Mendadak Selir

Mendadak Selir
31 : Jebakan


__ADS_3

Sampai di kediaman Naga..


Permaisuri Lan Ning langsung menerobos masuk...


"Yang Mulia, Yang Mulia. Hamba mendengar Yang Mulia terluka.." ucap Permaisuri Lan Ning ia menatap sekeliling tubuh Kaisar Xiowen dengan wajah khawatir..


"Kau !!"


Permaisuri Lan Ning menatap tajam Xia Ming Yue yang disampingnya..


"Gara gara kau Yang Mulia seperti ini.." bentak Permaisuri Lan Ning...


"Hentikan ! apa yang kau lakukan membentaknya ?" ucap Kaisar Xiowen menatap tajam.. "Kembali ke kediaman mu, ap aku harus menambah hukuman mu Permaisuri ?" tanya Kaisar Xiowen dengan penuh penekanan..


"Yang Mulia,, tapi..."


Permaisuri Lan Ning memohon dengan tatapan mengiba..


"Hem.."


Permaisuri Lan Ning memberi hormat kemudian berlalu pergi..


Saat sampai pintu, Permaisuri Lan Ning berpapasan dengan Selir Chu dan Pangeran Bai..


Permaisuri Lan Ning dan Selir Chu saling menghentikan langkah kakinya, merekapun saling menatap sinis...


Selir Chu memutar bola matanya, ia malanjutkan langkah kakinya...


"Hormat hamba, Yang Mulia. Maaf hamba tidak tau sewaktu kejadian.." ucap Selir Chu menunduk hormat di ikuti Pangeran Bai..

__ADS_1


"Aku tidak apa apa.."


"Lalu bagaimana dengan Kakak ipar ? apa Kakak ipar terluka ?" tanya Pangeran Bai menatap Xia Ming Yue.


"Aku tidak apa apa, baiklah, sebaiknya Yang Mulia beristirahat.." ucap Xia Ming Yue..


"Emm, baiklah kau juga harus istirahat.." balas Kaisar Xiowen dengan lembut...


Merekapun menunduk hormat, berlalu pergi..


Tiga bulan telah berlalu...


Kini hubungan Xia Ming Yue dan Selir Chu semakin membaik, lain halnya hubungannya dengan Kaisar Xiowen ia semakin jengah..


Kaisar Xiowen selalu berusaha menyenangkan Xia Ming Yue, setiap seminggu sekali, ia mengirim kain sutra terbaik serta perhiasan..


Selir Chu selalu berusaha menasehati Xia Ming Yue, serasa telinganya hampir budek mendengarkan nasehat Selir Chu..


Di tempat lain.


Pada malam harinya...


Permaisuri Lan Ning selalu melemparkan apapun yang ada di kediamannya setelah mendengarkan laporan pelayannya..


"Pelayan Lu, cepat carikan aku racun sekaligus penawarnya, ambilah koin di kotak itu." perintah Permaisuri Lan Ning sambil mengepalkan tangannya..


"Baik Yang Mulia.." pelayan Lu memberi hormat undur diri, ia menuju Ibu kota.


Selang beberapa saat..

__ADS_1


Pelayan Lu datang ia memberi hormat pada Permaisuri Lan Ning..


"Bagaimana ? apa kau dapat ?"


"Ini Permaisuri.." pelayan Lu memberikan dua botol.


"Tangan kanan hamba adalah racunnya sementara tangan kiri hamba adalah penawarnya.."


"Bagus aku akan meminum racun ini dan kau taruhlah racun ini di kediaman Xia Ming Yue, tapi sebelum itu aku harus minum penawarnya lebih dulu.." ucap Permaisuri Lan Ning tersenyum licik...


Sementara Xia Ming Yue berada di luar kediamannya, ia tiduran di sebuah dahan bunga sakura..


"Apa yang harus aku lakukan, aku tidak mungkin memberi tau Kaisar Xiowen, jika aku bukanlah Yue'er yang asli,, aku akui aku mulai merasa hangat dengan sikapnya, tapi semua itu tidak mungkin, tapi cepat atau lambat aku harus memberitau nya.." gumam Xia Ming Yue.


Ia melirik kediamannya, lalu mengernyitkan dahinya..


"Bukankah itu pelayan Lu, lalu mengapa mengendap ngendap seperti maling.."


Xia Ming Yue terus memerhatikan gerak gerik pelayan Lu, pelayan Lu masuk melewati jendela lalu keluar setelahnya..


Xia Ming Yue turun dari dahan pohon, ia langsung memeriksa semua kediamannya..


Ia terkejut ketika melihat sebotol racun..


Xia Ming Yue mencium botol tersebut. "Ternyata ini racun biasa, dia ingin menjebak ku.." ucap Xia Ming Yue..


"Sebaiknya aku biarkan saja, lagi pula cepat atau lambat Yang Mulia tidak akan menerima ku jika ia tau siapa aku.." Xia Ming Yue kembali menaruh racun itu pada tempatnya..


Ke esokan paginya,,

__ADS_1


Xia Ming Yue duduk dengan santai di kediamannya dengan membaca buku..


__ADS_2