Mendadak Selir

Mendadak Selir
10 : Penolakan..


__ADS_3

"Yang Mulia.." ucap pelayan Fu ia berlari langsung memeluk Xia Ming Yue..


"Yang Mulia kemana saja, hamba sangat khawatir.." ucap pelayan Fu menangis di pelukan Xia Ming Yue..


Xia Ming Yue yang mendengarkannya sangat terharu, ia membalas pelukan pelayan Fu.


"Jangan khawatir Bibi aku tidak apa apa.." ucap Xia Ming Yue melepaskan pelukan pelayan Fu.


Pelayan Fu terharu, ketika mendengarkan kata Bibi baru pertama kalinya, junjungannya mengucapkan kata Bibi.


"Mulai saat ini, panggil aku Xia jangan mangatakan hamba dan terimakasih telah mengkhawatirkan ku seperti orang tau ku.." ucap Xia Ming Yue tersenyum.


Pelayan Fu terharu, ia memeluk Xia Ming Yue begitu erat.


"Tunggu, aku merasakan hal yang aneh.." ucap pelayan Fu melepaskan pelukannya menatap Xia Ming Yue.


"Xia'er kenapa wajahnya tambah bersih dan halus? bahkan kamu tambah cantik dari sebelumnya." ucap pelayan Fu keheranan, ia baru menyadari perubahan pada junjungannya.


Xia Ming Yue cengengesan. "Ah, aku tidak tau Bibi, mungkin ini keajaiban.." jawab Xia Ming Yue tanpa ragu.


"Syukurlah jika begitu,, sekarang makan lah dulu pasti kamu lapar,, para pelayan tadi datang kesini. ia menyiapkan semua makanan ini untuk mu." jelas pelayan Fu..


"Wah, kebetulan aku sangat lapar Bibi, ayo kita makan.." ucap Xia Ming Yue..


Merekapun makan dengan tenang diselangi canda tawa...


Setelah selesai makan Xia Ming Yue langsung merebahkan dirinya..


Disisi lain..


Semua Kaisar sangat panik saat terjadi guncangan dasyat, mereka menerka nerka akan ada bahaya kembali bermunculan, yang mereka takut kan adalah bangkitnya Klan Hitam termasuk Kaisar Xiowen..


Dari tadi Kaisar Xiowen berada di ruangang nya menyelesaikan urusan pemerintahan.


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Jenderal Yen dengan menunduk hormat.


"Bagaimana ??" tanya Kaisar Xiowen khawatir.


"Tidak terjadi apa apa di istana, Yang Mulia." jawab Jenderal Yen.


"Syukurlah, lalu bagaimana dengan Pavilium Sakura ?" tanya Kaisar Xiowen, entah kenapa tiba tiba hatinya merasakan khawatir pada Selir Xia Ming Yue.


"Hamba sudah mengeceknya, Yang Mulia. tidak terjadi apa apa." jawab Jenderal Yen..


Aneh kenapa Yang Mulia tiba tiba menanyakan keadaan Selir Xia Ming Yue batin Jenderal Yen keheranan.

__ADS_1


Apa Yang Mulia sudah menaruh hati padanya batin Kasim Mu melirik Kaisar Xiowen yang tampak panik..


"Tapi getaran apa itu tadi Yang Mulia, semoga saja bukan pertanda buruk.." ucap Jenderal Yen.


"Aku berharap seperti itu, Jendral Yen aku ingin kamu menyelidiki seorang wanita yang memainkan seruling, tempatnya tidak jauh dari Pavilium Sakura.. Aku penasaran siapa wanita itu..?" Kaisar Xiowen mengelus dagunya.


"Baik, Yang Mulia. hamba akan melaksanakannya, benar hamba tadi mendengarkannya alunan yang sangat merdu.." ucap Jenderal Yen, ia mengingat ngingat alunan merdu seruling tersebut..


Kaisar Xiowen menatap tajam Jenderal Yen yang melamun, ia tau apa yang di pikirkannya..


"Aku menyuruh mu menyelidikinya, bukan membuat mu melamun.." bentak Kaisar Xiowen menatap tajam.


"Hah, ampun Yang Mulia. Hamba tidak berani." ucap Jenderal Yen kemudian bersujud.


"Sudahlah aku tidak mempermasalahkannya.."


Tadi marah kenapa sekarang bilang tidak mempermasalahkan nya batin Jenderal Yen..


"Yang Mulia, ampun hamba belum menemukan informasi keberadaan Permaisuri Lan Ning.." kata Jenderal Yen yang membuat Kaisar terdiam hingga ia mengingat ucapan Selir Xia Ming Yue, ia mengepalkan tangannya.


"Keluar.." perintah Kaisar Xiowen..


Seketika pengawal bayangan Kaisar Xiowen keluar kemudian menunduk hormat.


"Hamba, Yang Mulia."


*Hah, apa yang terjadi dengan Yang Mulia batin Jenderal Yen keheranan.


Sudah aku duga, perlahan lahan Yang Mulia akan mencintai Selir Xia batin Kasim Mu tersenyum*.


"Baik, Yang Mulia hamba akan melaksanakan perintah Yang Mulia." ucap pengawal bayangan kemudian berlalu pergi.


Kaisar Xiowen menghela nafas, kemudian ia menuju kediamannya.


Ke esokan paginya..


Seperti biasa, setelah bangun dari tidurnya ia mandi kemudian melakukan aktivitas rutinnya dengan berolahraga kembali..


Setelah olah raga ia meminta kembali agar menyiapkan air pada pelayan Fu untuk mandi kembali.


Setelah selesai mandi, Xia Ming Yue makan bersama pelayan Fu..


Namun ia menghentikan makannya ketika mendengarkan suara nyaring pemuda..


"Kakak ipar.." teriak Pangeran Bai dari arah pintu.

__ADS_1


Kemudian Pangeran Bai menghampiri Xia Ming Yue..


"Hormat hamba, Pangeran." ucap pelayan Fu.


"Ah, tidak perlu formal, tidak perlu memberi hormat." tolak Pangeran Bai tersenyum dan menatap Xia Ming Yue.


"Bisakah kamu tidak teriak,, rasanya telinga ku seakan mau pecah.." ucap Xia Ming Yue melirik sinis Pangeran Bai.


"Kakak, aku minta maaf. Lain kali aku tidak akan melakukannya lagi.." ucap Pangeran Bai dengan puppy eyes.


"Sudahlah, sekarang makanlah.." perintah Xia Ming Yue, ia mengambilkan nasi beserta sayur dan lauk pauknya..


Pangeran Bai yang melihat itupun sangat bahagia. Sampai ia tidak bisa meluapkan atau menggambarkan kebahagiannya.


Merekapun makan dengan nikmat...


Disisi lain..


Kaisar Xiowen yang mendapatkan kabar dari Pengawal bayangannya,, ia sangat marah ketika mendengarkan Pangeran Bai makan bersama dengan Selir Xia Ming Yue..


"Bernainya dia melakukannya, awas saja jika ia berani berselingkuh.." ucap Kaisar Xiowen menatap tajam kedepan.


Kasim Mu yang melihatnya, menelan ludahnya susah payah. Baru pertama kalinya ia melihat kemarahan Kaisar Xiowen yang sangat menyeramkan, semarah marahnya Kaisar Xiowen ia tidak pernah melihatnya seperti ini.


"Kasim Mu, cepat perintahkan semua Selir Xia menghadiri makan bersama pagi ini, jika menolak maka akan aku tambah hukumannys.." perintah tegas Kaisar Xiowen yang siap membekukan siapa saja yang mendengarkannya.


"Ba,, baik Yang Mulia.." ucap Kasim Mu buru buru pergi, ia sangat takut melihat kemarahan Kaisar Xuowen yang menurutnya seperti monster..


Sampai di Pavilium Sakura..


Kasim Mu melihat jika Selir Xia Ming Yue tertawa lepas bersama Pangeran Bai..


Bagaimana jika Yang Mulia melihatnya, mungkin bisa meledakkan gunung batin Kasim Mu..


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Kasim Mu menunduk hormat pada Xia Ming Yue.


"Hah,, ada apa?" tanya Xia Ming Yue terkejut sekaligus keheranan, menurut ingatannya baru pertama kali Kasim Mu ke kediamannya.


"Yang Mulia, disuruh menghadiri acara perjamuan." ucap Kasim Mu..


Xia Ming Yue mengernyitkan dahinya, ia menatap Pangeran Bai..


Begitu pun Pangeran Bai dan pelayan Fu yang keheranan mendengarkannya.


"Jika aku tidak mau.." ucap Xia Ming Yue datar.

__ADS_1


"Jika Yang Mulia tidak menghadiri maka, Yang Mulia akan menambah hukumannya.." jawab Kasim Mu..


"Hahaha, aku tidak takut, lagipula aku sudah kenyang.. Sana cepat pergi bari tau dia jika aku menolak." ucap Xia Ming Yue tersenyum sinis.


__ADS_2