Mencintamu Dengan Caraku

Mencintamu Dengan Caraku
Firasat


__ADS_3

Besok adalah hari bersejarah bagi Naura begitu pun dengan Jims,,setelah seharian ini mereka melakukan serangkaian persiapan,malam ini mereka harus beristirahat lebih awal agar besok terlihat lebih fresh saat acara sakral itu di mulai...


"Sayang,,istirahat lah agar besok terlihat lebih cantik..." ucap Jims sambil mengecup kening Naura membuat Naura gugup


"Iya mas,,ya udah Nau istirahat duluan ya assalamualaikum...". Naura pamit meninggalkan Jims yang masih berkumpul dengan keluarga besar nya di ruang keluarga...


Di dalam kamar entah mengapa hati Naura sangat gelisah,ia terus saja mengingat Leon,bahkan sesekali ia menatap layar handphone nya untuk sekedar mengecek kalau kalau ada pesan masuk dari Leon..


Ya Allah kenapa aku kepikiran kak Leon terus ya??? Semoga dia baik baik saja...


batin Naura meyakinkan diri nya sendiri namun tetap saja hati nya gelisah tak menentu seakan merasakan firasat buruk,tapi ia tak tau firasat apa dan untuk siapa...


Ia pun memutuskan untuk shalat malam berharap bisa hilang rasa gelisah nya itu,,dalam shalat nya ia pun selalu berdoa meminta agar Allah memantapkan hati nya untuk menerima Jims sebagai suami nya besok...


"*Ya Rabb,,,Engkau lah dzat yang maha membolak balik kan hati seseorang...Maka lembut kan lah hati hamba agar bisa menerima sepenuhnya setiap takdirMu tanpa hamba mengeluh dan berikan lah kebahagiaan kak Leon dengan keluarga nya aamiin..."


*******


**Sementara di tempat lain***...


Rian yang sedang mencari Leon pun berhenti karena melihat orang orang mengerubungi sebuah mobil yang terasa familiar di mata Rian,,ia pun memberanikan diri untuk menghampiri mobil yang posisi nya menabrak pohon dengan kondisi cukup parah...


Semakin ia mendekat,ia semakin yakin bahwa mobil tersebut memang mobil milik tuan nya.. Dan betapa terkejut nya ia saat mendapati Leon terkapar di dalam mobil dengan kepala di penuhi dengan darah...


"Tuan...tuan...bangun tuan...."

__ADS_1


Tak lama Ridho pun datang menghampiri kerumunan orang tersebut dan melihat Rian yang tengah mengangkat Leon,seakan mengerti tanpa banyak tanya ia pun membuka kan pintu mobil nya dan segera menjalankan mobil dengan Rian duduk di kursi belakang memangku Leon...


Tak ada pembicaraan selama dalam perjalanan,hening... Mereka larut dalam pikiran nya masing masing.. Sampai pada saat di depan rumah sakit,mereka telah di sambut beberapa perawat dengan dokter,pasalnya dalam perjalanan Rian sempat menghubungi rumah sakit terdekat untuk bersiap atas kedatangan mereka...


Leon pun di bawa ke ruang ICU sedangkan Ridho dan Rian menunggui di depan ruangan tersebut...


Terlihat Rian memainkan ponsel nya mengetik suatu pesan entah pada siapa,tak lama ponsel Rian berdering...


"Halo tuan besar,,tuan Leon sedang di tangani dokter di ruang ICU,baik tuan saya tunggu kehadiran nya..."


"Gimana,om dan tanteu akan kesini?"


"*Ya mereka dalam perjalanan,namun mungkin akan memakan waktu mengingat mereka sedang berada di Perancis..."


"Hem...semoga tidak terjadi apa apa terhadap Leon.."


"Cerita nya panjang Yan,singkat nya seperti dulu lagi dia mabuk mabukan di klub gue,sampai gue nasehati dia jangan sampai kejadian tempo hari terulang lagi hingga membuat Naura mendonorkan ginjalnya,begitulah ini semua salah gue yang keceplosan ngomong hem..."


"Lantas,sekarang kita harus apa? gak mungkin kan kita beri tahu Naura tentang tuan Leon,bisa bisa ia langsung kemari dan membatalkan pernikahan nya..."


"Benar juga apa kata loe Yan,,sudahlah lebih baik kita fokus berdoa semoga tidak ada luka yang serius.."


"Aamiin..."


**Ceklek***...Pintu terbuka keluarlah dokter ditemani satu suster..

__ADS_1


"*Keluarga bapak Leon?"


"Saya sahabatnya dok dan ini sekertaris nya,,,sementara kami dulu sebagai wali sambil menunggu kedatangan orang tua pasien yang sedang dalam perjalanan pulang..."


"Baik,jadi begini pasien mengalami benturan keras di bagian kepala yang mengakibatkan pasien dalam keadaan koma dan seperti nya beliau tidak ada keinginan untuk sadar melihat setiap obat yang kami suntikan di tolak oleh tubuh pasien..."


"Lalu tindakan apa yang bisa di lakukan agar pasien cepat sadar dok? "


"Apakah akan sangat berbahaya dok?"


"Maafkan kami tidak bisa berbuat banyak,lebih baik kita sama sama berdoa supaya ada keajaiban dan kalau bisa orang terdekatnya harus sering mengajak beliau berbicara,memberikan semangat hidup,karena di alam bawah sadarnya beliau pasti akan mendengar"


"Ah ya satu lagi,apakah beliau memiliki istri atau kekasih mengingat sedari tadi hanya satu nama yang beliau gumam kan di alam bawah sadar nya..."


"Siapa dok*?" tanya 2R kompak...


"Naura,ya beliau sedari tadi mengigau menyebutkan nama Naura...saran saya hubungi nona Naura insya Allah ia akan mampu membangunkan pak Leon dari alam bawah sadar nya itu...Baik kalau begitu saya permisi dulu.."


"Mari dok,terima kasih" balas Rian..


Lama mereka terdiam dalam pikiran nya masing masing...


"*kita harus bagaimana tuan Ridho?"


"aku juga bingung...Lebih baik kita tunggu om dan tanteu dulu saja untuk meminta pendapatnya,bagaimana pun gue gak ingin Naura dapat perlakuan buruk lagi seperti dulu.."

__ADS_1


"iya benar tuan,saya juga tidak rela sahabat saya di hina meskipun oleh majikan saya sekalipun,kita tunggu tuan dan nyonya besar mungkin besok pagi mereka sudah sampai dengan pesawat pribadinya!"


**Bersambung***...


__ADS_2