Mencintamu Dengan Caraku

Mencintamu Dengan Caraku
Terbongkar


__ADS_3

Di ruang kerja,Leon tampak sedang gelisah memikirkan siapa yang mengirimkan pesan seperti itu pada istrinya dan lagi dalam pesan nya itu orang tersebut bilang ingin menengok anak nya,anak siapa?!


tok..tok.."Mas aku masuk ya? "


Miranda pun masuk dengan berpakaian rapi membuat Leon semakin curiga...


"Mas,,aku mau nyalon dulu ya udah lama nih semenjak hamil belum nyalon lagi..ya ya boleh ya mas?" pinta Miranda dengan gaya manja nya


Leon melirik sebentar lalu menganggukan kepala nya..


"*Mau mas antar? "


"eeh gak usah mas,aku udah pesan taksi online*"jawan Miranda gugup membuat Leon semakin curiga..


"ya sudah kamu hati hati,kalau ada apa apa kabarin mas!"


Miranda menganggukan kepala nya sambil tersenyum,ia merasa lega karena sepertinya Leon tak mencurigai nya sama sekali...


Aman...gumam Miranda setelah meninggalkan ruang kerja Leon..


.


.


.


Setelah Miranda keluar dari ruangan nya,Leon pun bersiap untuk mengikuti Naura dengan memakai mobil karyawan kantor yang tadi Rian pinjam atas perintah Leon agar Miranda tidak mengenali nya...


Flashback on


"*Rian,,pinjam kan saya mobil salah satu karyawan kita dan tunggu saya di luar rumah,ingat jangan terlalu dekat dengan rumah saya dan satu lagi jangan bertanya apa pun!"


"baik tuan*..."


Flashback off


Miranda telah memasuki taksi,tak lama Leon juga keluar langsung di sambut dengan sebuah mobil avanza berwarna hitam yang di dalam nya sudah ada Rian hendak keluar membuka kan pintu,namun Leon sudah lebih dulu masuk bahkan duduk di samping Rian..


"*Ikuti taksi depan,jangan sampai kehilangan jejak!!"

__ADS_1


"Baik tuan*..." jawab Rian yang kebingungan atas tindakan tuan nya itu


Sebenarnya siapa yang akan kamu temui Mir...batin Leon


~


Taksi yang Miranda tumpangi akhir ny berhenti di depan sebuah apartemen yang terbilang cukup elit.. Terlihat Miranda turun dari taksi memasuki apartemen tersebut,Leon yang tak mau kehilangan jejak pun bergegas turun mengikuti Miranda dan sekertaris nya pun dengan setia mengikuti langkah bos nya...


Ting...pintu lift terbuka Miranda pun masuk memencet tombol angka 15 karena apartemen Dimas memang berada di lantai 15 gedung itu...


Leon dan Rian pun tak tinggal diam,mereka mulai memasuki lift yang lain menuju lantai yang sama dengan Miranda...


Ting...pintu lift terbuka Leon dan Rian pun keluar,mereka menyusuri setiap ruangan mencari keberadaan Miranda,sampai pada no 5 langkah Leon terhenti karena ia seperti mendengar suara Miranda tengah berbincang dengan seseorang...


Leon pun mendekat di ikuti Rian,untung nya pintu apartemen Dimas tidak terkunci entah mereka sengaja entah memang kelupaan.. (hanya author yang tau)


Terlihat Miranda tengah duduk sambil bersanda gurau di samping seorang laki laki yang tidak Leon kenal..


"Sayang,,kamu gak nakal di perut mama kan? papa sangat merindukan mu.." Ucap Dimas sambil mengelus perut besar Miranda,,sedangkan si empunya hanya tersenyum seakan menikmati elusan di perutnya itu...


sebenarnya siapa laki laki itu,mengapa ia menyebutkan papa pada anak dalam perut Miranda.? batin Leon


Sepertinya akan ada perang dunia ke tiga..batin Rian


"Dim,,kamu tuh ya udah aku bilang beberapa kali jangan pernah hubungi atau kirim pesan pada ku saat di rumah sedang ada Leon..kalau dia curiga gimana?" Miranda merajuk


"Maaf sayang,aku pikir dia sedang di kantor makanya aku berani telpon bahkan kirim kamu pesan itu..." Jawab Dimas... "Dan lagi aku sangat merindukan mu juga anak kita ini"tambah Dimas


"*Ya tapi kan harus nya kamu bisa sabar,hany sebentar lagi ko mas..."


"Sampai kapan Miranda? Aku lelah terus menerus kaya gini,aku pun ingin seperti orang lain,melihat perkembangan anak kita,menuruti ngidam nya kamu,bahkan aku ingin setiap malam bisa tidur sambil mengelus perut kamu,pasti anak ku akan sangat senang kan?"


"Sabar sayang,tinggal beberapa bulan lagi anak ini lahir dan begitu mama mertua ku menanda tangani surat pengalihan harta untuk anak ini,saat itu aku akan menyerahkan seluruh hidup ku untuk kamu dan bayi kita,aku janji sayang*..." ucap Miranda sambil mencium bibir Dimas dengan lembut sampai ciuman mereka semakin panas di atas sofa ruangan tersebut ...


Sementara Leon yang mendengar semua perkataan Miranda pun mulai mengerti semua kebohongan dan sandiwara yang Miranda buat,,dengan emosi yang sudah tidak bisa di bendung lagi Leon pun menendang pintu dengan sangat keras membuat mereka yang sedang bercumbu pun amat sangat terkejut .


Bruakkkkkk....Pintu terbuka lebar,terlihat lah dua orang laki laki menatap tajam ke arah mereka,apalagi tatapan Leon sudah seperti akan memakan orang saja ckck...


"Mas...."ucap Miranda gugup sambil merapikan rambut dan juga kancing dress yang sempat di buka oleh Dimas

__ADS_1


Prok...prok...prok...


"Bagus sekali akting mu Miranda,hanya demi harta bahkan kamu rela mengorbankan anak kandung mu sendiri,hebat hebat aku salut pada akting mu,kenapa gak sekalian jadi artis saja kamu hah!!!" Bentak Leon sambil menatap tajam kearah Miranda..


"tidak mas,,kamu salah paham aku bisa jelasin semua nya,ini tak seperti apa yang kamu pikirkan!!!" sambil berjalan hendak menghampiri Leon dengan terisak


"Diam,aku tidak butuh air mata buaya mu ini cih!!!"


Miranda pun terduduk ia memegang kaki Leon untuk meminta pengampunan,sementara Rian hanya menjadi penonton saja,ia memberi privasi untuk tuan nya menyelesaikan masalah itu...


Sementara Dimas ia tidak tahan melihat wanita pujaan nya menangis sambil berlutut seperti itu pun mulai angkat bicara sambil membangunkan Miranda...


"*Sudah lah sayang,untuk apa kamu berlutut di depan pria dingin ini,lebih baik kita akhiri saja semua nya,meski pun aku tak sekaya dia tapi aku janji akan membahagiakan kamu dan anak kita..." ucap Dimas


"ckck bagus...pasangan yang serasi,"


"tidak mas,aku istri mu akan selamanya menjadi istri mu,ini hanya sebuah ke salah pahaman dan kamu Dimas,hentikan omong kosong mu,bayi ini adalah anak ku dan Leon bukan kamu!!!"


"Mir...sadarlah hanya aku yang benar benar mencintai mu bukan pria dihadapan mu itu!!! "


"Tidak Dimas kamu salah,pria yang aku cintai adalah Leon*.." Miranda pun berbalik hendak menyentuh lengan Leon "Aku gak mau kehilangan kamu mas Leon,aku cinta kamu dan anak kita.."


Leon menepis tangan Miranda sambil tertawa..


"haha kamu takut kehilangan aku atau harta ku hah!" Sudahlah semua sudah jelas lebih baik kamu di sini bersama ayah dari anak mu itu dan sekertaris Rian,kamu tau apa yang harus kamu lakukan!!!" Perintah Leon sambil pergi meninggalkan tempat itu sedang Rian hanya menganggukan kepala seakan mengerti apa yang di perintahkan tuan nya..


"Baiklah nona Miranda,lebih baik anda diam di sini,nanti akan ada orang yang mengantar barang barang anda berikut dengan surat gugatan dari pengadilan,saya rasa cukup sampai di sini,saya permisi dulu. .."


Ucap Rian meninggalkan Miranda yang semakin terisak dalam pelukan Dimas..


Arghhhh SIALAN...hancur sudah semua harapanku!!!!!!!!!!!


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2