Mendadak Selir

Mendadak Selir
08 : Menolong..


__ADS_3

Di tempat lain...


Xia Ming Yue merasa jenuh, ia duduk bersandar menatap keindahan bulan di jendelanya..,, ia melirik Pelayan Fu yang sedang santainya memakan camilan kue bulan..


"Fu, ambilkan aku seruling di lemariku.." perintah Xia Ming Yue membuat pelayan Fu menatapnya...


Tanpa ia sadari,, camilannya belum sampai ke mulutnya..


"Fu,, sampai kapan kamu menatapku seperti itu,, bisa jadi mulut mu tempat bersarang nyamuk..."


Xia Ming Yue kembali menatap bulan..


"Ah,, maaf Yang Mulia, hamba hanya kaget,, sudah sangat lama hamba tidak pernah melihat Yang Mulia memainkan seruling.." ucapnya menatap Xia Ming Yue.


"Hah, baiklah.. Cepat ambilkan.."


Pelayan Fu berdiri, ia mengambil seruling Xia Ming Yue di lemarinya kemudian memberikannya.


Xia Ming Yue mengambilnya.. "Aku ingin keluar sebentar.." ucap Xia Ming Yue tersenyum, ia melepaskan cadarnya..


Xia Ming Yue keluar kediamannya, ia menuju halaman belakang kemudian menggunakan qingqongnya naik dari dahan pohon ke dahan pohon lainnya..


Sampailah ia di pohon tinggi,,ia menatap kediamannya yang tak jauh dari penglihatannya..


"Sudah lama aku tidak memainkannya,, untungnya di zaman ku aku juga suka memainkan musik tradisional hanya permainan seruling ini dan harpa yang aku tau.. weleh weleh..." ucapnya menggelengkan kepalanya...


Xia Ming Yue mendonggakan kepalanya,, ia menatap sang bulan..


Ia menghembuskan nafasnya kemudian meniup serulingnya...


Alunan merdu bunyi seruling yang terbawa oleh semilir angin,, membuat bunga bergoyang mengikuti alunan melodi tersebut bahkan pohon pun memejamkan matanya menikmati alunan merdu yang membuatnya seakan terbang di angkasa.


Sang angin pun membawa alunan melodi tersebut sampai pada telinga Kaisar Xiowen,,


Kaisar Xiowen yang mendengarkan itupun menghentikan langkah kakinya,,, ia menatap sekelilingnya..


"Siapa yang memainkan seruling yang sangat indah ini,, baru pertama kalinya aku mendengarkan alunan ini.." Kata Kaisar Xiowen menatap sekelilingnya..


"Benar Yang Mulia, hambaa baru sekarang mendengarkan bunyi semerdu ini.." ucap Kasim Mu...


"Aku akan mencarinya,, tunggulah disini.." ucap Kaisar Xiowen meninggalkan Kasim Mu,, ia menggunakan qingqongnya mengikuti alunan bunyi seruling tersebut..


Dari kejauhan ia melihat seorang gadis yang berhanfu polos putih yang sangat cantik dan memejamkan matanya meniup seruling,, ia menikmati setiap suara seruling yang ia keluarkan.


Kaisar Xiowen perlahan lahan mendekati pohon tersebut,, gadis itu pun membuka matanya,, dengan sigap ia berdiri kemudian menggunakan jurus qingqongnya menjauhi Kaisar Xiowen.


"Tunggu Nona,, siapa dia ? Sungguh keindahan yang mengalahkan bulan.." ucapnya tersenyum.


Kita akan bertemu lagi Nona batinnya tersenyum..


Kaisar Xiowen kemudian berbalik kembali menuju kediamannya.


Sementara Xia Ming Yue yang berlari takut ketahuan Kaisar Xiowen, ia berhenti lalu duduk di sebuah dahan pohon..

__ADS_1


"Huft,, untunglah dia tidak mengejarku.." Kata Xia Ming Yue ia mengusap keringat dahinya dengan punggung tangannya.


Xia Ming Yue menatap sekelilingnya,,


"Astagah, kenapa aku masuk ke dalam hutan.." ucapnya menghela nafas...


"Sebaiknya aku berkeliling,, mungkin ada sesuatu.." ucapnya...


Xia Ming Yue turun dari dahan pohon tersebut, ia berjalan dengan pelan melihat lihat sekelilingnya...


"Sebaiknya aku pulang saja,, lagipula aku tidak membawa pedang hanya membawa seruling yang benar saja.." gumam Xia Ming Yue menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Bamm..


"Eee, monyet gosong,, monyet gosong. Suara apa itu ?? mengagetkan saja..."


Bamm...


Sepertinya bukan suara biasa.....


Xia Ming Yue menaiki salah satu dahan pohon yang lumayan tinggi,, ia menatap sekelilingnya dari kejauhan ia melihat asap hitam..


Xia Ming Yue mendekati asap hitam tersebut,, ia duduk di salah satu dahan pohon..


Setelah asap hitam itu menghilang,, Xia Ming Yue melihat 5 orang berpakaian hitam dengan cadarnya,, melawan 3 orang berpakain merah salah satunya seorang laki laki paruh baya.


"Cepat serahkan harta kalian" teriak salah satu orang berpakain hitam..


Wahh,, ada pertarungan ini mah serius bukan adegan seperti di tv batin Xia Ming Yue..


"Benar, cepat serahkan jika kalian ingin hidup.." ucap bawahannya..


Ooo sepertinya orang itu ketuanya batin Xia Ming Yue..


"Kami tidak akan menyerahkan harta kami.." teriak laki laki paruh baya..


"Dasar pak tua bah tanah,, sudah mau mati masih saja sombong hahaha..." teriak ketua orang berpakain hitam tertawa mengejek..


Hiyakk,,,,


Suara dentingan pedang kembali beradu...


Mereka saling menyerang satu sama lainnya,, tanpa sadar sebuah panah dari arah belakang menuju seorang laki laki paruh baya...


Xia Ming Yue yang melihatnya dengan sigap ia turun kebawah lalu menghadang panah tersebut..


Xia Ming Yue menatap orang yang berpakain hitam di dahan pohon tersebut,, ia melemparkan kembali anak panah tersebut...


Jlebb...


Orang di dahan pohon tersebut jatuh tersungkur...


Xia Ming Yue memegang pinggang laki laki paruh baya tersebut yang mulai melemah..

__ADS_1


Ia mengambil pedang laki laki paruh baya, kemudian menghadang serangan orang yang berpakaian hitam di sampingnya..


"Paman tidak apa apa?" tanya Xia Ming Yue menatap lekat laki laki paruh baya tersebut..


Laki laki paruh baya itu pun hanya mengangguk,,


Xia Ming Yue menghadang pedang yang ingin melukainya,, kemudian ia menendang perutnya hingga terpental jauh...


Xia Ming Yue menyerang 5 orang yang berpakain hitam dengan membabi buta. Hingga menyisakan 1 orang berpakain hitam yang tak lain adalah ketuanya..


"Ampun Nona,, jangan bunuh saya.." ucapnya menjatuhkan pedangnya lalu bersujud membenturkan dahinya..


Sementara ke tiga orang hanya menganga melihat kehebatan Kultivasi Xia Ming Yue.


Xia Ming Yue tak ambil lama,, ia menatap tajam ketua bandit tersebut yang gemetar dan langsung menebas kepalanya..


Siapa Nona ini sungguh sangat kuat,, Kultivasinya pun bahkan melebihi Kultivasi tingkat Awal batin mereka.


"Selesai.." ucapnya...


Xia Ming Yue membalikkan badannya, ia menatap ketiga orang yang masih terkejut..


"Sebaiknya kalian,, cepat tinggalkan tempat ini.." ucap Xia Ming Yue yang menyadarkan keterkejutan mereka..


"Ah, terimakasih Nona, telah menolong kami, nama saya Xue Long, Nona bisa memanggil saya Xue.." ucap laki laki paruh baya.


"Ah, sama sama Paman Xue.." balas Xia Ming Yue tersenyum.


Xia Ming Yue menghampiri Ketua Xue,, ia memeriksa denyut nadinya..


"Ternyata paman terkena racun,, tunggu disini aku akan mencari obat obatan di sekitar hutan.." ucap Xia Ming Yue kemudian ia menaiki dahan pohon menggunakan jurus qingqongnya..


"Guru siapa gadis itu sangat cantik, bahkan Kultivasinya pun tidak bisa di prediksi.." ucap Yan..


"Benar Kakak.." timpal Yun..


30 menit kemudian....


Xia Ming Yue membawa obat obatan di tangannya..


"Paman ini untuk racun mu.." ucap Xia Ming Yue menyodorkan 5 bahan obat..


"Dan ini untuk kalian berdua.."


Xia Ming Yue menyodorkan 3 bahan obat pada Yin..


Mereka mengambilnya,,


"Terimakasih Nona.." ucap mereka serempak.


"Jika boleh tau, nama Nona siapa?" tanya Ketua Xue.


"Xia Ming Yue.." jawabnya dengan tersenyum.

__ADS_1


"Hah.." ucap mereka serempak saling memandang.


"Apa Nona adalah Selir Xia Ming Yue.." tanya Yun dengan wajah terkejut.


__ADS_2