Mencintamu Dengan Caraku

Mencintamu Dengan Caraku
Berita bahagia atau sebaliknya


__ADS_3

Singapore


Tak terasa kini Naura sudah satu bulan menetap di Singapura,perlahan ia pun melupakan rasa bersalah pada suaminya itu. Sedangkan Jimmy,ia tengah fokus untuk persiapan operasi nya,selama ini ia hanya menjalani serangkaian proses dan terapi berharap penyakitnya dapat di sembuhkan tanpa operasi.


Namun nihil,setelah serangkaian terapi ia lewati tetap saja operasi menjadi opsi paling efektif yang profesor nya saran kan.


Memang selama Naura di Singapura,Jimmy tetap berusaha senormal mungkin mencukupi kebutuhan biologis Naura agar istri nya itu tidak curiga,walau pun ia harus menahan rasa sakit saat pelepasan nya.


Mau tidak mau Jimmy pun harus memberanikan diri untuk bicara jujur pada istrinya itu,tentu nya jika ia tidak jujur Naura pun akan tau saat ia di operasi nanti. Maka dari itu ia memilih untuk jujur dari pada nanti Naura tau sendiri dan ia akan merasa sangat kecewa.


3Hari lagi sudah di tetap kan jadwal operasi untuk Jimmy,kini ia tengah bermalas malasan sambil tiduran di sofa menunggu istrinya sedang memasak makanan favorit nya .


Tiba tiba terdengar suara seperti sesuatu yang pecah dari arah dapur,,Prangggg...


"Astaga,sayang suara apa itu?". teriak Jimmy masih dalam posisi tiduran di atas sofa.


Namun tidak ada jawaban dari istri nya,Jimmy yang merasa khawatir pun bangun dari sofa menuju dapur untuk mengecek suara apa yang barusan ia dengar.


Saat tiba di dapur,Jimmy begitu terkejut melihat Naura tergeletak di dapur. Ia pun berteriak memanggil Aditya.


"Dek,bangun dek kamu kenapa? "


"Dit,tolongin gue dittt?"


Aditya yang mendengar teriakan temannya pun beranjak ke dapur,ia pun sama terkejutnya.


"Bini lo kenapa tiduran di dapur?"


"Berisik lo,cepat periksa istri gue?"


"Pindahin dulu ke kamar lah,masa iya gue periksa di dapur kaya gini?"


Mereka pun memindahkan Naura ke dalam kamar,Aditya dengan sigap hendak memeriksa keadaaan istri dari sahabatnya itu.


"Eh Jims,loe kan juga dokter kenapa harus gue yang periksa bego?"


"Oh iya gue lupa,tapi ya udah lah lo aja yang periksa,gue bagian ngelus ngelus bini gua aja hehe"


"***** sempat sempat nya loe becanda disaat genting kaya gini,dasar setres!!"


Aditya pun memeriksa Naura,namun dari raut wajah nya ia terlihat sangat terkejut membuat Jimmy bertanya tanya.


"Kenapa ekspresi lo gek ngenakin kaya gitu bro,bini gue sakit apa sih?"


"Jims,gue belum yakin tapi menurut analisa gue bini loe hamil!"


"Hah?berapa minggu?"


"Menurut gue si sekitar 5 mingguan bro"


"Alhamdullillah gue akan jadi orang tua Dit,seneng banget gue" Jimmy terlihat begitu bahagia,sedangkan Aditya malah sebaliknya.

__ADS_1


Melihat ekspresi sahabat nya yang terlihat tidak senang dengan kehamilan istri nya pun membuat Jimmy heran.


"Dit,lo kenapa kaya gak seneng gitu denger gue mau jadi orang tua? lo gak seneng bini gue hamil yang otomatis lo akan jadi om tau!"


"Jims,sorry bukan nya gue gak seneng,,lo dengerin gue deh pertama,Naura di sini baru satu bulanan kurang lebih,kedua loe kan maaf ya di ponis gak bakalan bisa bikin anak sebelum tumor dalam ***** lo di angkat!"


Mendengar penjelasan Aditya,seketika wajah Jimmy berubah sangat padam,emosi nya seakan akan meluap saat itu juga. Aditya pun pamit undur diri ke kamar nya,ia membiarkan sahabatnya itu untuk menyelesaikan masalah dengan istrinya itu.


"Bro,selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin jangan pakai emosi,ingat fisik lo harus tetap stabil agar nanti pas operasi semua nya sempurna. gue balik kamar dulu,kalau ada apa apa teriak aja gua pasti langsung denger. good luck bro" ucap Aditya menepuk pundak Jimmy


Marah,kecewa,sedih merasa terkhianati itulah yang saat ini Jimmy rasakan. Ia hanya terdiam mematung sambil memandangi wajah istri yang sangat ia cintai namun ternyata tega mengkhianati nya.


Tak berselang lama Naura pun membuka mata nya,ia mengingat ingat apa yang sudah terjadi sampai sampai ia berada di kamar padahal seingat dia tadi sedang memasak di dapur.


Ia melihat ke sekeliling,mendapati Jimmy tengah duduk di sofa samping tempat tidur nya itu sambil menutup wajah dengan kedua tangan nya.


"Mas..."


"kamu udah bangun dek?" Jimmy mencoba bersikap seperti biasa nya


"Adek kenapa mas,tadi seingat adek sedang memasak di dapur?"


"Tadi adek pingsan,jadi mas bawa ke kamar dan adek tenang saja,Aditya sudah memeriksa adek barusan."


"Aduh maaf mas,jadi merepotkan mas dan dokter Adit. Pasti adek kecapean dan lagi perubahan cuaca di sini begitu extrim"


Jimmy mendekati Naura,ia duduk di tepi tempat tidur sambil menatap ke arah istri nya itu.


"Kamu hamil dek dan usia kandungan kamu menginjak 5 minggu"


"Alhamdullillah mas,akhirnya kita akan jadi orang tua,adek seneng banget mas..."Ucap Naura sambil menangis haru


Namun Jimmy tidak menggubris ucapan Naura,bahkan ia pun tak membalas pelukan istrinya itu. Naura yang merasa ada yang aneh dari suami nya pun melepas pelukan itu,ia kembali menatap mata suaminya dengan sangat dalam. Terlihat kekecewaan dalam mata nya,membuat Naura bingung.


"Mas,kamu gak seneng aku hamil? apa mas belum siap jadi orang tua?"


Jimmy tetap diam namun tatapan nya tidak teralihkan,ia semakin dalam menatap istri nya itu.


"Jawab mas!!!" Teriak Naura


"Anak siapa itu?"


Jederrrrr....Naura bagai tersambar petir mendengar suaminya meragukan anak yang ia kandung.


"Maksud mas? oh jadi mas tidak mau mengakui darah daging mas sendiri hah, atau jangan jangan mas punya wanita lain sampai sampai mas tidak ingin kita mempunyai keturunan,JAWAB mas?!!!" tanya Naura berdiri


sambil marah


Jimmy semakin emosi melihat kemarahan Naura,ia berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan Naura dan PLAKKKKK satu tamparan berhasil di layangkan pada Naura tanpa sepatah kata pun yang terucap dari mulut Jimmy.


Naura yang baru pertama kali melihat kemarahan Jimmy pun sangat terkejut,ia dia mematung sambil memegangi pipi nya yang memar akibat tamparan suami nya itu.

__ADS_1


"Kenapa mas,kenapa mas nampar aku? Apa benar mas punya wanita lain sampai sampai mas meragukan anak kita hah?"


Jimmy yang sedari tadi menahan amarah nya pun kini angkat bicara,sepertinya emosi nya sudah tidak dapat ia bendung lagi.


"Saya MANDUL,puas kamu hah?!"


"Maksud mas?" jawab Naura gugup,ia tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan


"Ya saya di ponis dokter tidak akan mampu memberikan keturunan karena ada tumor yang menghalangi jalan keluar ******. Kamu tau Naura,saya di sini bukan untuk bekerja melainkan untuk menyembuhkan penyakit saya. Saya rela melakukan bebagai terapi yang menyakitkan bahkan 3 hari lagi saya akan di operasi,kamu tau saya melakukan semua itu demi kamu karena saya ingin mempunyai anak dari kamu Naura. Satu lagi,setiap saya berhubungan dengan kamu rasa amat sangat sakit,tapi saya tahan demi mencukupi kebutuhan biologis kamu Naura,tapi apa yang saya dapat hah?!"


"Maafkan aku mas ampuni aku..." ucap Naura berlutut di hadapan Leon sambil menangis sejadi jadi nya.


"Siapa ayah dari anak ini hah? JAWAB!!!" Bentak Jimmy masih dalam posisi berdiri dengan Naura berlutut di bawah nya.


Naura diam tak bergeming,ia hanya bisa menangis tanpa sanggup menjawab pertanyaan Jimmy.


Melihat Naura hanya menangis tanpa menjawab pertanyaan nya Jimmy pun mulai berpikir dan hanya ada satu nama yang sangat ia yakini.


"Leon,apakah ini anak Leon? Jawab Nau jawab?"


Lagi lagi Naura hanya menangis bahkan sekarang ia memegangi kaki Jimmy,ia berharap suaminya itu bisa memaafkan kesalahan yang terbilang sangat fatal itu.


Dengan Naura diam,Jimmy pun mengerti bahwa benar anak yang ia kandung adalah anak dari Leon,hal itu membuat Jimmy sangat marah,ia pun menghempaskan pegangan tangan Naura pada kaki nya dan pergi meninggalkan apartemen.


Naura yang melihat kepergian Jimmy pun bangun dan hendak mengejar,namun di hentikan oleh Aditya yang sedari tadi hanya menjadi pendengar saat mereka bertengkar.


"Nau,biarkan Jimmy sendiri dulu lebih baik kamu istirahat,jangan terlalu setres kasihan anak dalam kandungan mu. Biar saya yang mengejar Jimmy"


"Terimakasih..." hanya itu yang Naura ucapkan saat melihat kepergian Adit hendak mengejar suaminya...


Tangis Naura kembali pecah di dalam kamar,penyesalan yang begitu dalam kini ia rasakan. Sempat terbesit dalam benak nya untuk menggugurkan bayi dalam kandungan nya itu namun ia tidak tega,bagai mana pun anak yang bahkan belum lahir itu tidak bersalah sama sekali.


Waktu menunjukan pukul 10 malam waktu Singapura,namun Jimmy bahkan Aditya pun belum ada yang kembali.


Ya Allah ampuni hamba yang penuh dosa ini,sekarang apa yang harus hamba lakukan ya Rabb. Hamba sudah mengkhianati suami hamba sendiri,bagaimana mungkin hamba masih bisa bertahan di sisi nya,hamba tidak pantas ya Rabb.. Namun bagaimana nasib anak dalam kandungan hamba kelak,anak ini tidak berdosa ya Rabb,tapi hamba tidak ingin merusak kebahagiaan Leon yang dengan susah payah kini telah bisa membuka hati nya untuk wanita lain..beri hamba petunjuk Mu ya Rabb...batin Naura berdoa memohon petunjuk dari yang kuasa karena ia sudah tidak tau lagi harus berbuat apa.


Setelah cukup lama berpikir dan meratapi kesalahannya,Naura pun memutuskan untuk pergi dari Singapura. Entah ia akan pergi kemana,yang jelas ia tidak akan mengganggu Jimmy bahkan Leon sekali pun.


Kali ini ia bertekad untuk memulai kehidupan baru nya hanya dengan anak yang ia kandung,ia berjanji akan merawat anak itu sendirian tanpa seorang ayah.


Setelah mendapatkan tiket secara online,Naura pun memasukkan seluruh pakaian ke dalam koper dan tak lupa ia menuliskan sepucuk surat untuk suami yang telah ia khianati. Beruntung masih ada penerbangan terakhir pukul 23.00 waktu setempat.


Semua barang telah rapi dalam koper,taksi pun sudah menunggu di depan apartemen,Naura bergegas keluar memasuki taksi,ia takut Jimmy atau Aditya keburu pulang pasti nya mereka akan menghalangi kepergian Naura,mengingat malam sudah terlalu larut.


"Where are you going miss? "


"Singapore Changi Airport"


Supir pun mengangguk dan mulai meninggalkan apartemen.


*Selamat tinggal mas,maafkan selama bersama aku selalu membuatmu terluka.

__ADS_1


Bersambung*...


Happy reading all...


__ADS_2