Mendadak Selir

Mendadak Selir
35 : Tangisan


__ADS_3

"Yang Mulia.." ucap Jendral Yen terkejut menatap ke atas langit..


"Kaisar Xiowen.." sapa seseorang dari belakang..


Kaisar Xiowen dan Jendral Yen menoleh..


"Hormat hamba Yang Mulia.." ucap Jendral Yen menunduk hormat..


"Aku tidak menyangka peperangan ini terjadi sangat cepat.." ucap Kaisar Long..


"Benar, bahkan aku langsung kesini ketika mendengarkan kode dari Tetua Klan Xue, tapi siapa wanita itu ? sangat cantik, apa dia pengganti Master ?" tanya Kaisar Cun terkagum kagum..


"Jaga ucapan mu Kaisar Cun, dia adalah istriku, Selir Xia Ming Yue..."


"Apa ??" teriak Kaisar Cun dan Kaisar Long terkejut


Kaisar Xiowen menatap geram Kaisar Cun..


"Tidak mungkin.." ucap Kaisar Long menatap Xia Ming Yue di atas.


Kaisar Xiowen langsung menuju ke arah Xia Ming Yue..


"Yue'er.." teriak Kaisar Xiowen..


Sial kenapa dia ada di sini ?


Para Kaisar beserta Jendralnya pun mengikuti Kaisar Xiowen..


hahaha..


Tetua Klan Hitam langsung mengarahkan pedangnya ke para Kaisar, dengan cepat Xia Ming Yue menghadangnya..


"Kenapa kalian ada disini?" bentak Xia Ming Yue menatap tajam Kaisar Xiowen dan Kaisar lainnya..


Para Kaisar yang mendapatkan tatapan tajam Xia Ming Yue langsung menciut, tidak halnya dengan Kaisar Xiowen. Ia menatap Xia Ming Yue tanpa berkedip..


Kaisar Xiowen langsung memeluk Xia Ming Yue..


"Yue'er.." lirihnya..


Biarkan aku egois, memeluk hangatnya pelukan mu Yang Mulia..


Xia Ming Yue melepaskan pelukannya dengan Kaisar Xiowen..


"Aku bukan Yue'er mu yang asli.." ucap Xia Ming Yue, ia kembali ke atas bertempur dengan Tetua Klan Hitam..


"Jika harus mati, maka kita akan mati bersama sama.." teriak Xia Ming Yue..


Ia mengeluarkan kekuatan phoenix nya, munculah burung phoenix yang memancarkan api di seluruh tubuhnya..


Begitupun Tetua Klan Hitam, ia mengeluarkan naga merahnya..


Burung phoenix dan naga merah, merekapun saling menyerang...


Bammm...


Ledakan di udara membuat, angin yang besar di sertai dengan kabut hitam...


"Akhirnya sudah selesai.." lirih Xia Ming Yue, tenaganya terkuras habis, hingga ia terjatuh..


"Yue'er.." teriak Kaisar Xiowen, dengan sigap Kaisar Xiowen menggendong tubuh Xia Ming Yue yang terjatuh..

__ADS_1


"Bangun, aku mohon. Apapun, apapun yang kau inginkan, akan aku turuti.."


Darah segar keluar dari mulut Xia Ming Yue,, perlahan lahan Xia Ming Yue membuka matanya..


"Yang Mulia.." lirihnya, ia menggerakkan tangan kanannya menyentuh pipi Kaisar Xiowen..


"Aku bukanlah Yue'er mu.."


Xia Ming Yue kembali menutup matanya..


"Tidaaakkkkk..........!!! aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil mu.." teriak Kaisar Xiowen..


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud menghukum mu, kau tau pada waktu itu aku masih mencari bukti untuk mengeluarkan mu, tapi kenapa kau menutupi semua ini ?" Kaisar Xiowen menangis tersedu sedu..


Para Kaisar beserta Jendralnya dan Tetua Xue yang melihatnya, hatinya menangis melihat betapa cintanya Kaisar Xiowen..


Kaisar Xiowen melihat pedang Xia Ming Yue yang terjatuh di sampingnya..


"Baik, jika kita tak bisa hidup bersama, maka kita harus mati bersama.." lirih Kaisar Xiowen ia menatap tajam pedang di samping Xia Ming Yue..


Kaisar Xiowen mengambil pedang tersebut, ia mengarahkan pada lehernya..


Dengan cepat Tetua Xue mengambil pedang Xia Ming Yue..


"Dasar bodoh apa yang kau lakukan.." bentak Tetua Xue..


"Sebaiknya kita cepat ke istana, mungkin ia bisa tertolong.." usul Tetua Xue ia melihat perguruannya hancur lebur dalam sekejap.


Kaisar Xiowen langsung menggendong tubuh Xia Ming Yue ke istana. Di ikuti yang lainnya..


Sampai di istana..


Tabib pun datang ia memeriksa pergelangan tangan Xia Ming Yue, Tabib itu melirik Kaisar Xiowen yang berada di sampingnya.


"Bagaimana ?" tanya Kaisar Xiowen.


"Maaf Yang Mulia.." ucap Tabib istana..


Kaisar Xiowen menarik kerah hanfu Tabib istana, ia menatap tajam sang Tabib.


"Apa yang kau bilang, cepat bangunkan dia, jika kau tidak membangunkannya, kepala mu lah taruhannya.." teriak Kaisar Xiowen..


Selang beberapa saat,


Datanglah Selir Chu, Pangeran Bai dan Kakek Ying..


"Yang Mulia, apa yang terjadi.." ucap Selir Chu ia menatap Xia Ming Yue yang mulai membiru..


Kakek Ying menghampiri Xia Ming Yue..


"Xia'er, apa yang terjadi ? kenapa dengan wajahmu?" Kakek Ying menggenggam tangan Xia Ming Yue..


"Kenapa tangan mu sangat dingin?"


Kakek Ying menatap tajam Kaisar Xiowen..


"Apa yang kau lakukan pada Cucuku Yang Mulia? jika kau tidak mencintainya, seharusnya kau melepaskannya..." teriak Kakek Ying..


Kaisar Xiowen hanya diam, ia hanya menangis merutuki kebodohannya..


Semua orang di kediaman Kaisar Xiowen hanya menangis dan menangis..

__ADS_1


"Hormat hamba, Yang Mulia.." ucap seorang wanita.


Kaisar Xiowen menoleh, ia menatap tajam wanita tersebut..


Plakk..


Kaisar Xiowen menampar pipi wanita tersebut, hingga jatuh ketanah.


"Yang Mulia.."


Permaisuri Lan Ning tidak menyangka Kaisar Xiowen menamparnya..


"Ini semua gara gara kau,, jika bukan karna kau, Yue'er tidak akan mengalami hal ini.." teriak Kaisar Xiowen.


"Kau, kau tega memfitnahnya, bahkan kau telah membunuhnya.."


"Apa Yang Mulia maksud, hamba tidak pernah membunuh Selir Xia.." teriak Permaisuri Lan Ning..


"Mulai saat ini kau bukan Permaisuri di istana ini dan asingkan wanita ini di tanah gersang perbatasan.." teriak Kaisar Xiowen..


"Tidak Yang Mulia hamba mohon.." Permaisuri Lan Ning bersujud di kaki Kaisar Xiowen.


"Cepat singkirkan wanita busuk ini." teriak Kaisar Xiowen..


Para prajurit pun menyeret Permaisuri Lan Ning yang berteriak pada Kaisar Xiowen..


Perlahan lahan tubuh Kaisar Xiowen melemas, ia terjatuh ke lantai..


"Yang Mulia.." sapa seorang gadis..


Kediaman Kaisar Xiowen di terangi sebuah cahaya. Perlahan lahan cahaya itupun meredup lalu munculah seorang gadis yang tersenyum hangat pada semua orang..


"Yue'er.." Kakek Ying langsung memeluk Xia Ming Yue..


Xia Ming Yue tersenyum, ia membalas pelukan sang Kakek..


Sementara yang lainnya masih dalam keterkejutannya..


"Yue'er.." lirih Kaisar Xiowen..


Xia Ming Yue melepaskan pelukannya, ia menghampiri Kaisar Xiowen..


Xia Ming Yue tersenyum.. "Yang Mulia, maaf. Aku telah lama pergi, sebenarnya aku sudah lama meninggal. Namun aku meminta seorang gadis yang kuat menggantikan ku, takdirnya memang berada disini, ia sudah di takdir kan, perantara membawa sebuah kedamaian disini.." Xia Ming Yue menoleh jasadnya yang sudah membiru, ia menunduk..


"Terimakasih.." perlahan lahan tubuh Xia Ming Yue menghilang..


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Tetua Xue dari arah pintu..


"Bagaimana keadaannn...."


Tetua Xue menoleh ke ranjang Kaisar Xiowen..


Kaisar Xiowen bangkit berdiri, ia mendekati ranjangnya..


"Aku ingin kalian menutup mulut masalah ini, jangan biarkan masalah ini tersebar.."


"Tapi Yang Mulia.." timpal Selir Chu..


"Diam !! aku tidak butuh nasehat kalian, sekarang kalian keluar, tinggalkan aku sendiri.." bentak Kaisar Xiowen..


Merekapun meninggalkan Kaisar Xiowen sendirian..

__ADS_1


__ADS_2