Mendadak Selir

Mendadak Selir
30 : Kemarahan Permaisuri.


__ADS_3

"Baiklah Yang Mulia.." ucap Selir Chu tersenyum..


"Kasim Mu, sediakan dua kereta." perintah Kaisar Xiowen..


"Kakak ipar.." teriak Pangeran Bai tersenyum.


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap pangeran Bai menunduk, entah kenapa bulu kuduknya tiba tiba merinding..


Pangeran Bai mendongakkan kepalanya..


Astagah, Kenapa Yang Mulia berubah jadi monster, batin Pangeran Bai langsung menunduk..


"Pangeran, apa kau mau ikut kita ke pasar.." ucap Xia Ming Yue..


Pangeran Bai mengintip Xia Ming Yue di balik badan kokoh Kaisar Xiowen..


"Wah, benar Kakak ipar, aku mau ikut.."


Xia Ming Yue kenapa mengajaknya, lihatlah tatapan Yang Mulia batin Selir Chu, ia menyenggol Xia Ming Yue..


Xia Ming Yue yang tidak peka, ia menatap Selir Chu dengan tatapan aneh..


Selang beberapa saat kereta pun datang,,


"Pangeran Bai, kau bersama ku.." Selir Chu menatap Pangeran Bai ia menyeret Pangeran untuk naik ke keretanya..


Ternyata Selir Chu mengerti batin Kaisar Xiowen ia tersenyum menyeringai.


Kaisar Xiowen menggenggam tangan Xia Ming Yue..


Xia Ming Yue hanya menarik salah satu alisnya..


"Yang Mulia, kenapa me..."


Sebelum melanjutkan perkataanya, Kaisar Xiowen langsung menggandeng tangan Xia Ming Yue..


"Cepatlah !"


Kaisar Xiowen dan Xia Ming Yue menaiki kereta di depannya, sementara Selir Chu dan Pangeran Bai duduk di belakang..


Sampai di pasar...


Kaisar Xiowen turun lebih dulu, ia membantu Xia Ming Yue turun..


Selir Chu yang melihatnya, ia tersenyum lalu menatap Pangeran Bai..


Sepertinya aku harus membawa Pangeran Bai jauh dari mereka batinnya..

__ADS_1


Selir Chu langsung menyeret Pangeran Bai,, Kaisar Xiowen tersenyum menatap Selir Chu, ia menggandeng tangan Xia Ming Yue menuju salah satu toko perhiasan..


Xia Ming Yue menatap semua perhiasan, tatapannya tertuju pada salah satu jepit rambut dengan lukisan bunga mawar.


Xia Ming Yue merabanya, Kaisar Xiowen yang melihatnya tersenyum, ia mengambil jepit rambut tersebut kemudian memakaikannya di rambut Xia Ming Yue..


Xia Ming Yue menatap Kaisar Xiowen, tatapan mereka pun bertemu.


Kaisar Xiowen yang melihat Xia Ming Yue, ia tidak tahan dan langsung mencubit hidung Xia Ming Yue..


"Yang Mulia.." ucap Xia Ming Yue mengelus hidungnya..


"Yue'er, kau sungguh menggemaskan.." ucap Kaisar Xiowen..


"Berapa ?" tanya Kaisar Xiowen..


"2 koin emas tuan.."


"Ini.." Kaisar Xiowen mengambil kantong kaoin nya, ia mengambil 3 koin emas.. "Sisanya untuk mu.." ucap kaisar Xiowen..


"Ayo.."


Kaisar Xiowen mengajak Xia Ming Yue ke salah satu toko pakaian..


"Selamat datang tamu terhormat.." ucap salah satu pelayan..


Kaisar Xiowen hanya mengangguk, semenatara Xia Ming Yue menatap keheranan..


Kaisar Xiowen melihat semua kain.


Tatapan tertuju pada salah satu kain berwarna ungu..


"Buatkan aku dan istriku hanfu dengan kain ini.." perintah Kaisar Xiowen datar..


"Baik tamu terhormat, silahkan ikut kami untuk mengukur tubuh tuan dan nona.." ucap pelayan toko dengan hormat..


Kaisar Xiowen dan Xia Ming Yue duduk dengan santai, sesekali mereka makan hidangan yang disediakan..


"Yang Mulia, kenapa membelikan aku hanfu? bagaimana jika Permaisuri tau ? bisa bisa aku mati karna cakarnya.."


Kaisar Xiowen tersenyum.. "Tidak akan, dia tidak akan berani.." jawab Kaisar Xiowen..


3 jam telah berlalu....


Datanglah dua pelayan toko yang masing masing membawa dua hanfu di tangannya..


"Silahkan tamu terhormat untuk mencobanya.." ucap salah satu pelayan..

__ADS_1


Xia Ming Yue dan Kaisar Xiowen mengambil hanfu mereka masing masing, lalu mereka ke ruang pengganti pakaian..


Dalam waktu yang sama mereka keluar secara bersamaan, karna memang ruang ganti pakaian lumayan berdekatan..


Kaisar Xiowen terpana melihat Xia Ming Yue, tatapannya terjatuh pada mata coklat dengan bulu mata yang lentik, satu kata untuknya yaitu kata Sempurna..


Xia Ming Yue hanya memasang wajah cuek, ia beranjak pergi..


Kaisar Xiowen tersadar, ia langsung mengeluarkan kantong lalu memberikan pada salah satu pelayan penjaga toko yang menjaga di luar ruangan ganti pakaian.


"Yue'er tunggu.." teriak Kaisar Xiowen..


Xia Ming Yue menghentikan langkahnya..ia menoleh ke belakang lalu memutar bola matanya..


Tanpa ia sadari, ada seekor kuda yang menuju ke arahnya..


"Yue'er awas.."


Kaisar Xiowen langsung berlari ke arah Xia Ming Yue, ia memeluk erat Xia Ming Yue kemudian mendorongnya kesamping, merekapun sama sama berguling..


Hingga tubuh Xia Ming Yue berada di atas Kaisar Xiowen..


Deg,, deg...


Mereka saling menatap, detak jantung merekapun sangat cepat..


Xia Ming Yue tersadar. "Hah, Yang Mulia tidak apa apa.." tanya Xia Ming Yue, ia langsung berdiri dari tubuh Kaisar Xiowen kemudian membantu Kaisar Xiowen berdiri..


"Sebaiknya kita pulang saja Yang Mulia, aku takut Yang Mulia kenapa napa.." usul Xia Ming Yue..


Kaisar Xiowen hanya mengangguk.


Setibanya di istana..


Xia Ming Yue turun duluan, ia membantu Kaisar Xiowen turun..


"Panggilkan Tabib.." perintah Xia Ming Yue pada Kasim Mu yang sedari tadi menunggu kedatangan Kaisar Xiowen..


Xia Ming Yue memapah tubuh Kaisar Xiowen ke kediamannya..


Disisi lain..


Permaisuri Lan Ning yang mendengarkan Kaisar Xiowen keluar bersama dua Selirnya, ia berteriak histeris..


"Sialan ! mereka berdua beraninya menggoda Yang Mulia.." teriak Permaisuri Lan Ning..


Prankk..

__ADS_1


Permaisuri Lan Ning melemparkan vas bunga..


"Aku harus menemui Yang Mulia.." teriak Permaisuri Lan Ning, ia keluar dari kediamannya kemudian berlari menuju kediaman naga.


__ADS_2