
Hanya tinggal menghitung hari pernikahan Naura dan Jimmy akan di gelar,,ia kini tengah duduk di bangku taman yang tidak jauh dari rumah Jimmy.. Ya semenjak pertunangan orang tua Jimmy tidak memperbolehkan Naura untuk tinggal di apartemen lagi melainkan ia harus tinggal di rumah keluarga Jimmy...
Ya Allah semoga keputusan ku ini yang terbaik untuk semua nya termasuk buat kak Leon,,gumam Naura sambil terisak
Tanpa ia sadari Rian sedang memperhatikan Naura yang sedang menangis dari kejauhan... ia pun menghampiri sahabatnya itu..
"*Hai calon manten,,ngelamunin apa si sampe serius gitu..."
"Rian? lo ngapain ada di sini,gak kerja?!"Naura yang kaget atas kedatangan Rian pun langsung menghapus air mata nya..
"kalo nanya satu satu woy!"
"haha iya maksud gue tumben lo berkeliaran di sini biasa nya loe kan sibuk ngintilin kak Leon?"
"ini kan weekend bego,masa iya gue kerja mulu.. sekejam kejam nya tuan,ia gak akan nyuruh gue kerja di hari libur kecuali kalau ada kerjaan mendesak."
"Oh ya ya ya lupa gue!!"
"Dasar bege,,em Ra,gue boleh tanya sesuatu gak?"
"tanya ya tinggal tanya ngapain minta izin segala,aneh banget loe"
"tadi lo nangis ya Ra?"
"gak lah nangis apaan si lo..."sarkas Naura
"Udah deh jangan so iye mau ngumpetin perasaan lo ke gue,,inget ya Ra kita ini sahabatan cukup lama,ya meskipun gak selama persahabatan lo dengan Aida..."
__ADS_1
"hehe dasar kadal tau aja loe"sambil tersenyum getir
"tau lah,,gue gitu..maka nya loe cerita aja dari pada gue nebak nebak kayak peramal,kan gak lucu!"
Naura pun terdiam mendengar pertanyaan Rian,ia bingung harus cerita atau tidak. Kalau pun ia berbohong Rian pasti akan dengan mudah bisa tau..
"gue ragu yan..."
"ragu?soal pernikahan lo?"
"heem.."
"terus kalau lo masih ragu kenapa lo terima,,lo tinggal jujur aja kali Ra ke dokter Jims,gue pikir dia cowok yang baik pasti ngerti lah..."
"gak sesederhana yang lo kira kali yan ah!"
Tak mampu menjawab pertanyaan Rian,Naura pun menunduk kan kepala nya sambil meneteskan air mata. Rian yang melihat Naura menangis pun mendekat kan diri nya sambil menepuk bahu memberikan Naura tempat untuk bersandar berbagi kesedihan nya itu,,ia tau betul bagai mana perasaan sahabatnya kepada atasan nya itu...
"Nih,pake aja pundak gue buat loe bersandar kali aja sedikit ngilangin beban di hati loe,kalau di rasa udah agak mendingan gue siap ko buat dengerin cerita lo Rara ku sayang..!" Hibur Rian...
Cukup lama suasana menjadi hening,,Naura terus saja menangis sambil bersandar di pundak Rian. Setelah di rasa cukup baikan,Naura pun memberanikan diri untuk bercerita pada sahabat nya itu...
"Yan,,?"
"hem..."
"gue pengen cerita tapi jangan lo ketawain!"
__ADS_1
"ckck..cerita aja nona,hamba siap mendengarkan.." goda Rian
"apa sih! gue belum bisa mencintai kak Jims..."
"apa karena tuan Leon?"
"bisa iya bisa enggak..."
"terus mau lo gimana?"
"bingung gue,,di satu sisi perasaan gue gak bisa di bohongi kalau gue masih sangat sayang sama kak Leon,tapi di sisi lain gue gak mungkin menghancurkan rumah tangga nya,apa lagi lo tau kan kedua orang tua kak Leon gak akan mungkin merestui gue sama kak Leon,ditambah Miranda yang tengah hamil,masa iya gue tega sama bayi yang bahkan belum lahir itu..."
"Hemmm...Ra,kalau boleh gue kasih saran si lebih baik lo buang jauh jauh perasaan terlarang lo itu dan mulai belajar menerima dokter Jims,gue takut lo hanya akan terluka jika terus bertahan mencintai tuan yang bahkan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah,satu lagi berhenti berkorban untuk tuan.lo harus bahagia Naura,gue yakin dokter Jims benar benar tulus sama lo,mungkin hanya masalah waktu!"
"tapi seandai nya sampai menikah pun gue tetap gak bisa cinta sama kak Jims gimana? gue takut ngecewain dia Yan,,"
"lo harus belajar membuka hati lo untuk nya,gue yakin lo pasti bisa dan lo harus ingat kapan pun lo butuh bantuan gue,jangan pernah sungkan gue akan selalu ada buat lo Ra!"
"thanks Yan,,gue akan coba...mungkin memang ini yang terbaik buat gue dan Leon,semoga dia bahagia dengan Miranda dan calon anak nya itu,,"
"sama sama sahabat gue yang jelek" goda Rian sambil mencubit hidung Naura..
Setelah mencurahkan isi hati nya pada Rian, Naura pun merasa sedikit lega,kemudian mereka pulang ke rumah masing masing...
Membuka lembaran baru,,gue harus bisa,gue harus move on demi kebahagiaan Leon juga!!! gumam Naura...
to be continue...
__ADS_1