Mencintamu Dengan Caraku

Mencintamu Dengan Caraku
9


__ADS_3

Jimmy P.O.V


Tak pernah ku sangka akan bertemu kembali dengan gadis yang pernah mengisi relung hati ini..


Dia masih sama Nanau ku yang cantik dan selalu ceria,terima kasih Tuhan kau masih mengizinkan aku bertemu dengannya...


Saat aku memeriksa Leon entah kenapa Naura berbalik pergi meninggalkan kamar Leon,,apakah ia tak merindukanku??? batinku berkata...


"*Bagaimana kondisi tuan muda dokter Jims,, sahut seketaris Rian membangunkan lamunanku..


"dia hanya demam itu biasa karena sepertinya Leon terlalu mabuk,,apa dia sedang ada masalah? tidak biasanya ia minum banyak sampai separah ini...tanyaku pada Rian*


Rian hanya menggeleng tanda ia tak tau menau masalah tuannya...


"*Baiklah saya permisi dulu dan ini ada resep obat juga vitamin yang harus di minum Leon saat ia sadar nanti...


"tapi kapan tuan saya akan sadar dok,,


"sebentar lagi pasti dia akan sadar,kamu tenang saja Leon bukan pria lemah...jawabku sambil menepuk bahu Rian*


Aku pun berlalu dari kamar Leon menuju tangga hendak turun,,namun langkahku terhenti saat melihat sosok yang sangat aku rindukan. Yaa dia Naura ku yang terlihat sedang melamun ditepian kolam...


Atas dorongan hati kecilku,aku pun menghampiri Naura dan duduk di sampingnya..


"*Nanau bagaimana kabarmu lama tak jumpa...aku pun memulai percakapan antara kami


Naura "aku jauh lebih baik sejak kau meninggalkan ku tanpa kepastian.." jawabnya sambil berkaca-kaca tersirat kekecewaan dari matanya


"maafkan aku Nau,aku yang terlalu bodoh mengorbankan cinta kita hanya demi semua fasilitas yang di janjikan orang tuaku,, sungguh aku sangat menyesal Nau...jelasku sambil menatap matanya

__ADS_1


Naura "tidak...kakak tidak pernah salah,justru keputusan yang kakak buat adalah yang terbaik karena aku gak akan pernah pantas bersanding dengan orang kaya seperti kakak dan keluarga kakak... Tapi satu hal yang sangat sangat buat aku kecewa,,kakak pergi begitu saja tanpa kepastian,,setidaknya katakanlah putus mungkin itu akan sedikit mengobati rasa sakitku... balas Naura dengan isak tangis yang tak mampu ia pendam lagi


"Nau*,.. belum sempat aku bicara Naura lebih dulu memotong ucapanku.


Naura "Sudahlah kak,semua sudah berlalu tidak ada yang perlu kita bahas..semoga kamu bahagia dengan pilihan orang tuamu... aku permisi dulu,masih banyak yang harus kerjakan... Naura berlalu sambil menghapus air matanya


*Maafkan aku Nau,aku masih mencintaimu...batinku


**Author P.O.V***


Naura kembali ke kamar Leon setelah berbicara dengan Jimmy,,di sana masih ada bi Nah juga Rian yang setia menemani tuannya...


Naura "*yan,apa kata dokter mengapa tuan masih belum sadar juga?"


Rian "tuan terlalu banyak minum hingga suhu badannya panas,tapi bentar lagi sadar kata dokter Jimmy... Kata-kata Rian terhenti ia pun teringat sesuatu


Rian "Ra,,loe sama dokter Jimmy saling kenal ternyata,sejak kapan?


Rian "Oke oke gue gak ikut campur deh,,ya sudah karena loe udah ada di sini gue mau balik harus handle kerjaan tuan yang terbengkalai,bye Rara jelekku... Goda Rian


Naura "Pergi lu sono... balas Naura ketus..


"Ra,,bibi ke dapur dulu ya mau buat masak dulu..bibi titip tuan ya tolong dirawat dengan baik,itu bubur sama obat nanti kasi ke tuan kalo beliau sudah siuman... kata bi Nah pada Naura*


Kini tinggallah Naura dan Leon di kamar itu,,Naura dengan telaten terus mengompres kening tuannya sampai sampai ia ketiduran di tepi tempat tidur samping Leon...


Mata Leon mulai terbuka,,ia mengerutkan kening karena merasa ada sebuah jemari menggenggam erat tangannya,betapa kagetnya saat Leon menoleh ke samping mendapati Naura lah yang menggenggam tangannya...


"*hem..Naura...Leon melepaskan tangan dari genggaman Naura sontak Naura pun langsung terjaga...

__ADS_1


"em..anu tuan maafkan kebodohan saya,,saya tidak bermaksud kurang aja pada tuan tadi saya sedang mengompres kening tuan karena demam tinggi dan entah mengapa tangan saya bisa menggenggam tangan saya..saya mohon maaf tuan...sambil menundukan pandangan dengan mata berkaca-kaca Naura menjelaskan pada tuannya*


Leon memegang kain di kening bekas kompresannya,,sambil menatap tajam kearah Naura...


"*sejak kapan saya tertidur dan apakan Miranda sudah kembali?"


"Sejak tadi pagi tuan,sekertaris Rian pun tadi kesini bersama dokter Jimmy.... raut wajah Naura berubah saat menyebut nama Jimmy


"lalu dimana istri saya kenapa kamu tidak menjawabnya Naura... tanya Leon dengan nada sedikit meninggi


"nona belum pulang tuan,,maafkan saya yang lancang merawat tuan...hanya itu yang mampu Naura katakan


"Baiklah sekarang kamu boleh keluar...


"tapi tuan itu nanti bubur dan juga obatnya jangan lupa di minum ya tuan,,saya permisi dulu... Naura berlalu sambil membuka pintu,,namun langkahnya terhenti saat Leon memanggil namanya..


"Naura tunggu,,.


Naura pun berbalik hendak bertanya ada apa pada tuannya,tapi sebaliknya Leon langsung menyela


"terima kasih... Ucap Leon sambil tersenyum ke arah Naura yang hanya mengangguk sambil lalu meninggalkan kamar Leon


Yaa Tuhan kenapa dengan jantungku,,rasanya seperti mau copot saat tuan Leon tersenyum padaku,,,aduhhh apa sih kamu Naura sadar dong dia itu bos kamu dan sudah beristri pula...dalam hati Naura sambil menepuk keningnya sendiri*...


Leonardo P.O.V


Kenapa di saat aku sakit seperti ini malah Naura yang mengurusku dengan telaten,kemana dia yang berstatuskan sebagai istriku??? pikirku setelah melihat lewat cctv saat Naura dengan sabar mengompres keningku,memijat lenganku hingga ia ketiduran menggenggam tanganku...


Bahkan istriku saja tidak peduli malah ia tidak pulang semalaman,,istri macam apa coba?

__ADS_1


Bagaima aku bisa belajar mencintai dia,,,arghhh andai saja papa dan mama tidak memaksa,aku tak kan pernah menikahi wanita seperti Miranda..


__ADS_2