
Rian menceritakan semua yang terjadi tadi siang pada Naura,membuat Naura menangis haru.
"Ra,apa gak sebaiknya kamu mengatakan sejujurnya pada Leon tentang Alena?"
"Gue masih takut yan..."
"Bahkan umur Alena sudah hampir dua tahun Ra dan lagi percaya deh sama gue,tuan Leon masih mencintai loe. Buktinya sampai detik ini beliau tidak berpikiran untuk mencari wanita lain.."
"Tapi gue takut keluarga Leon tidak akan menerima Alena terlebih gue Yan,mengingat status gue yang pernah menikah!"
"Apa yang loe takutin sih Ra,loe takut mereka gak yakin kalau Alena anak dari tuan Leon? come on Naura,sekarang zaman sudah berubah,kalau mereka tidak percaya kita bisa tes DNA kan?"
"Hem entahlah,gue gak mikir sampai ke situ. Biarlah semua berjalan sesuai takdir yang digariskan Tuhan"
Perdebatan mereka pun berakhir,Rian pamit pulang karena besok dia akan pulang ke Bandung menghadiri acara kelulusan Risa.
.
.
.
Di rumah Leon,saat ini mereka tengah berkumpul menikmati sarapan pagi.
Saat berbincang hangat dengan anak dan istrinya,tiba tiba tuan Albert merasakan sesak di dada nya ia pun terjatuh dari kursi kemudian tidak sadarkan diri.
Leon dan juga Monica pun panik melihat keadaan Albert,mereka bergegas membawa Albert ke rumah sakit.
Tak berselang lama mobil Leon terparkir di depan rumah sakit,dengan berteriak ia memanggil dokter.
Albert di bawa ke ruang UGD untuk mendapatkan penanganan,sedangkan Leon beserta mama nya menunggu di luar.
Tiba tiba ada yang menepuk bahu Leon saat ia tengah tenggelam dalam lamunan nya memikirkan kondisi papa nya itu.
"Jims?apa kabar?" Ucap Leon saat mengetahui siapa yang menepuk bahu nya itu
"Baik,loe sendiri? ngapain di sini,eh ada tante juga,apa kabar tan?"
Monica tersenyum pada Jimmy tanpa sepatah kata pun,karena ia sedang mengkhawatirkan kondisi suaminya di dalam.
"Bokap gue Jims..."jelas Leon sambil menunjuk ke arah UGD
"Om sakit?sakit apa?"
"Belum tau dokter masih memeriksa nya,tadi saat kita sarapan tiba tiba papa kesakitan memegangi dada nya kemudian beliau tidak sadarkan diri."
"kalau gitu biar gue masuk dulu untuk mengetahui kondisi om!"
Leon beserta mama nya menganggukkan kepala,mereka tau kalau Jimmy termasuk dokter yang sudah berpengalaman.
Setelah Jimmy masuk ke dalam ruang UGD,Leon tiba tiba teringat akan Naura. Ia berniat akan menanyakan kabar Naura pada Jimmy setelah selesai memeriksa papa nya.
__ADS_1
15 menit kemudian Jimmy keluar dari ruang UGD,ia menghampiri Leon dan mama nya yang langsung berdiri saat melihat Jimmy keluar.
"Jims gimana bokap gue? gak ada yang serius kan?"
"Iya nak Jimmy,gimana suami tante baik baik aja kan?"
"Om terkena serangan jantung dadakan,tapi kalian tidak usah khawatir sebentar lagi om sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat"
"Alhamdullillah terima kasih nak Jimmy,oh iya apa tante boleh masuk ke dalam?"
"boleh ko tan,masuk aja om juga sudah mulai sadar,kalau gitu Jims pamit ya"
Monica masuk ke dalam untuk memastikan bahwa memang suaminya baik baik saja,sedangkan Leon menahan Jimny yang hendak pergi meninggalkan mereka.
"Jims tunggu,apa kita bisa bicara sebentar?"
"Hem baiklah,kita bicara di ruangan gue!!"
Tanpa berpikir macam macam Jimmy mempersilakan Leon masuk ke dalam ruang kerja nya.
"Duduk bro,kopi atau teh?"tanya Jimmy
"Kopi boleh lah..."Jawab Leon,kemudian Jimmy pun melakukan panggilan memesan dua kopi untuk mereka
"Jadi apa yang mau loe bicarakan bro?"tanya Jimmy pada Leon..
"Sebelumnya gue minta maaf kalau apa yang akan gue tanyakan sedikit kurang sopan,tapi kalau loe gak mau jawab juga gak apa ko santai aja!"
"Maksud loe?"
Deg...Jimmy pun terkejut dengan pertanyaan Leon
"Naura???"
"Jangan salah paham dulu bro,gue cuma mau tau kabar dia ko sumpah!" Ucap Leon terdengar serius.
"Sumpah gue gak ngerti pertanyaan loe bro,bukannya dua tahun lalu kalian hidup bersama?"
"Hah hidup bersama,maksud loe apa Jims? Jelas jelas kalian sudah menikah,kenapa loe bilang Naura hidup bersama gue,jangan ngawur deh lo!" jawab Leon sedikit ngegas
Jimmy terdiam sesaat untuk memahami ke salah pahaman itu,kemudian ia pun menghela nafas ketika ia menemukan sebuah kemungkinan tentang Naura.
Dengan berat hati ia pun menceritakan semuanya pada Leon,mulai dari penyakitnya sampai kehamilan Naura hingga saat Naura pergi hanya meninggalkan sepucuk surat dan dalam surat itu ia mengatakan akan menemui Leon untuk meminta pertanggung jawaban nya.
Bagai di sambar petir di siang bolong,Leon begitu syok saat mendengar cerita dari Jimmy,pasalnya selama dua tahun ini dia belum pernah bertemu dengan Naura.
"Jadi dia pergi membawa anak kandung yang bahkan gue gak pernah tau dia hamil,anak gue pula hah!!!" Teriak Leon frustasi
"Maafkan kesalahan gue bro,andai saja malam itu gue gak terbawa emosi mungkin Naura masih ada di tengah tengah kita dan loe mungkin masih bisa bertemu anak kandung loe."
"Gimana pun gue harus bisa menemukan keberadaan Naura Jims!"
__ADS_1
"Gue pasti bantu lo bro,tenang aja gue udah ikhlas melepas Naura,karena gue sadar cinta nya hanya buat loe seorang!"
"Thanks Jims,,tapi harus kemana gue mencari dia? Sedangkan setau gue Naura seorang anak yatim,tidak punya saudara kecuali anak anak di panti."
"Mungkin gak,kalau Naura tinggal di panti?"
"Gak mungkin,karena setiap akhir bulan perusahaan gue selalu mengadakan bakti sosial di panti itu,kalau dia di sana pasti sudah bertemu sama gue!"
"Hem..gue juga bingung,dia cuma punya dua sahabat sekertaris loe sama si Aida. Gak mungkin kan Naura nyusul Aida ke Amerika,karena setau gue dia bahkan tidak membawa kartu ATM yang gue kasih saat dia pergi."jelas Jimmy
"Rian? gak mungkin lah,setiap hari dia bareng sama gue,mana mungkin dia tega menyembunyikan Naura dari gue!"
"Benar benar,analisa loe ada benar nya juga. Terus Naura kemana dong?"
"Entahlah Jims,gue jadi bingung,kenapa gue bego banget jadi orang,bahkan saat dia mengandung anak gue pun gue gak tau hiks"Leon pun tak kuasa menahan air mata nya,ia menangis di hadapan Jimmy membuat yang melihat merasa sangat iba.
Jimmy diam,ia terlihat sedang berpikir sampai saat Leon hendak beranjak untuk meninggalkan ruangan Jimmy,ia pun teringat sesuatu kemudian menahan Leon.
"Tunggu,gue baru ingat saat Naura mengirim surat gugatan cerai di sana tertulis alamat Naura sebagai pengirim nya kan?"
"Benar Jims,sekarang dimana surat tersebut?"Jawab Leon antusias,terlihat raut kebahagiaan dari wajah Leon,ia berharap segera bertemu dengan Naura dan juga anaknya.
"Loe ikut gue bro,surat nya ada di rumah gue."Leon pun mengangguk ia berdiri berjalan mengikuti langkah Jimmy
.
.
Tak lama mereka pun sampai di rumah Jimmy,ia berlari ke kamar meninggalkan Leon yang sedang duduk gelisah di ruang tamu.
Jimmy menghampiri Leon sambil membawa amplop coklat berisikan surat gugatan Naura dua tahun silam,mereka berdua pun duduk berdampingan untuk membaca surat tersebut.
"Bandung???"ucap mereka bersamaan
Leon dan Jimmy saling pandang kemudian mereka tersenyum menyeringai..
"Rian!!!!!" Ucap Leon dengan penuh penekanan
Ia pun bangkit dari duduknya,
"Gue pamit Jims,thanks buat info nya"
"Take care bro and good luck!!!"
Leon tersenyum sambil mengacungkan jempolnya,lalu ia pergi meninggalkan kediaman Jimmy...
.
.
.
__ADS_1
***Bersambung...
Poin poin poin jangan lupa guys🤗🙏***