Mendadak Selir

Mendadak Selir
29 : Aneh..


__ADS_3

"Selir Xia.." sapa seseorang dari belakang, Xia Ming Yue menoleh..


"Ah, Selir Chu. Ada apa?" tanya Xia Ming Yue..


"Aku ingin mengajak mu, minum teh bersama.."


Selir Chu tersenyum menatap Xia Ming Yue..


"Dengan senang hati.."


Merekapun duduk dengan santai di taman istana,,


"Selir Xia, kau ingat, dulu sewaktu kita kecil, kita main bersama, Yang Mulia sangat perhatian dengan mu, bahkan ia pernah mengabaikan Permaisuri Lan Ning hanya untuk bertemu dengan mu, Aku rasa Yang Mulia sudah memiliki perasaan terhadap mu sewaktu kecil. Namun Yang Mulia tidak menyadarinya.." ucap Selir Chu, ia meminum tehnya..


"Entahlah Kakak, aku tidak tau.." balas Xia Ming Yue..


"Aku merasa, Yang Mulia hanya mengagumi Permaisuri Lan Ning, kau tau betul Permaisuri Lan Ning terkenal akan kecerdasannya dan kecantikannya, tapi menurutku kau lebih cantik daripada dia.."


"Hahaha, kau ada ada saja Kak.."


"Kau ingat, dulu kau menangis di kolam istana karna tidak bisa menangkap katak dan kebetulan pada saat itu Yang Mulia mendengar jika kau datang ke istana kemudian mencari mu, akhirnya apa ? dia pura pura tercebur ke kolam hanya ingin menenangkan mu dan pada saat itu juga aku membencimu.."


Selir Chu tertawa, Xia Ming Yue hanya menggeleng gelengkan kepalanya..


Jelas saja aku tidak tau, Karna tubuh ini bukan milikku batinnya


Selir Chu terdiam, ia menatap bunga yang dipenuhi kumbang, ia teringat awal kebenciannya pada Xia Ming Yue..


"Lalu apa sekarang Kakak membenciku ?" tanya Xia Ming Yue..


Selir Chu menatap Xia Ming Yue, ia tersenyum. "Tidak ! aku menyadarinya cintanya hanya bayangan saja.."


"Adik bagaimana jika nanti kita jalan jalan di pasar ?" tanya Selir Chu..


"Boleh,,"


"Baiklah, aku akan minta ijin dengan Yang Mulia dan kau bersiap siaplah.." ucap Selir Chu kemudian menuju ruangan Kaisar Xiowen...


Dari kejauhan, Permaisuri Lan Ning melihatnya di jendela kediamannya, ia mengepalkan tanganya..

__ADS_1


"Ternyata kalian bersekongkol menjatuhkan ku.." ucap Permaisuri Lan Ning dengan mengepalkan tangannya.


Disisi lain,,


Selir Chu telah sampai di ruangan Kaisar Xiowen..


"Kasim Mu, aku ingin menemui Yang Mulia.." ucap Selir Chu..


"Baik, hamba akan menyampaikannya.." balas Kasim Mu menunduk hormat.


"Hormat hamba, Yang Mulia. Di luar Selir Chu ingin menemui Yang Mulia.." ucap Kasim Mu..


"Untuk apa dia datang kesini ? biarkan dia masuk.."


Selang beberapa saat..


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Selir Chu..


"Ada apa ?" tanya Kaisar Xiowen datar..


Selir Chu tersenyum. "Apa Yang Mulia tidak merindukan hamba ?"


Kaisar Xiowen menghentikan tulisannya, ia menatap Selir Chu..


"Pertama hamba berterima kasih, Yang Mulia telah berbaik hati membebaskan hamba dari hukuman dan yang kedua hamba meminta ijin keluar istana sekedar jalan jalan dengan Selir Xia.." tutur Selir Chu tersenyum..


Kaisar Xiowen mengernyitkan dahinya..


Semenjak kapan Selir Chu baik pada Selir Xia, setaunya mulai dari kecil ia tidak pernah menyukai Selir Xia, selalu ada saja masalah yang ia perdebatkan dengan Selir Xia.


"Hem, untuk apa kau mengajak Seli Xia ?"


"Jangan khawatir Yang Mulia, hamba tidak akan mencelakai Selir Xia. Hamba sangat tau Yang Mulia mencintai Selir Xia.."


"Apa maksud mu ? aku hanya menganggapnya sebagai Adik.." tanya Kaisar Xiowen dengan tatapan tajamnya..


"Yang Mulia, sadarlah jika Yang Mulia mencintainya, hamba rasa perasaan Yang Mulia tidak sama dengan perasaan Permaisuri Lan Ning. Jika Yang Mulia masih belum menyadari perasaan Yang Mulia, setelah Selir Xia pergi, Yang Mulia akan menyadarinya.."


Brakk...

__ADS_1


Kaisar Xiowen tidak bisa menahan emosinya, ketika mendengarkan kepergian Selir Xia..


"Jaga ucapan mu Selir Chu.."


"Maaf Yang Mulia, Yang Mulia harus memilih Permaisuri Lan Ning atau Selir Xia Ming Yue, karna mereka sama sama tidak ingin di duakan, bahkan hamba rela melepaskan Yang Mulia dengan Selir Xia bukan dengan Permaisuri Lan Ning, suatu saat nanti Yang Mulia akan menyadarinya. Hamba undur diri Yang Mulia.."


Selir Chu menunduk hormat berlalu pergi..


Apa benar aku mencintainya..


Selir Chu bergegas kediamannya, ia menggunakan hanfu seperti bangsawan, kemudian menuju ke kediaman Xia Ming Yue..


Selir Chu melihat Xia Ming Yue yang masih di rias..


Selir Chu mengibaskan tangannya, menandakan para pelayan harus meninggalakan mereka berdua..


Para pelayan pun memberi hormat..


Selir Chu mendekati Xia Ming Yue, ia mengambil sisirnya kemudian mengepang rambut Xia Ming Yue dengan satu kepangan..


"Kakak.." Xia Ming Yue kaget apa yang dilakukan oleh Selir Chu..


"Yang Mulia sangat menyukai rambut mu yang hanya satu kepangan.."


"Ah, tidak perlu Kak, di uraikan saja.." ucap Xia Ming Yue..


"Sudah selesai, ayo kita pergi.."


Sampai di luar kediaman..


Xia Ming Yue dan Selir Chu kaget akan kedatangan Kaisar Xiowen..


Kaisar Xiowen tercengang melihat Xia Ming Yue yang hanya mengepang satu rambutnya.


Deg,, deg...


"Hormat hamba Yang Mulia.." ucap mereka serempak, membuyarkan lamunan Kaisar Xiowen.


"Ada perlu apa Yang Mulia ?" tanya Selir Chu..

__ADS_1


"Aku akan ikut dengan kalian, aku khawatir kalian keluar istana.." ucap Kaisar Xiowen, ia memalingkan wajahnya yang bersemu merah melihat Xia Ming Yue yang terlihat sangat cantik baginya..


Xia Ming Yue dan Selir Chu saling menatap, mereka merasa aneh dengan sikap Kaisar Xiowen.


__ADS_2