Mendadak Selir

Mendadak Selir
15 : Keterkejutan Kaisar Xiowen.


__ADS_3

Pada malam harinya,,,


Xia Ming Yue bersiap siap,, ia menggunakan hanfu biru beserta cadarnya..


"Xia'er kamu mau kemana?" tanya pelayan Fu, ia menatap Xia Ming Yue yang hendak keluar kediamannya melewati jendela.


"Bibi, aku ingin keluar menemui Kakek, jika ada yang ingin menemuiku, bilang saja aku lelah.." ucap Xia Ming Yue kemudian ia meleset pergi..


Pelayan Fu tersenyum, ia menghampiri jendela yang dilewati Xia Ming Yue, menatap kepergian Xia Ming Yue.


"Yang Mulia, aku bersyukur. Yang Mulia sudah berubah, yang tidak mudah di tindas lagi. Aku akan berusaha melindungi Yang Mulia." ucap pelayan Fu kemudian menutup kembali jendelanya.


Beberapa menit kemudian...


Xia Ming Yue sampai dikediaman Kakek Ying, semua penjaga yang melihat kedatangannya menunduk hormat..


"Yang Mulia, tuan sudah menunggu kedatangan Yang Mulia." ucap seorang pelayan..


Xia Ming Yue mengangguk, pelayan itu pun menunjukkan arah.


"Kakek.." sapa Xia Ming Yue ia memeluk Kakek Ying begitu erat,,


"Cucu ku, akhirnya kamu datang, aku sudah menyiapkan makanan untuk mu. Ayo kita makan.." ucap Kakek Ying, merekapun menuju ruang makan.


"Kakek, tiap malam aku akan datang kesini melatih mereka.." ucap Xia Ming Yue ia mengambil sayur kemudian memakannya.


"Baiklah, itu terserah dirimu Cucuku, aku sudah menyiapkan 50 pengawal yang kuat, tapi tingkatan Kultivasi mereka hanya tahap awal." ucap Kakek Ying menatap Xia Ming Yue.


"Tidak masalah Kakek, aku akan mengajari mereka.."


"Tapi jangan di paksakan jika tubuh mereka tidak kuat menerimanya.."


"Baik Kakek.."


Merekapun makan dengan lahap..


Selsai makan Kakek Ying menuju ruang rahasinya yaitu ruangan bawah tanah..


Xia Ming Yue melihat 50 orang berpakain hitam,,


"Baiklah, mulai sekarang kalian harus mematuhinya.." perintah Kakek Ying menatap tajam..


"Baik tuan, kami akan setia pada Nona." ucap salah satu mereka kemudian menunduk hormat di ikuti yang lainnya..


"Mulai malam ini, aku akan melatih kalian.." ucap Xia Ming Yue..


Tiga jam telah berlalu merekapun melatih mereka dengan sangat ketat..


"Baiklah, cukup untuk hari ini, setiap malam aku akan melatih kalian, karna pergerakan kalian terlalu banyak celah.." ucap Xia Ming Yue datar,, Xia Ming Yue keluar dari ruang bawah tanah, ia menuju ruangan Kakeknya.


"Kakek.."

__ADS_1


Xia Ming Yue memeluk Kakek Ying..


"Bagaimana ? apa Cucuku merasa puas?" tanya Kakek Ying mengelus kepala Xia Ming Yue..


"Iya Kakek, terimakasih aku akan pergi, dadah Kakek emmuah.." ucap Xia Ming Yue ia memberikan Kiss pada Kakeknya dengan mengkedipkan sebelah matanya.


Kakek Ying yang melihatnya hanya menganga, lalu tersenyum..


"Ternyata Cucuku sudah berubah, aku tidak perlu mengkhawatirkannya kembali..." ucap Kakek Ying menatap kepergian Xia Ming Yue.


Xia Ming Yue langsung menuju Ibu Kota, ia berniat membeli topeng sekaligus jalan jalan. ia memasuki sebuah toko yang menjual berbagai macam topeng..


Xia Ming Yue kemudian melihat lihat topeng wajah, tapi tidak ada yang cocok..


ia melirik penjual topeng.


"Ehemm, tuan bisakah anda membuatkan topeng untuk saya.." ucap Xia Ming Yue.


"Bisa, bisa Nona.." pemilik toko


"Baiklah, aku butuh kertas serta kuasnya.." ucap Xia Ming Yue..


"Baik, Nona silahkan ikut saya.." ucap pemilik toko.


Xia Ming Yue duduk dimeja, pemilik toko itu pun membawa kuas beserta kertas lalu memberikan pada Xia Ming Yue..


Xia Ming Yue kemudian melukis sebuah topeng modren, ia menggambar topengnya dengan bertato bunga tulip..


"Tuan, untuk topeng yang ini, warna topengnya berwarna biru dan untuk lukisan bunganya berikan warna merah..


Untuk topeng yang lainnya aku pesan 50 topeng warna merah.." perintah Xia Ming Yue..


Tanpa berfikir panjang pemilik toko itupun melaksanakan perintah Xia Ming Yue..


3 jam telah berlalu,


Pemilik toko itupun menghampiri Xia Ming Yue dengan membawa sebuah peti, ia menyerahkan pesanan Xia Ming Yue..


"Baiklah ini, dan tutup mulut.." ucap Xia Ming Yue, ia memberikan 100 keping koin emas, kemudian membawa peti.


Xia Ming Yue kembali menuju ruangan bawah tanah di kediaman Kakek Ying..


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap mereka serempak..


"Tidak perlu hormat jika aku datang, aku anggap kalian keluarga ku dan pakailah ini mulai sekarang tugas kalian menyelamatkan semua orang, apalagi kedatangan Klan Hitam yang membuat resah para warga.." ucap Xia Ming Yue kemudian meleset pergi..


"Baru kali ini aku melihat, seorang junjungan yang menganggap bawahannya keluarga bukan bawahannya.." puji salah satu dari mereka..


"Benar, kita harus setia melayani junjungan kita.." ucap salah satu dari mereka yang di angguki teman lainnya..


Sampai dikediamannya, Xia Ming Yue langsung tidur..

__ADS_1


Ditempat lain..


Pengawal bayangan yang ditugaskan oleh Kaisar Xiowen, ia melaporkan segala sesuatu yang dilakukan oleh Xia Ming Yue.


"Hormat hamba, Yang Mulia. Tadi hamba mengikuti Selir Xia, Selir Xia keluar dari istana kemudian menuju ke kediaman Tuan Ying setelah itu ia menuju Ibu Kota, Selir Xia memasuki toko topeng.." jelas pengawal bayangan..


"Baiklah, awasi dia dan lindungi dia.." ucap Kaisar Xiowen.


Pengawal bayangan itupun meleset pergi..


Selang beberapa saat..


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Jenderal Yen.


"Bagaimana?" tanya Kaisar Xiowen.


"Hamba sudah mengawasinya Yang Mulia, tapi wanita Yang Mulia cari tidak datang." ucap Jenderal Yen.


"Mungkin ia tidak datang karna aku menakutinya, baiklah, kamu tidak perlu mengawasinya kembali." perintah Kaisar Xiowen..


"Baik, Yang Mulia.." ucap Jenderal Yen..


Kaisar Xiowen keluar kediamannya, ia menuju kediaman Selir Xia, hatinya sangat merindukan Selir Xia..


Kasim Mu yang mengikutinya, hanya tersenyum di hatinya, ia tau perlahan lahan Kaisar Xiowen sudah menerima Selirnya.


Pelayan Fu yang melihat kedatangan Kaisar Xiowen, ia takut jika menemukan junjungannya tidak ada di kediamannya.


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap pelayan Fu menunduk hormat.


"Yang Mulia..."


Kaisar Xiowen langsung masuk, ia mengabaikan pelayan Fu yang berniat mencegahnya masuk kedalam.


Pelayan Fu langsung mengikuti Kaisar Xiowen masuk kedalam..


Pelayan Fu langsung lega ketika melihat junjungannya sudah tertidur pulas..


"Pergilah.." perintah Kaisar Xiowen..


Kasim Mu dan pelayan Fu menunduk hormat kemudian meninggalkan Kaisar Xiowen..


Kaisar Xiowen mendekati ranjang Xia Ming Yue, ia menatap lekat Xia Ming Yue, tangannya mulai mengelus pipi Xia Ming Yue yang menggunakan cadar..


"Yue'er apa wajah mu belum sembuh, jika belum aku akan mencarikan Tabib yang hebat untuk menyembuhkan wajah mu.." gumam Kaisar Xiowen, ia menggerakkan tangannya membuka cadar Xia Ming Yue..


Saat melepaskan cadar Xia Ming Yue, Kaisar Xiowen menutup mulutnya, ia sangat terkejut wanita yang ditemuinya ketika bermain seruling adalah Selirnya..


Ia kembali menutup cadar Xia Ming Yue, agar Xia Ming Yue tidak curiga ketika terbangun.


Jadi beberapa hari ini yang aku cari adalah dia batin Kaisar Xiowen, Syukurlah jika wajah mu telah sembuh batin Kaisar Xiowen..

__ADS_1


Ia mencium kening Xia Ming Yue, kemudian keluar dari kediaman Xia Ming Yue.


__ADS_2