
Setelah semua kebenaran terungkap,Leon hampir setiap hari menemui putri kecilnya itu bahkan tak jarang ia pun menginap di rumah Naura.
Kini kondisi papa Albert pun sudah membaik dan beliau sudah diperbolehkan pulang,namun masih dalam pantauan dokter.
Naura belum memberikan jawaban pada Leon,tapi semua itu tidak ia jadikan alasan untuk melarang Leon menemui putri kandung nya sendiri.
Sedangkan Alena kecil begitu sangat bahagia saat ia mengetahui om ganteng yang selama ini sangat ia kagumi ternyata adalah ayah kandung nya sendiri.
Flashback on
Saat Naura berbicara empat mata dengan Leon,di dalam kamar Rian mencoba menjelaskan pada gadis kesayangan nya itu perihal Leon adalah ayah kandungnya.
Awalnya bocah kecil yang sangat menggemaskan itu terlihat sangat kebingungan,tapi karena Rian termasuk orang yang paling dekat dengannya,ia pun sangat tau bagaimana cara meyakinkan anak yang baru berusia 2tahunan itu.
"Ena sayang,sini deh om Iyan kasih tau sesuatu,Ena pasti seneng denger cerita dari om."ucap Rian seraya mendudukkan Alena di pangkuannya
"Cerita apa om,putri salju?Cinderella?"tanya Alena dengan wajah polosnya
"Haha bukan sayang,,ini lebih dari semua yang Ena tebak itu!"
"Duh apa sih om,Ena gak tau ih cepetan cerita..."rengek Alena kecil pada om yang selalu memanjakan nya itu
"Em gini,selama ini Ena selalu tanya di mana papa Ena kan? sekarang om Iya mau kasih tau Ena dimana papa Ena yang sebenarnya!"ucap Rian lagi membuat Alena melompat kegirangan
"Cepat kasih tau Ena om,,papa ada dimana? Ena mau ketemu,mau peluk papa,mau main sama papa kaya temen temen Ena om?"rengeknya
"Sabar dong sayang,ini juga om mau kasih tau Ena kok. Ena tau gak om ganteng yang lagi ngobrol sama mama itu siapa?"
"Om Leon..."jawabnya polos
__ADS_1
"Iya om Leon itu siapa?"tanya Rian
"Ya om Leon temennya om Iyan kan?"jawabnya Alena lagi
"Iya sayang,om Leon itu temen nya om Iyan lebih tepat bos nya om Iyan yang tidak lain adalah papa kandung Alena..."jelas Rian membuat Alena diam tampak memikirkan sesuatu
"Hei Alena sayang,kamu ko malah diam?"sambung Rian
"Jadi benar om ganteng itu papa Ena om?"
"Iya sayangku,kalau Ena gak percaya gih samperin dan tanya ke mama apa benar yang om Iyan bilang?!"
"Oke om makasih..."Ucap Alena hendak turun dari gendongan Rian namun ia tahan,karena Rian tak ingin putri kecil kesayangan nya itu berlari menghampiri kedua orang tua nya.
Ya Rian sedikit over protektif pada Alena,ia pun menggendong bayi kecilnya itu untuk mengantarkan nya pada kedua orang tua yang sedang bicara.
Terlihat Leon sedang berlutut sambil memegang tangan Naura,melihat tengah menangis haru.
"Mama...papa....."teriak Alena sambil berlari menghampiri kedua orang tua nya itu.
Sedangkan mereka terlihat bingung,pasalnya Naura maupun Leon diantara mereka belum ada yang bercerita tentang Leon pada Alena.
Alena kecil pun memeluk erat Leon,karena rasa bahagia yang tak bisa ia bendung lagi. Selama ini ia selalu merindukan sosok ayah,meskipun ada Rian tetap saja yang ia butuhkan adalah ayah kandung nya.
Saat memeluk Alena,air mata Leon tiada henti nya mengalir deras. Sedangkan Naura,ia berdiri menghampiri Rian,membiarkan ayah dan anak itu melepas kerinduan.
"thanks Yan,pasti loe yang udah kasih pengertian pada Alena. Emang loe yang paling ngertiin anak gue"ucap Naura sambil memeluk Rian
"Ya gimana pun Alena sudah seperti anak gue sendiri Ra,kebahagiaan dia adalah yang utama buat gue!"
__ADS_1
Saat mereka tengah asik berpelukan,tiba tiba Leon yang tengah menggendong Alena kecil menghampiri mereka dan menepuk bahu Rian.
Rian pun menoleh,ia sedikit takut mendapati bos nya itu menatap tajam ke arah nya yang sedang memeluk Naura.
"Ups sorry bos,kelepasan hehe"ucap Rian sambil melepas pelukan Naura
"Gak apa apa Rian,saya justru merasa senang selama ini kamu menjaga mereka untuk saya,terima kasih banyak kamu memang asisten sekaligus sahabat terbaik saya!" ucap Leon,kini ia pun memeluk Rian bersama dengan Alena yang masih dalam gendongan nya.
Flashback off
Leon,Naura,Rian beserta Alena tentunya,kini mereka berempat tengah menikmati sarapan bersama.
Semalam Rian bersama Leon menginap di rumah Naura,ya setiap Leon berkunjung ke sana ia selalu membawa serta Rian apalagi saat ia menginap.
Ia tak mau Naura jadi bahan gunjingan para tetangga karena menerima seorang laki laki yang bukan muhrim nya untuk menginap di rumah mereka.
"Ena sayang,makan nya yang benar nak,duduk sini jangan ganggu papa,nanti papa makannya gimana kalau Ena dalam gendongan papa terus?" ucap Naura melihat anaknya itu tidak pernah lepas dari gendongan Leon,bahkan saat Leon makan pun Alena selalu nemplok tidak ingin jauh dari papa nya itu.
"Ena sayang papa,Ena gak mau papa pergi lagi,Ena seneng...banget papa udah pulang"ucap Alena dengan senyum yang tak pernah lepas semenjak tau bahwa Leon adalah ayahnya
"Gak apa apa Nau,,asal Alena senang aku pun akan senang,selama ini ia kekurangan kasih sayang dari ku hem"ucap Leon penuh penyesalan
"Oh jadi begitu ya putri kesayangan om Iyan,setelah ada papa om Iya terlupakan huhu sedihnya..."ucap Rian dengan gaya memelas yang di buat buat membuat mereka semua tertawa tak terkecuali Alena ia sangat bahagia karena mempunyai dua orang laki laki yang begitu menyayangi nya.
Terima kasih Tuhan,kau izinkan aku bertemu dengan anak dan juga wanita yang sangat aku cintai,semoga Engkau segera mempersatukan kami aamiin.... batin Leon
.
.
__ADS_1
*Bersambung....