
"Alena sayang,kamu dimana? om bawa es krim loh?" teriak Rian saat memasuki sebuah rumah yang cukup sederhana namun tetap nyaman.
Memang Rian hampir setiap pekan mengunjungi rumah itu,bahkan para tetangga pun pernah mengira Rian adalah ayah dari anak perempuan cantik yang tinggal di rumah itu hanya bersama ibu nya.
"Eh den Rian,duduk den biar bibi panggilkan nona kecil dulu."ucap pengasuh yang memang Naura pekerjakan untuk menemani anaknya saat ia sedang bekerja.
Ya,dua tahun ini Naura bekerja sebagai sekertaris di sebuah perusahaan yang tidak terlalu besar namun gaji nya cukup untuk membiayai hidup nya beserta putri tercinta.
Seperti hari ini meski hari Sabtu ia masih bekerja setengah hari dan besoknya baru ia libur seharian menemani putri kecil nya bermain.
Rian selalu mengunjungi mereka saat akhir pekan,bahkan saat ia mendapat libur panjang tak jarang ia mengajak Alena kecil berlibur ke Bandung mengunjungi ibu dan adiknya.
Ia sangat menyayangi Alena,bagaimana pun Alena kecil adalah anak dari sahabat dengan bos nya,namun sesuai janji Rian pada Naura,ia tak pernah memberi tau Leon perihal anak kandungnya itu. Bahkan ia juga tidak memberi tau Naura,bahwa Leon telah menolak perjodohan itu,pasalnya Naura mengatakan untuk tidak menyebut nama Leon lagi. Ia berpikir Leon sudah hidup bahagia,maka dari itu ia pun bertekad untuk melupakan Leon selama nya.
Cukuplah Alena kecil yang sebagai pengobat rindu pada Leon,setiap ia menatap mata anaknya itu,cukuplah membuat ia merasa rindunya terobati.
Wajah,mata serta sifat Alena kecil memang mirip sekali dengan ayahnya,sedangkan hidung dan rambutnya lebih ke Naura.
Alena Putri Prasetyo itulah nama yang Naura berikan dengan tetap memakai nama Prasetyo di belakang nama anaknya itu.
Alena berati anak dari Leon dan Naura,Putri ia ambil dari nama tengahnya sendiri,sedangkan Prasetyo tentunya adalah nama keluarga Leon.
"Sudah bi biar saya saja yang membangunkan Alena" jawab Rian pada pengasuh yang hendak membangunkan Alena
Rian membuka pintu kamar Alena sambil mengendap endap karena ia melihat putri kecil kesayangannya itu masih terlelap.
Gue yang kepagian atau memang anak kecil ini yang tidur nya seperti kebo,benar benar mirip sekali dengan tuan ckck...gumam Rian
"Hei cantiknya om,bangun dong,om bawa sesuatu loh?"goda Rian sambil mengusap usap pipi lembut bayi dihadapannya
Alena kecil pun bangun membuka mata indahnya menatap sosok yang selalu setia menemani nya setiap akhir pekan.
"Eh om yan dah cini,wawa ecim da? (eh om Rian udah kesini,bawa es krim gak?" ucap Alena dengan kata kata yang belum jelas,mengingat usianya masih 2tahun sedang aktif aktif nya belajar bicara dengan pengucapan yang baik dan benar.
__ADS_1
"Bawa dong,makanya putri cantik buruan bangun,mandi terus sarapan,baru deh om kasih es krim nya,oke?"
"Ena au nya mandiin om yan!"rengek Alena pada om kesayangan nya itu
"siappppp,lets go..." Rian pun menggendong Alena kecil ke kamar mandi,sudah biasa baginya untuk memandikan putri kecil kesayangannya itu.
Begitulah mereka kalau sudah bertemu,Alena akan sangat manja pada om nya itu,mungkin bagi Alena kecil Rian adalah sosok pengganti ayahnya.
Meskipun Alena masih berumur 2 tahunan,tapi ia sudah mengerti banyak hal. Ia pun tak pernah menanyakan keberadaan ayahnya itu pada mama nya,mengingat dulu Naura pernah memberi tahu bahwa ayah nya sedang bekerja jauh sekali untuk mencari uang agar ia bisa membeli semua mainan yang ia inginkan.
Setelah itu Alena tak pernah bertanya lagi,ia cukup bahagia bersama mama yang selalu menyayangi nya dan juga om Rian yang selalu memanjakan nya.
Hari ini Rian berniat untuk membawa Alena kecil ke taman bermain yang cukup jauh dari rumah nya itu,tak lupa ia pun sudah meminta izin dari Naura.
Naura tak pernah melarang Rian membawa anaknya bermain,ia percaya pada sahabat baiknya itu,pasalnya selama ini Rianlah yang selalu menjaga putri kecilnya saat ia sedang tidak berada di rumah.
.
.
.
"Nanti kalau pekerjaan mama udah selesai,mama nyusul kita sayang.."
"iya deh om hee" timpal gadis kecil sambil menikmati es krim nya di dalam mobil
Sampailah mereka di taman bermain,Alena sangat gembira karena di sana banyak anak seumuran nya sedang asik menikmati semua permainan.
Dua jam kemudian,saat Rian dan Alena sedang makan di sebuah kedai dekat taman bermain,tiba tiba ada seseorang menghampiri Rian.
"Sekertaris Rian?" panggilnya sambil melambaikan tangan,Rian pun menengok ke arah suara itu berasal
"Tu..tuan? sedang apa di sini?"ucap Rian begitu Leon menghampiri dirinya bersama Alena.
__ADS_1
"Saya kebetulan lewat habis nganter mama ke salon depan tuh dan saya lapar makanya mampir kesini,kenapa apa saya mengganggu kalian?" ucapnya heran dengan ekspresi Rian terlihat gugup
"Wah gadis cantik ini anak siapa?" tatapan Leon tertuju pada Alena yang terlihat ketakutan sambil memeluk erat tangan Rian
"Eh ini ponakan saya tuan,,ayo sayang kenalan dulu sama bos nya om namanya tuan Leon dan tuan gadis cantik ini namanya Alena.." Jelas Rian pada Alena,ia terlihat sangat serius memperhatikan Leon dari ujung kaki sampai kepala. Sedangkan Leon mengulurkan tangan pada gadis kecil di hadapan nya itu
"Ena om danteng..."ucap Alena sambil meraih tangan Leon lalu ia menciumnya.
"Manis banget,setau saya kamu gak punya saudara selain adikmu Risa? lantas anak siapa ini?!" tanya Leon menyelidik membuat Rian semakin pucat pasi
Ya Tuhan harus jawab apa aku?? Apa mungkin ini saatnya tuan tau soal Alena?! batin Rian
Mendapat tatapan menyelidik dari Leon membuat Rian ketakutan,ia pun memutuskan untuk menjelaskan semua nya.
"Dia adalah anak,,,,"sebelum Rian melanjutkan perkataannya,terdengar bunyi dari hp Leon
Ia pun memberikan isyarat pada Rian untuk pergi karena yang memanggil adalah mama nya,ia meminta Leon segera mengambil barang mama nya yang tertinggal di rumah.
Alhamdullillah...untung untung...Gumam Rian
Berbeda dengan Rian yang merasa sangat beruntung,Alena kecil terlihat sangat sedih melihat kepergian Leon.
"Sayang kenapa?ko sedih sih?"
"Om gantengnya ko pulang si hiks..." Alena pun menangis membuat Rian kaget bahwa ternyata gadis kecil di samping nya memiliki ikatan batin yang kuat dengan ayah kandungnya.
Apa Alena merasa sedih ditinggal tuan Leon ya? memang ikatan batin itu sangat kuat...gumam Rian
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....