
Miranda terlihat sangat frustasi memikirkan kondisi suami nya,,mungkin dia mulai mencintai suaminya dengan sungguh-sungguh atau kah itu semua hanya untuk menyempurnakan akting nya itu,entahlah ..
Dengan langkah tergesa-gesa kedua orang tua Leon pun menghampiri ketiga orang yang tengah duduk di depan ruang ICU,,
"*Miranda,,sayang bagai mana keadaan Leon anak mama? apa yang sebenarnya terjadi mengapa bisa sampai seperti ini???
"Sudahlah mah,,tenangkan diri mama kita dengarkan dulu cerita sebenarnya*...
Kini Ridho pun angkat bicara untuk menjelaskan pada orang tua sahabatnya itu,karena bagai mana pun semua terjadi di dalam klub miliknya...
"Begini om,tante beberapa malam ini memang Leon selalu mengunjungi klub malam milik Ridho dan selalu pulang dalam keadaan mabuk,sepertinya untuk malam ini dia terlalu banyak minum hingga merusak ginjalnya itulah penjelasan dokter pada kami barusan...
"APA??? setau om Leon sudah lama tidak pernah menyentuh minuman keras,kenapa sekarang ia melukai diri nya sendiri?? Ucap Albert mengingat sudah lama sekali ia tak pernah melihat anak semata wayangnya itu meminum minuman keras...
"Nak,,apakah kalian bertengkar lagi? Tanya mama Monica pada Miranda yang tengah menangis dalam pelukannya itu...
"Engga mah,hubungan kami baik-baik saja tapi semenjak kepindahan Naura memang sikap mas Leon menjadi sangat dingin pada ku dan lebih banyak menghabiskan waktu sendiri di ruang kerja nya dari pada sekedar menemani ku tidur ma,,Isak tangis Miranda membuat mama Monica semakin geram..
"Dasar anak pembawa sial,semenjak dia masuk ke dalam keluarga kita masalah terus datang menimpa keluarga kita,iya kan pah...
Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sedari tadi mendengar ucapan mereka,ya Naura dan Jimmy sudah sampai ke rumah sakit saat mereka hendak menuju ruang ICU di mana Leon di rawat,langkah mereka terhenti tatkala mendengar ucapan mama Monica yang terlihat sangat membenci Naura... Jimmy pun mulai geram,bagaimana pun kini Naura adalah calon tunangan nya,ia tidak akan terima siapa pun menjelekkan tunangan nya itu...
"Berhenti kalian menyalahkan Naura,om dan tante semua ini tidak ada hubungan nya sama sekali dengan Naura,kenapa kalian seakan sangat membenci Naura hingga menyalahkan nya atas apa yang tidak ia perbuat,,Ucap Jimmy terlihat sangat marah
"Wah prok prok prok.... kebetulan sekali gadis pembawa sial itu ada di sini tak perlu kami mencari nya untuk meminta pertanggung jawab darinya,, dan untuk kamu Jimmy suatu saat kamu akan menyesal telah memilih dia karena wanita ini hanya membawa pengaruh buruk bagi orang orang disekitarnya...
Miranda yang melihat mama mertuanya sangat membenci Naura pun diam-diam menyunggingkan senyum di bibirnya... Sementara Naura hanya bisa meneteskan air mata saat terus di hina oleh orang tua angkatnya sendiri...
"CUKUP tante,,,jangan lagi anda menghina calon tunangan saya,,bagaimana pun kalian pernah mengangkat dia sebagai anak kalian kan!!! Marah Jimmy pada mama Monica
"*Cih...itu sebuah kesalahan yang pernah kami lakukan dan sekarang kami SANGAT menyesal pernah mengenal bahkan pernah mengangkat dia sebagai anak ckck...
"TANTE*,,, Ucapan Jimmy terhenti saat Naura memegang tangannya sambil menggelengkan kepala tanda ia harus mengakhiri perseteruan ini
Naura pun memberani kan diri menghampiri kedua orang tua angkatnya itu sambil berlutut memohon agar ia diperbolehkan menjenguk Leon..
"Bu..pak..maafkan Nau bila kehadiran Nau mengacaukan keluarga kalian dan memang Nau hanyalah gadis pembawa sial tapi Nau mohon izinkan Nau melihat kondisi kak Leon sebentar saja,Nau mohon dengan sangat bu,pak?!
"Tidak akan kami biarkan kau mendekati anak kami lagi,,kami tidak mau kedatanganmu malah membuat kondisi anak kami semakin memburuk...Ucap papa Leon
"Nau janji pak,ini yang terakhir Naura menemui kak Leon bahkan kalian semua,setelah ini Nau janji akan pergi jauh dan tidak akan lagi mengganggu hidup kalian kalian terutama kak Leon,Nau mohon pak untuk sekali ini saja... Pinta Naura dengan posisi masih berlutut sambil melipat kedua tangannya
Namun tidak ada satu pun dari mereka yang mendengarkan perkataan Naura seolah tak peduli meski Naura menangis darah sekali pun,,termasuk Rian yang hanya menatap iba pada sahabatnya itu,,akhirnya Jimmy membangunkan Naura,ia merasa sangat kecewa dengan perlakuan mereka...
"Bangunlah sayang tidak sepantasnya kamu berlutut dan memohon pada orang-orang yang tak punya hati seperti mereka ini...Lebih baik kita pulang..
Naura pun menuruti Jimmy untuk pergi meninggalkan tempat itu,,sementara Ridho yang dari tadi hanya jadi penonton kini ia mulai mengerti mengapa Leon begitu mencintai gadis yang bernama Naura itu..
__ADS_1
Jadi gadis itu yang bernama Naura,,hem menarik kayaknya kali ini gue harus bantuin... Leon...Gumam Ridho pelan,hingga cuma dia yang bisa mendengarnya
"Om,tante,Mir dan Rian saya pamit dulu ya besok pagi saya akan kembali menjenguk Leon..
"*Terima kasih nak Ridho sudah membantu menjaga Leon di sini..
"jangan sungkan om tante,bagaimana pun Leon adalah teman dekat saya jadi sudah sewajarnya saya membantuny ,assalamualaikum...
"Walaikum salam,,
Ridho* pun berlalu meninggalkan rumah sakit dengan tergesa-gesa,ia berharap Naura masih ada di parkiran dan sesuai harapannya Naura ada di parkiran hendak masuk ke mobil Jimmy namun langkahnya terheti saat ada suara yang memanggil nama nya...
"Naura.....
Ia pun menengok sambil mengangkat sebelah alisnya karena ia tak merasa mengenali seseorang yang sedang berlari ke arah nya itu...
"Hosh...hosh...dengan nafas terengah-engah Ridho pun berhasil menghampiri Naura...
"Maaf anda memanggil saya?sepertinya kita tidak saling mengenal,,?
Belum sempat Ridho menjawab,Jimmy keluar dari dalam mobil menghampiri Naura yang sedang bicara dengan seseorang yang tak asing baginya...
"Ridho.. ? Kenapa kamu memanggil Naura,,apa kalian saling kenal?
Naura hanya mengangkat kedua bahu nya pertanda ia tak mengenal pria di hadapannya itu...
"*Hal sepenting apa sih ko gue jadi curiga,jangan aneh aneh deh do,beberapa hari lagi gue sama dia mau tunangan tau!
"Santai aja bro,gak bakal gue apa apain juga kali calon bini loe cuma ada sedikit hal aja yang harus gue sampaikan ke dia,gimana bolehkan dokter Jimmy yang terhormat hehe..
"Ya udah sono,,loe punya waktu 30 menit,kalau dalam 30 menit loe gak balikin cewek gue,klub malam loe gue bikin bangkrut!!
"Eh jangan dong suka gitu loe mah,gimana pun gue kan temen loe juga,,30 menit gue janji balikin cewek loe kesini dengan utuh,paling gue colek dikit haha
"haha dasar loe,ya udah sayang aku tunggu di mobil ya...
"Iya kak,Nau tinggal dulu ya*...
Naura pun mengikuti Ridho menuju taman rumah sakit,,
"Duduk Nau.. Ridho mempersilakan Naura duduk di bangku taman berhadapan dengan nya...
"*Maaf kak ada apa ya,seperti nya kita tidak saling mengenal mengapa kakak ingin bicara dengan saya?
"Gue Ridho sahabat Leon dan juga Jimmy,,gue mau bahas soal Leon sama loe,,gue juga tau kok perasaan loe ke Leon seperti apa begitu pun sebaliknya..
"maksud kakak?,apa kak Leon yang memberi tahu kakak?
__ADS_1
"ya sedikit banyak Leon pernah cerita tentang hubungan kalian dan gue turut perihatin buat kalian,,,tapi sekarang semua itu tidak lebih penting dari kesehatan Leon,dia butuh suport dari loe Nau...kondisinya sangat tidak baik-baik saja...
"Sebenarnya apa yang terjadi pada kak Leon,kenapa sampai ginjal nya rusak parah seperti itu kak*?
Ridho pun menceritakan secara ringkas tentang alasan mengapa Leon sampai terbaring lemah seperti sekarang,ia pun bercerita kalau Leon membutuhkan donor ginjal sesegera mungkin kalau tidak nyawa nya tidak mungkin terselamatkan...
"begitulah cerita singkatnya Nau,,kami semua sudah melakukan tes ginjal tapi tidak ada satu pun yang cocok,ginjal orang tua Leon terlalu tua untuk melakukan pencangkokan itu,sedangkan Miranda tengah hamil muda tidak mungkinkan wanita hamil harus mendonorkan satu ginjalnya itu,gue maupun Rian ginjal kami ternyata tidak bagus karena ya kami pun sama dengan Leon sering minum minuman keras,,maka dari itu cuma loe satu-satu nya harapan gue buat kesembuhan Leon Nau...
Naura yang kaget dengan cerita dari Ridho pun hanya diam sesaat kemudian dia pun berkata...
"*sebenarnya tanpa kak Ridho meminta pun saya pasti akan memberikan ginjal saya untuk kak Leon,bukan hanya satu bahkan dua ginjal pun akan saya berikan..tapi,,,
"Tapi apa Nau,,,apa kamu sudah tidak mencintainya lagi?
"Bukan itu kak,,saya hanya tidak ingin jika kak Leon tahu sayalah yang mendonorkan ginjal untuknya nanti perasaan nya terhadap saya akan semakin besar,dan itu akan merusak rumah tangganya dengan Miranda,kakak tau sendiri kan Miranda tengah hamil anak kak Leon,saya tidak ingin menghancurkan masa depan anak yang bahkan belum lahir itu.. dan satu hal lagi,kakak lihat sendiri kan sebagaimana benci nya orang tua kak Leon terhadap saya,,,saya tak ingin membuat kak Leon jadi anak durhaka kak...
"Jadi,,bagaimana keputusan mu Nau...
"saya akan mendonorkan ginjal saya dengan 2 syarat..
"Syarat? sebutkan Nau...
"Pertama kak Ridho harus janji tidak akan memberi tahukan pada siapa pun tentang identitas pendonor
"Oke baiklah,,lanjutkan!
"yang kedua bantu saya untuk bisa menemui kak Leon,mengingat kedua orang tuanya melarang keras saya untuk menemui kak Leon,,gimana apa kakak sanggup?
"Kecil itu mah,serahkan saja ke gue,,besok pagi giliran gue yang jaga Leon jadi loe tinggal dateng aja keruang ICU sekalian kita urus pendonoran itu..gimana deal?
"Baiklah kak,,,kalau gitu Nau pulang dulu kasihan kak Jims nunggu lama..
"ini kartu nama gue,,besok loe kabari gue kalau sudah di sini
"terima kasih kak assalamualaikum*...
Naura pun pergi meninggalkan Ridho menuju parkiran dimana Jimmy menunggu nya... Sementara Ridho masih setia duduk sendirian di bangku taman dengan segala pemikirannya...
Ternyata mereka berdua memang saling mencintai,tapi sayang nasib tidak berpihak pada mereka...Gumam Ridho
.
.
.
.
__ADS_1
.