
"Pah,kenapa nasib anak kita jadi begini? mama benar benar tidak tega melihat nya,apa ini teguran atas hinaan kita terhadap Naura dulu. Kebahagiaan anak kita ada pada Naura,tapi kini ia telah menjadi istri orang lain" Ucap mama Monica pada suami nya saat melihat anak nya yang sedari tadi pingsan belum juga siuman.
"Sudah lah mah,yang lalu biarlah berlalu... toh kita juga sudah meminta maaf dan lagi dokter bilang Leon tidak ada masalah yang serius,ia hanya terlalu tertekan atas sidang perceraian nya dengan wanita murahan itu..."
"Tuan,nyonya,saya sudah menghubungi Naura dan sebentar lagi mungkin ia akan datang maaf bila saya lancang..." ucap Rian menyela pembicaraan kedua orang tua Leon...
"Terimakasih karena kamu selalu ada buat Leon dan bahkan kamu lebih mengerti kebutuhan anak kami,,terimakasih Rian!!!" Jawab papa Albert sambil menepuk bahu Rian...
Tak berselang lama seorang wanita datang dengan tergesa gesa sambil berlari menaiki tangga menuju kamar Leon...
"Assalamualaikum om,tante,Rian? Gimana keadaan kak Leon?kenapa bisa sampai pingsan gini?"
Mereka semua menengok ke arah Naura yang terlihat sangat kelelahan dengan nafas ngos ngosan ... Mama Monica menghampiri Naura dan memeluknya penuh penyesalan...
"Nak,terima kasih sudah mau datang melihat anak tante...Dan kamu gak perlu khawatir,Leon mungkin sebentar lagi akan sadar karena dokter tadi sudah memeriksa nya..."
"Iya tante sama sama,gimana pun kak Leon tetap saya anggap sebagai kakak saya tan,om"
"Oh iya,suami kamu mana nak kenapa tidak ikut sekalian? Om cuma tidak ingin ada kesalah pahaman nanti nya.."
"Mas Jimmy ada tugas ke luar negeri om,jadi tidak bisa ikut kesini dan juga kalian tidak usah khawatir suami Nau sudah mengizinkan kok"
"Bagus kalau begitu,kami tinggal ke bawah dulu ya Naura.."
"Iya om tante jangan khawatir sekarang ada Naura yang jaga kak Leon dan lagi ada Rian juga..." Naura menoleh ke arah Rian
"Benar tuan,nyonya,lebih baik kalian istirahat dulu saja biarkan kami yang menjaga tuan muda..." tambah Rian
"Ya sudah,kami titip Leon sama kalian ya? kalau ada apa apa panggil saja kami ada di lantai bawah..." terang papa Albert
Naura dan Rian pun hanya menganggukkan kepala mereka...
Sepeninggal kedua orang tua Leon,Naura pun berbincang dengan Rian,ia menanyakan hal apa yang membuat Leon drof lagi sampai pingsan seperti itu...
"Yan,sebenar nya ada masalah apa sampai sampai kak Leon drof kaya gini lagi sih?"
"Seperti nya tuan masih belum menerima kenyataan kalau dirinya benar benar di tipu oleh mantan istri nya itu,dan tadi baru saja ada surat panggilan dari pengadilan agar lusa tuan bisa menghadiri sidang perceraian nya. Mungkin itu yang buat beliau drof lagi..."
"Ya Allah ternyata di balik sikap dingin nya,Leon termasuk pria yang mudah sekali rapuh hati nya... "
"Ya begitulah..."
__ADS_1
Kamu tenang saja kak,aku janji akan menguatkan hatimu dan akan ku pastikan kamu mendapat kebahagiaan meski pun tidak dengan wanita itu...batin Naura
"Ra...Naura..." Gumam Leon yang baru tersadar
Naura juga Rian yang mendengar suara Leon pun langsung menghampiri nya,Naura duduk di samping kanan tempat tidur nya.. ia genggam tangan Leon untuk membangunkannya..
"Kak bangun,kakak udah sadar? Nau ada di sini kak,bangunlah?"
"Nau kamu beneran ada di sini,aku kira hanya halusinasi ku saja mendengar suara mu..."Ucap Leon sambil berusaha bangun,Rian pun dengan sigap membantu Leon agar bisa duduk dengan nyaman .
"Apa kakak butuh sesuatu?"
"Aku cuma haus Nau..."
"ya sudah Nau ambilkan air hangat dulu ya ke bawah..."
"Eh gue aja Ra yang ambil air,loe jagain tuan ya."
"thanks Yan..." Ucap Naura berbarengan dengan Leon membuat mereka jadi salah tingkah
Rasa ini masih sama tidak berkurang sedikit pun,Tuhan...bolehkah aku egois karena ingin memiliki nya...batin Leon
Ya Allah,ternyata perasaan ku masih sangat dalam terhadap kak Leon? Maafkan aku mas Jimmy,tapi aku berjanji tidak akan menghianati pernikahan kita,aku hanya akan membantu menguatkannya di saat terpuruk seperti ini...maafkan aku mas...batin Naura
"Tuan,tadi nyonya besar sudah memasak bubur ini untuk anda silakan di makan biar tuan ada tenaga setelah tadi pingsan..." Jelas Rian sambil menaruh bubur dan juga air itu di atas nakas samping tempat tidur Leon...
Sementara Naura yang melihat bubur itu langsung mengambilnya,ia berinisiatif menyuapi Leon... Rian yang mengerti situasi mereka pun,melangkah keluar dengan perlahan memberikan ruang untuk mereka berdua...
"Ayo kak buka mulut nya,biar Nau suapin..."
"aku bisa makan sendiri Nau," Ucap Leon hendak mengambil alih mangkuk bubur yang di pegang Naura,namun segera ditepis oleh Naura...
"Kak,biarin Nau kali ini yang ngurusin kakak... Nau janji akan selalu ada buat kakak untuk menguatkan kakak yang sedang rapuh seperti saat ini..."
Leon mendengar kata kata Naura hanya mengernyitkan kening,ia bingung kenapa seakan Naura tau semua masalah nya..
"Sudah jangan banyak berpikir,Nau udah tau semua nya kak gak perlu ada yang kakak tutupi lagi. Lusa Nau janji akan menemani kakak menghadiri persidangan itu,kakak harus sehat biar bisa menang melawan wanita ular itu di persidangan nanti"
"Thanks Nau,kamu masih seperti dulu selalu paling mengerti aku... Namun sayang kini kamu telah menjadi istri orang lain,hem"
"Kakak ingat gak Naura pernah bilang,bahwa Nau mencintai kakak begitu tulus tanpa meminta balasan dari kakak dan buat Nau kebahagiaan kakak lebih dari segala nya,sampai sekarang pun tetap sama."
__ADS_1
"Tapi kebahagiaan ku adalah hanya kamu Nau dan kini kamu telah di miliki orang lain,jadi tidak ada alasan ku untuk bahagia lagi..."
"jangan berkata seperti itu kak,mungkin kita memang tidak berjodoh saat ini tapi percaya lah Nau gak akan pernah melupakan kakak,kita masih bisa saling menyayangi sebagai saudara seperti dulu kan kak?"
Leon hanya tersenyum menanggapi kata kata Naura,setelah selesai menyuapi Leon ia pun memberikan obat dan menyuruh Leon istirahat kembali...
"Oh iya kak,apa masih ada lowongan di kantor?"
"Buat siapa Nau,apa kamu mau kerja lagi?"
"iya kak,Nau bosan di rumah gak ngapa ngapain dan lagi mas Jimmy sedang di luar negeri untuk waktu yang cukup lama jadi Nau pikir untuk cari kerja lagi..."
"kenapa harus di kantor kakak? apa suami mu tidak akan keberatan,kali aja kakak khilaf kan tiba tiba bawa kamu kabur dari dia haha" goda Leon
"hehe bisa aja kak,justru mas Jimmy yang menyuruh Nau buat minta kerjaan di tempat kakak,katanya dia lebih merasa aman kalau Nau kerja sama kakak..."
"Oh begitu,,gini deh kamu coba tanya sama Rian soalnya selama sakit kan kakak belum ke kantor lagi jadi belum tau ada lowongan apa..."
"Baiklah...kalau gitu Nau izin pulang ya,kakak juga harus banyak istirahat gak usah mikirin h yang gak penting!! Lusa Nau kesini lagi untuk menemani kakak ke persidangan,oke!!"
"Siap tuan putri..."
"Assalamualaikum kak..."
"Walaikum salam..."
Naura keluar sambil menutup pintu kamar Leon,membiarkan nya untuk istirahat...
Kamu tetap ratu di hati ku Naura,entah kenapa aku selalu yakin suatu saat kita akan bersama...batin Leon sambil menatap kepergian Naura
.
.
.
.
.
*Begitulah cinta,kita tidak akan pernah tau kapan dan pada siapa cinta itu akan tumbuh...
__ADS_1
Bersambung...
Untuk para readers tersayang,,kalian jangan buru buru nge judge cerita ini karena kisah Naura dengan Leon masih panjang. Yang sabar ya,tetap menanti dan jangan lupa like komen + vote ,,itu sangat berati buat authorππ€πππ