai di taman,Naura mengajak Rian duduk di bangku taman yang terbilang cukup nyaman untuk mereka bicara.

__ADS_1


"Jadi,apa yang mau loe pastikan? kalau tentang rumah tangga gue,jangan harap loe dapat jawaban dari gue,ya lo tau sendiri lah tanpa harus gue jelasin."


"Huh,belum juga gue nanya loe udah suudzon aja orang!"


"Lah terus???"tanya Naura semakin penasaran


"Jelaskan!!!"tegas Rian sambil menyerahkan surat keterangan dari dokter.


Seketika wajah Naura pucat pasi,seharusnya ia bisa memperkirakan semua akan segera terungkap mengingat kehamilan nya tiap bulan akan semakin kelihatan,dia tak akan mampu menutupi nya lagi.


"Gue hamil,iya emang gue hamil terus masalahnya apa dengan loe Rian?!"jawab Naura enteng,ia pikir Rian tidak akan curiga bahwa itu anaknya Leon


"Anak siapa hah?!"


"Kenapa dengan pertanyaan loe Rian?! gue yang hamil ya jelas aja anak gue terus anak siapa lagi hah?"Naura menjawab dengan penuh penekanan


"Argh...maksud gue siapa ayah dari anak ini?Jimmy atau Leon?!"


Deg,mendengar pertanyaan Rian kali ini membuat Naura terkejut sekaligus ketakutan,


"Jawab Ra!!!"


"Oke,gue anggap diam nya loe sebagai jawaban bahwa anak ini bukan darah daging dokter Jimmy,benarkah?"


Tangis Naura semakin pecah saat Rian mengatakan bahwa anak yang ia kandung bukan anak Jimmy,sedangkan Rian bagaimana pun ia tidak akan pernah tega melihat sahabat nya itu menangi di hadapannya.


Rian pun menarik Naura kedalam pelukannya,sambil perlahan ia meminta kejujuran dari sahabatnya itu.


"Ra,cerita ke gue yang sebenar benar nya! apa pun itu,gue akan tetap jadi sahabat loe,jangan pernah loe takut karena gue akan selalu ada buat loe Ra."ucap Rian pada Naura yang sedang menangis dalam pelukannya.


"Thanks Yan,tapi gue takut hiks"


"Tenang Ra,ada gue,loe gak perlu takut. Cerita ya,please biar gue bisa bantu cari solusi buat masalah loe Naura!"


Naura pun akhirnya angkat bicara setelah Rian meyakinkan nya,ia menceritakan semua nya dari awal saat di klub malam sampai pada saat Jimmy mengetahui kehamilannya. Tak lupa Naura juga menceritakan kondisi Jimmy yang divonis dokter akan sulit mempunyai keturunan.


Rian menghela nafas panjang setelah mendengar kejujuran dari sahabatnya itu,mau tidak mau sekarang ia harus memutar otak mencari jalan terbaik untuk Naura.


"Ra,loe gak berniat kasih tau tuan Leon gitu?bagaimana pun anak dalam kandungan loe itu anak beliau Ra!"

__ADS_1


"Gak bisa Yan,gue udah tau soal pertunangan Leon dengan gadis bernama Annisa itu,gue gak mau menghancurkan masa depan Leon lagi,cukup gue aja yang hancur Yan."


"Tapi Ra,tuan pasti akan sangat bahagia kalau tau loe mengandung anaknya,tuan pasti membatalkan perjodohan itu,gue yakin tuan sangat mencintai loe Ra!!"


"Justru karena itu gue gak mau sampai Leon tau kalau gue mengandung anaknya,gue cuma mau memastikan kebahagiaan Leon aja Yan dan gue cukup sadar diri gue gak pantas buat Leon."


"hem Ra,Ra,terserah loe aja deh. Terus gimana kelanjutan hubungan loe dengan dokter Jims?"


"Dua hari lalu gue udah kirim surat gugatan ke rumah Jimmy dan mungkin persidangan akan segera di tentukan."


"Lo yakin Ra,terus gimana nasib loe dan anak loe ke depan nya? "


"Rencana nya,lusa gue akan pindah dari rumah ibu loe,karena semakin hari perut gue akan semakin besar,gue gak mau keluarga loe di cap yang enggak enggak sama para tetangga karena menampung wanita hamil tanpa suami kek gue!"


"Astaga Ra,kenapa sampai kesitu pikiran loe? ibu gue gak apa apa ko,beliau pasti akan ngerti,jadi buang jauh jauh pikiran loe buat pergi lagi."


"Tidak Yan,tekad gue udah bulat. Mungkin gue akan balik ke Jakarta,mencari tempat tinggal baru dan juga melamar kerja sambil menunggu waktu sidang di tentukan."


"Udah lah kalau emang loe udah buat keputusan siapa yang bisa larang lo huft"ucap Rian merajuk.


"Hehe loe emang paling tau gue Yan"


"Biar gue bantu cariin lo tempat tinggal juga kerjaan gimana?"


"Hem gimana ya,gue takut loe akan keceplosan memberi tahu Leon semua keadaan gue."


"Gue janji Ra,gue Rian berjanji akan merahasiakan keberadaan lo dari tuan Leon asalkan loe izinin gue buat bantuin lo dan satu lagi,loe harus janji kalau terjadi sesuatu langsung hubungin gue!!!" tegas Rian


"Thanks Yan,lo emang sahabat terbaik gue!"


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2