Mencintamu Dengan Caraku

Mencintamu Dengan Caraku
Pertemuan


__ADS_3

Sore itu Alena kecil sedang asik bermain di taman yang tidak jauh dari rumah dengan di temani pengasuhnya.


Rian mengantarkan Leon ke rumah Naura,namun karena rumah itu terlihat sepi ia pun membawa Leon ke taman dimana Alena kecil selalu menghabiskan waktu sore sambil menunggu Naura pulang kerja.


"Kenapa rumah nya sepi,apa mereka sedang pergi?" tanya Leon


"Biasanya jam segini kalau gak ada di rumah,Alena selalu bermain di taman bersama pengasuhnya tuan."jelas Rian


"Lalu Naura?"


"Maaf saya lupa menceritakan kalau sudah hampir 2tahun ini Naura bekerja sebagai sekertaris di perusahaan Valencia grup tuan..."


"Begitu bodohnya saya tidak bisa menyadari keberadaannya,padahal kami masih tinggal di kota yang sama"ucap Leon terlihat menyesal


"Tidak tuan,saya yang minta maaf karena membantu Naura menyembunyikan keberadaannya!"


"Sudahlah,lebih baik kamu antar saya ke taman untuk menemui putri kecil saya"Ucap Leon sambil beranjak menaiki mobilnya lagi


"Loh tuan mau kemana?"tanya Rian bingung karena taman itu tidak jauh dari rumah Naura,hanya dengan berjalan kaki sebentar sudah sampai sedangkan Leon malah menaiki mobil,ia pikir tamannya jauh.


"Memang tamannya dimana?apa tidak perlu membawa mobil?"


"Tidak usah tuan,mari ikuti saya biar mobilnya kita tinggal di sini saja"jelas Rian


Mereka pun berjalan sebentar sudah sampai di taman itu,terlihat banyak anak kecil sedang bermain. Leon mengedarkan pandangannya mencari sosok gadis kecil yang kemarin ia temui,Leon mengernyitkan keningnya saat melihat Alena kecil sedang memperhatikan teman nya yang bermain di temani kedua orang tuanya,sedangkan dia hanya bersama pengasuh.


Rian pun menghampiri Alena diikuti Leon dari belakang.


"Assalamualaikum putri cantiknya om Iyan?"


Alena pun berhambur ke pelukan Rian,ia terlihat sangat bahagia bertemu dengan om nya itu.


"Om bawa es krim gak?"celoteh Alena dengan bahasa yang masih cadel.


"Ups om lupa sayang,nanti kita beli ya?"jelas Rian,namun Alena hanya diam sambil menatap ke arah Leon yang sedang berdiri di belakang Rian dengan tatapan sendunya..


"ko om ganteng ikut kesini?"tanya Alena,Rian pun memberikan isyarat pada Leon untuk mendekat ke arah Alena


"Om ikut kesini karena kangen sama putri cantik,,oh ya om bawa sesuatu buat Alena loh" jawab Leon sambil memberikan boneka barbie membuat Alena melompat kegirangan


"Wah cantik sekali barbie nya om,Ena suka makasih ya om ganteng"Ucap Alena(dengan bahasa anak kecil ya guys) sambil memeluk Leon,membuatnya tak kuasa meneteskan air mata


"Sama sama sayang.."jawab Leon sambil mencium kedua pipi tembem Alena.


"Maaf den,sudah waktunya nona kecil untuk pulang,sebentar lagi biasanya bu Naura pulang."Jelas pengasuh Alena,mereka pun meninggalkan taman


.

__ADS_1


.


.


Sementara itu Naura yang baru pulang ngantor pun menggelengkan kepala nya saat melihat keadaan rumah yang sepi,ia tahu anaknya itu setiap sore pasti main di taman dan lagi ia melihat ada mobil Rian terparkir di halaman rumah.


Kebiasaan kalau ada om nya pasti lupa waktu...gumam Naura karena berpikir Alena kecil sedang bermain di taman bersama sahabatnya itu


Ia pun memilih masuk ke dalam kamar untuk membersihkan badan yang terasa lengket karena seharian ia bekerja di luar.


Alena pulang dengan di gendong oleh Leon,,awalnya Alena kecil meminta Rian yang menggendongnya karena ia terbiasa bersikap manja hanya pada Rian.


Namun Rian memberikan Leon kesempatan untuk menggendong Alena dengan beralasan kalau ia sedang sakit pinggang,akhirnya Alena mau digendong oleh ayah kandungnya itu.


Mereka masuk ke dalam rumah,berkumpul di ruang keluarga sedangkan bibi membuatkan minuman untuk mereka bertiga.


"Ena ke kamar mama dulu ya om mau panggil mama."ucap Alena sambil berlari ke arah kamar


"Memang nya Naura sudah pulang?ko saya tidak melihatnya?"tanya Leon yang kebingungan


"Tuh,sepatu nya sudah terpampang nyata di atas rak,makanya Alena tau kalau mama nya itu sudah pulang."jelas Rian


"Ternyata di sini cuma saya yang tidak tau apa apa.."ucap Leon sendu


"Sudahlah tuan,lebih baik kalian bicarakan semuanya baik baik biar Alena kecil tidak mengeluh lagi saat melihat teman teman nya bermain bersama ayah mereka."


Deg...Apakah itu kak Leon?batin Naura yang memang hanya melihat punggung Leon dari belakang,membuat ia diam mematung sedangkan Alena berlari ke dalam pelukan Rian.


Naura menatap tajam ke arah Rian,sedangkan yang di tatap hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


Leon pun berbalik,pandangan mata mereka saling bertemu,namun tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut keduanya itu.


Rian yang mengerti pun berinisiatif membawa Alena kecil ke dalam kamar nya untuk memberi mereka ruang.


"Ena cayang,kita main di kamar Ena aja yuk om Iyan temenin?"ajak Rian


"Ayo om,,mama sama om ganteng gak ikut main?"tanya Alena pada dua sejoli yang sedang saling menatap itu


"Alena sayang,main sama om Rian dulu ya,om ganteng pinjem mama nya sebentar oke?" ucap Leon pada Alena,sedangkan Naura tetap saja tidak bergeming


"Oke om ganteng,Ena ke kamar duluan ya dadah..."ucap Alena lagi


Rian menggedong Alena berjalan melewati Naura yang sedang diam mematung,ia pun menepuk pundak Naura untuk menyadarkan dari keterkejutannya itu.


"Mungkin sudah saatnya Ra,sorry"ucap Rian sambil meninggalkan ruang keluarga.


.

__ADS_1


.


.


Leon mengalihkan pandangan nya dari Naura,


"Mau sampai kapan diam mematung di situ,apa tidak ada yang ingin kamu jelaskan?!" Ucap Leon,akhirnya Naura pun menghampiri Leon dan duduk bersebrangan dengannya.


"Maaf..."kata Naura karena ia bingung harus memulai dari mana


"Aku tak butuh maaf mu,yang aku ingin dengar adalah sebuah penjelasan!"


"Maaf karena aku gak cerita soal kehamilan ku waktu itu,aku gak mau membebani mu kak!"


"Membebani kata mu hah?! Alena adalah darah daging ku,apa pantas kata membebani keluar dari mulutmu Naura?!"


"Apa karena kamu sudah tidak mencintaiku lagi,sampai sampai aku tak berhak tau perihal anak kandungku sendiri?!"sambung Leon lagi,sedangkan Naura hanya diam sambil menangis


Leon pun luluh melihat tangisan Naura,ia menghampiri berpindah duduk di samping Naura sambil memegang tangannya.


"Nau,apa kamu tau bahkan sampai saat ini aku selalu mencintaimu? kenapa kamu tidak datang kepadaku saat Jimmy mengetahui kehamilan mu adalah akibat perbuatan ku?!"


"Maaf kak,saat itu aku tak punya pilihan lain. Karena aku lihat di berita bahwa kamu akan bertunangan dengan wanita lain,jadi ku pikir dengan kabar kehamilan ini akan menghancurkan kebahagiaan mu,itulah alasanku memilih pergi menjauh."jelas Naura


"Tapi kenyataannya sampai detik ini pun aku tidak pernah menikah bahkan tidak pernah mencintai wanita lain Naura,apa kamu tidak tau itu?"


"Aku tau kak,Rian tidak pernah absen menceritakan semua tentang mu"


"Lantas kenapa kamu masih menyuruh Rian untuk menutupi keberadaan kalian? Apa kamu tidak kasihan melihat putri kecil kita selalu menangis saat teman temannya bermain ditemani oleh kedua orang tua mereka,sedangkan Alena yang ia tau hanya mama nya saja yang ia punya hem" Ucap Leon sambil ikut meneteskan air mata


"Aku takut kedua orang tua mu tidak bisa menerima kami,maka dari itu aku menyuruh Rian tetap diam. Maafkan aku kak,tapi ku mohon jangan pernah salahkan Rian,ia hanya seorang sahabat yang ingin membantu sahabatnya sendiri."


"Sudahlah lupakan..."ucap Leon,ia pun berdiri sambil memegang tangan Naura


"Naura Putri Maulida,mau kah kau memulainya lagi bersama ku bersama anak kita?"


Naura yang terkejut pun tak mampu berkata kata...


.


.


.


.


*bersambung*

__ADS_1


__ADS_2