Mendadak Selir

Mendadak Selir
13 : Pertemuan..


__ADS_3

Ke esokan paginya..


Xia Ming Yue bangun pagi pagi,, seperti biasanya ia akan melakukan aktivitas olahraga..Karna merasa lelah, Xia Ming Yue duduk di bawah pohon sakura.


"Xia'er ini airnya, Bibi tau, kamu pasti lelah setelah melakukan itu." ucap pelayan Fu menyodorkan secangkir air.


Xia Ming Yue tersenyum, ia mengambil air tersebut.


"Xia'er kamu tidak tau, jika Yang Mulia terluka.." tanya pelayan Fu..


"Tentu aku tau Bibi, karna dia yang menyelamatkan aku.." balas Xia Ming Yue yang menatap cangkirnya..


"Hah, bagaimana bisa ?" tanya pelayan Fu terkejut.


"Tadi malam aku keluar jalan jalan di Ibu Kota, lalu ada orang berpakain hitam menyerang Ibu Kota dan Bibi tau apa yang dikatakannya, Klan Hitam pada saat itu aku bertemu Yang Mulia, aku tidak tau jika Yang Mulia bisa di Ibu Kota." jawab Xia Ming Yue mengangkat satu alisnya, menatap pelayan Fu.


"Klan Hitam, sebaiknya kamu tidak boleh keluar malam lagi, Klan Hitam sangat berbahaya."


"Sudahlah, tidak akan terjadi apa apa.." ucap Xia Ming Yue menatap halaman luas kediamannya..


"Bibi aku ingin membuat kolam, aku juga ingin memperbanyak menanam bunga sakura dan bunga lainnya.." ucap Xia Ming Yue..


"Kakak ipar.." teriak Pangeran Bai..


"Astagah, kenapa dia datang pagi pagi sekali.." ucap Xia Ming Yue menghembuskan nafas kasar.


Pangeran Bai berlari, ia menghampiri Xia Ming Yue yang duduk bersandar di bawah pohon sakura..


"Kakak, Kakak tidak tau jika Yang Mulia terluka.." ucap Pangeran Bai dengan wajah serius..


"Aku sudah tau.." balas Xia Ming Yue datar..


"Dan...." Pangeran Bai menatap pakaian aneh Xia Ming Yue..


"Kenapa pakaian Kakak sangat aneh, bukankah ini hanfu kenapa hanya setengah badan ? jika ketahuan Yang Mulia pasti Kakak di hukum membaca kitab." ucap Pangeran Bai menggeleng gelengkan kepalanya.


"Xia'er, sebaiknya menjenguk Yang Mulia kembali.." usul pelayan Fu.


"Hah, benar Kakak ipar." timpal Pangeran Bai.


"Huh, baiklah aku akan kesana,, lagi pula sudah ada Selir Chu.." balas Xia Ming Yue dengan nada sewot.


"Yang di tolong Yang Mulia kan kamu Xia'er, jadi Xia'er harus bertanggung jawab.." ucap pelayan Fu..


"Apa kalian menyuruhku, masuk ke kandang singa.."


"Hais Kakak ipar.."


Pangeran Bai langsung memukul dahinya..

__ADS_1


"Huh, baiklah.." ucap Xia Ming Yue, ia menghentak kan kakinya, menuju kediamannya..


30 menit kemudian,


Xia Ming Yue telah selesai dengan aktivitas mandinya, sekarang ia di rias oleh pelayan Fu..


"Cucu ku.." sapa seseorang dari arah pintu..


Xia Ming Yue menoleh..


"Hah, Kakek.." balas Xia Ming Yue ia langsung menghampiri Kakek Ying dan memeluknya..


"Cucuku, bagaimana kabar mu ? maaf Kakek baru menjenguk mu.." Kakek Ying menatap Xia Ming Yue dengan khawatir.


"Tidak apa apa Kakek,, aku baik baik saja.." jawab Xia Ming Yue tersenyum.


"Cucuku, jangan melakukan hal bodoh lagi, maaf Kakek tidak bisa mengeluarkan mu dari istana, karna Kakek tidak memiliki kekuatan. Kakek sangat tidak berguna.." jelas Kakek Ying menunduk, hatinya merasa sakit ketika mendengarkan rumor jika Cucunya melakukan percobaan bunuh diri.


"Baiklah, kebetulan Xia ada yang ingin di bacarakan pada Kakek.."


"Kalian keluarlah.." perintah Xia Ming Yue pada pelayannya..


"Ada apa Xia'er ?" tanya Kakek Ying..


"Kakek aku sudah mempelajari semua tahap Kultivasi itu.." ucap Xia Ming Yue dengan serius..


"Apa ?? apa kamu yakin ?"


Kakek Ying yang melihatnya sangat terkejut, ia sangat tau arti dari pedang tersebut..


"Hormat hamba, Tuaan." ucap Leo.


"Cucuku, kau sungguh jenius. Aku memang memberikan kitab Kultivasi itu pada mu, Hah, sudah 5 tahun aku tidak bertemu dengan guru.." ucap Kakek Ying tersenyum ketir.


"Ternyata tuan masih ingat Master." timpal Leo..


"Darimana kalian bisa kenal ? jangan bilang jika Kakek berguru ke Masternya Leo.." ucap Xia Ming Yue menunjuk pada Leo..


"Haha, tuan pinter menebak.." jawab Leo.


"Benar Cucuku, bahkan kitab Kultivasi itu dia yang memberikannya pada ku,, Cucuku kamu ingat rahasiakan semua ini, jangan mengeluarkan Leo jika tidak penting, semakin banyak orang tau, maka semakin banyak yang mengincar mu, terutama Klan Hitam." jelas Kakek Ying memegang kedua bahu Xia Ming Yue.


"Baik lah Kakek, aku akan mengingat nasehat Kakek."


"Baiklah, aku ingin menemui Yang Mulia, aku mendengar di Ibu Kota, Klan Hitam bangkit kembali."


"Aku ikut Kakek, kebetulan aku ingin menjenguk Yang Mulia.." ucap Xia Ming Yue.


Kakek Ying langsung terkejut mendengarkan jika Kaisar Xiowen terluka.

__ADS_1


"Hah, bagaimana bisa ?"


"Sebenarnya, aku tadi malam keluar istana diam diam, lalu pada saat di Ibu Kota, aku bertempur dengan Klan Hitam, kebetulan Yang Mulia menolongku.." jelas Xia Ming Yue menatap Kakek Ying.


"Lalu, apa Yang Mulia tau, Kultivasi mu atau pedang ini ?" tany Kakek Ying.


"Yang Mulia tidak tau Kakek, hanya saja Yang Mulia tidak menanyakannya.." jawab Xia ming Yue.


"Baiklah, jika Yang Mulia bertanya, Xia'er bisa berbohong sedikit.." ucap Kakek Ying terkekeh..


Merekapun keluar kediaman Xia Ming Yue,, di luar Pangeran Bai dan pelayan Fu dengan setianya menunggu Xia Ming Yue...


Sampai di kediaman Naga...


Xia Ming Yue melihat Selir Chu yang menyuapi Kaisar Xiowen,, ia melirik Xia Ming Yue sinis..


Xia Ming Yue yang melihatnya hanya mengabaikan lirikan Selir Chu.


"Hormat hamba, Yang Mulia.." ucap mereka serempak menunduk.


"Bagaimana keadaan Yang Mulia?" tanya Pangeran Bai menatap khawatir.


"Aku tidak apa apa kamu jangan khawatir." jawab Kaisar Xiowen tersenyum. ia melirik Xia Ming Yue yang memalingkan wajahnya..


"Kakek Ying bagaimana kabar mu?" tanya Kaisar Xiowen.


"Hamba baik baik saja Yang Mulia.." jawab Kakek Ying tersenyum.


"Aku tau kamu datang kesini ingin membahas tentang Klan Hitam, jangan khawatir aku akan mengadakan pertemuan dengan kedua Kaisar dan Klan Xue." ucap Kaisar Xiowen.


"Benar, Yang Mulia. itulah tujuan hamba.."


"Baiklah, aku ingin membahas sesuatu dengan Selir Xia.." ucap Kaisar Xiowen.


Merekapun saling melirik, sementara Xia Ming Yue melirik Kaisar Xiowen.


Hal apa lagi yang ingin ia bahas batin Xia Ming Yue..


Selir Chu yang mendengarkannya, ia menatap tajam Xia Ming Yue.


Ada apa dengan Yang Mulia, bahkan ia tidak pernah berbicara berdua dengan Xia Ming Yue batin Selir Chu..


"Baik Yang Mulia.." ucap mereka serempak kemudian berlalu pergi kecuali Selir Chu..


"Selir Chu, aku ingin membahas sesuatu dengan Selir Xia." ucap Kaisar Xiowen menatap Selir Chu..


"Tapi Yang Mulia, apa hamba tidak boleh tau?" tanya Selir Chu menatap Kaisar Xiowen.


"Aku ingin membahasnya berdua." ucap Kaisar Xiowen datar.

__ADS_1


"Ba,, baiklah, Yang Mulia.." ucap Selir Chu menunduk hormat, sampai di depan Xia Ming Yue, Selir Chu melirik sinis Xia Ming Yue..


Padahal hatinya sudah mengumpat sumpah serapah...


__ADS_2