
Hooemmm..
"Emmm, sudah jam berapa ?"
Xia Ming Yue meraba ke sampingnya, ia mencari jam alarmnya..
"Uh aku lupa, aku kan berada di dunia aneh ck, ck,ck..."
"Xia'er kau sudah bangun,, ini sudah malam, aku sudah membawa makan malam untuk mu.." tutur pelayan Liu, ia menatap Xia Ming Yue yang masih di ranjangnnya..
Xia Ming Yue menoleh,, ia membasuh wajah nya, lalu menghampiri pelayan Fu yang membereskan hidangannya.
"Cepatlah makan, aku tau kau pasti lapar..."
"Ya benar aku memang lapar,, aku ingin bertemu dengan Yang Mulia.." ucap Xia Ming Yue yang masih menguyah makanannya.
Selang beberapa saat ..
"Ekhemm,, "
Xia Ming Yue menoleh..
Panjang umur ni orang...
Kaisar Xiowen menatap Xia Ming Yue..
"Bagaimana ? apa kau senang dengan masakan ini ?" tanya Kaisar Xiowen..
"Lumayan hidupku, lebih berarti dari yang dulu.." balas Xia Ming Yue..
"Kakak ipar..." teriak seseorang dari arah pintu...
__ADS_1
Xia Ming Yue menoleh ia tersenyum, tapi tidak dengan Kaisar Xiowen ia geram melihat pemuda tersebut..
Pangeran Bai langsung duduk di samping Xia Ming Yue...
"Hem, kenapa Kakak pagi pagi datang kesini ? tidak biasanya.." tanya Pangeran Bai keheranan..
"Apa urusan mu ? memangnya salah aku menemani istriku.." jawab Kaisar Xiowen acuh..
"Jika kalian masih berdebat, pergi saja dari sini, membuatku tidak selera makan saja.." lerai Xia Ming Yue ia melirik Pangeran Bai dan Kaisar Xiowen, kemudian melanjutkan makannya..
"Yang Mulia bagaimana dengan pajak istana ?" tanya Pangeran Bai..
"Entahlah, aku pusing memikirkannya, aku sudah menyuruh Jendral mengeceknya, banyak yang warga yang mengeluh tentang kenaikan pajak istana.." jelas Kaisar Xiowen dengan wajah lesunya..
"Hemm, sebaiknya jika orang mampu membayar pajak lebih dan jika tidak mampu bayar pajak sesuai kemampuannya dan Yang Mulia harus mengeceknya sendiri.." sanggah Xia Ming Yue tanpa memerhatikan mereka yang melongo..
Yue'er ternyata kau sudah berubah..
"Kakak ipar ide mu sangat berlian.." Pangeran Bai langsung memeluk Xia Ming Yue begitu erat..
"Huh, dia Kakak ipar ku... Kakak dulu selalu bilang ingin melepaskan Kakak ipar, jadi jika Kakak tidak mau, maka aku akan menggantikannya.." kata Pangeran Bai tersenyum sinis..
"Kau, Berjagalah di perbatasan utara.."
"Tidak ! aku tidak mau, huhuhu. Kakak jangan terlalu kejam dengan Adikmu..." ucap Pangeran Bai berpura pura memasang wajah sedihnya..
"Kaka ipar.." Pangeran Bai mendongakkan kepalanya dengan tatapan memohon.
"Yang Mulia, sudahlah jangan terlalu menekannya.." ucap Xia Ming Yue mengelus pucuk kepala Pangeran Bai..
"Yang Mulia, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu.." ucap Xia Ming Yue dengan wajah serius..
__ADS_1
"Apa ?" tanya Kaisar Xiowen cuek..
"Aku ingin Yang Mulia, membebaskan Selir Chu.." jawab Xia Ming Yue..
Kaisar Xiwoen menatap tajam Xia Ming Yue, ia tidak habis pikir apa yang dipikirkan oleh Selirnya..
"Yang Mulia boleh memarahiku,, tapi tolong dengarkan dulu penjelasanku, pada saat itu aku melihat dengan jelas, Selir Chu tersandung dan tangannya tanpa sengaja mendorong Permaisuri Lan Ning ke kolam, coba saja Yang Mulia mengeceknya sendiri.." jelas Xia Ming Yue..
"Tidak mungkin, bahkan banyak yang bersaksi jika Selir Chu telah bersalah.."
"Yang Mulia, bukti bisa saja di palsukan, Yang Mulia sudah jelas tau di istana,, aku kan sering meminta cerai, karna aku tidak mau saling bertengkar dengan Permaisuri Lan Ning, hati tidak sesuai dengan mulut Yang Mulia,, hati boleh saja marah, tapi mulut bisa saja baik.." Xia Ming Yue mengangkat kedua bahunya,,
Tampak Kaisar Xiowen berfikir tentang penjelasan Xia Ming Yue..
"Bibi Fu, aku minta tolong,, emm bawakan pelayan yang bersaksi atas tuduhan Selir Chu.."
"Baik Yang Mulia.." pelayan Fu menunduk hormat...
"Kita buktikan saja Yang Mulia."
Xia Ming Yue terkekeh..
"Baik, tapi jika Permaisuri tidak bersalah, aku ingin menghukum mu.."
"Boleh, tapi jika aku benar, Yang Mulia harus di hukum, bagaimana ?"
Xia Ming Yue menarik kedua alisnya..
Selang beberapa saat...
Pelayan Fu membawa lima pelayan 3 pelayan dari Selir Chu dan 2 pelayan dari Permaisuri..
__ADS_1
"Hormat hamba, Yang Mulia.." ucap mereka serempak dengan menunduk hormat..
"Bibi Fu, berikan mereka air.." perintah Xia Ming Yue, pelayan Fu mengerti apa yang akan di lakukan oleh junjungannya.