
Sampai di Ibu kota Xia Ming Yue,, berjalan di tengah tengah warga..
Para warga yang melihatnya, ia memberikan jalan pada Xia Ming Yue dan bawahanya yang di ikuti 20 orang..
"Apa dia ketuanya,, sungguh misterius.." ucap salah satu warga..
"Benar, aku juga mendengar jika istana di serang,, kemudian orang bertopeng datang, sepertinya mereka datang kesini untuk membantu kita.."
Brakkk..
Xia Ming Yue berhenti, ia menoleh ke belakang..
Ternyata seorang nenek yang membawa dagangannya terjatuh..
Xia Ming Yue menghampiri nenek itu, ia membantu nenek itu memungut dagangan sayurnya yang berseraka di tanah.
Setelah selesai Xia Ming Yue, menghampiri nenek itu.
"Nenek tidak apa apa ?" tanya Xia Ming Yue lembut.
"Terimakasih Cu,, kamu sangat baik.." Nenek itu tersenyum hangat pada Xia Ming Yue..
"Bolehkah Nenek melihat telapak tangan mu.." tanya sang Nenek..
Xia Ming Yue menyodorkan telapak tangannya,, sang Nenek memegangnya..
"Cu, suatu saat kamu akan menjadi Permaisuri yang hebat, baik dan bijaksana semua orang akan memujimu, ketahuilah Kekaisaran ini jika dipegang oleh Permaisuri seperti mu akan tentram.." jelas sang Nenek tersenyum.
"Nenek, aku hanya orang biasa mana mungkin bisa menjadi seperti nenek katakan.."
"Baiklah Cu, nenek permisi dulu.."
"Nenek bawahan ku akan mengantarkan Nenek,,"
"Tidak usah Cu, rumah Nenek dekat.."
Xia Ming Yue mengangguk tersenyum..
__ADS_1
Nenek itu adalah hal yang mustahil,
Xia Ming Yue menggeleng - gelengkan kepalanya,, ia melanjutkan perjalanannya.
Selang beberapa saat munculah,, dua puluh orang berpakain hitam..
Para bawahan Xia Ming Yue siap siaga, mereka pun bertempur sengit..
Xia Ming Yue hanya diam menonton..
Sebuah anak panah mengarah pada Xia Ming Yue,, Dengan sigap Xia Ming Yue menangkap anak panah tersebut..
Orang yang berpakaian hitam itu pun lari,, Xia Ming Yue tersenyum sinis, ia mengikutinya dari belakang..
Sampai lah di sebuah hutan dengan kabut yang tebal.. Xia Ming Yue menatap sekelilingnya, yang hanya ada kabut tebal. ia terus fokus pada perburuannya..
Sampailah ia melihat sebuah gubuk dengan penjagaan yang ketat,, Xia Ming Yue memerhatikan gubuk tersebut dari jauh..
Apa ini markas dari Klan Hitam..
Ia juga melihat sekitar 500 orang di latih dengan ketat..
Ia melihat seorang laki laki paruh baya, menghampiri orang yang melatih bawahannya..
"Bagaimana?" tanya laki laki paruh baya itu.
"Rata rata dari mereka tahap menengah tuan.." jawabnya..
"Bagus, latih mereka dengan ketat, aku harus menguasai semua Kekaisaran, hahaha.." laki laki paruh baya itu pun tertawa..
Xia Ming Yue langsung bergegas pergi, menuju kediaman Kakek Ying..
"Kakek..." sapa Xia Ming Yu..
"Oh, Cucuku. Ada apa?"
"Kakek ada hal serius yang aku ingin beri tau pada Kakek.. Aku sudah menemukan dimana markas Klan Hitam.." ucap Xia Ming Yue..
__ADS_1
"Apa kamu sudah menemukannya ?" tanya Kakek Ying terkejut..
"Benar, rata rata dari mereka Kultivasi tahap menengah. Mereka tinggal di hutan perbatasan yang di penuhi oleh kabut.." jawab Xia Ming Yue dengan wajah serius.
"Baiklah, hanya itu yang aku beri tau pada Kakek, aku harus ke ruangan bawah tanah.." ucap Xia Ming Yue ia langsung pergi..
Sampai di ruangan bawah tanah..
"Nona.."
"Tadi bagaimana? apa kalian terluka ?" tanya Xia Ming Yue khawatir..
"Nona, sebagian dari mereka kabur, kami juga kwalahan bertempur dengan mereka Nona, sebagian dari mereka Kultivasi tahap menengah..." jawab salah satu dari mereka.
"Baiklah dua orang ikut dengan ku.." perintah Xia Ming Yue, ia meleset pergi kembali ke Istana di ikuti dua orang..
Sampai di kediamannya,,
Xia Ming Yue mengambil kitabnya dan memberikannya..
"Pelajari Kultivasi di kitab ini, ingat kalian harus berkerja keras, aku sudah menemukan markasnya dan kita harus bersiap siap menyerang mereka.." perintah Xia Ming Yue tegas..
"Siapa nama mu ?" tanya Xia Ming Yue..
"Hamba Yan dan ini San.."
"Baiklah, aku akan memanggil kalian Yan San, jadi kalianlah yang memimpin mereka, sekarang pergilah.." perintah Xia Ming Yue..
Xia Ming Yue mengeluarkan Leo..
"Leo bagaimana caranya agar mempercepat Kultivasi ?" tanya Xia Ming Yue..
"Tuan jangan khawatir, bukankah obat sekaligus racun yang diberikan tuan juga memepercepat Kultivasi, karna obat tersebut sudah dipanaskan dengan apiku tuan.." jawab Leo..
"Oh baiklah aku mengerti, sekarang kamu kembaliah.." ucap Xia Ming Yue ia menyodorkan telapak tangannya, Leo pun memasuki telapak tangan Xia Ming Yue..
"Tapi bawahanku hanya ada 50 orang sementara mereka sekitaran 500 orang, sebaiknya aku ke ruangan Yang Mulia.."
__ADS_1
Xia Ming Yue, keluar kediamannya ia menuju ruangan Kaisar Xiowen..
Xia Ming Yue melewati jendela, ia melihat Kaisar Xiowen yang hanya diam menatap sebuah lukisan..