Mendadak Selir

Mendadak Selir
09 : Leo


__ADS_3

"Ah, benar..." jawab Xia Ming Yue..


"Ternyata rumor itu tidak sesuai dengan kenyataan.." timpal Ketua Xue memegang dagunya.


"Baiklah, aku harus pergi.." kata Xia Ming Yue..


"Nona, tunggu ! jika butuh bantuan,, datanglah ke Klan Xue.."


"He, iya Paman.." jawab Xia Ming Yue tersenyum..


"Nona,, nama ku Yin dan ini Adikku Yun.." ucap Yin..


Xia Ming Yue pun mengangguk kemudian pergi,, ia menelusuri hutan sesekali ia memandang ke atas melihat sinar bulan purnama yang ditemani desiran angin membuat rambutnya melambai lambai.


"Guru,, apa Guru tadi melihat Kultivasi nya?" tanya Yun..


"Benar, dia bukan orang biasa.." jawab Ketua Xue.


"Baiklah, sebaiknya kita pergi aku tidak menyangka dia tau racun pelumpuh ini, kita harus berhati hati dengan Klan hitam." timpal Yun..


Disisi lain...


Xia Ming Yue terus menelusuri hutan,, hingga ia berhenti ketika merasakan getaran aneh, ia menatap sekelilingnya sampai ia melihat sebuah sinar cahaya yang sangat terang..


"Apa itu ??" tanya Xia Ming Yue keheranan, karna penasaran ia menghampiri cahaya itu.


Sampailah ia sebuah gua,, Tanpa berfikir lama ia memasuki gua tersebut.


Ia menatap semua dinding gua yang dipenuhi sarang laba laba,,


"Sepertinya disana.." ucap Xia Ming Yue mengikuti cahaya tersebut.


Xia Ming Yue tercengang ketika melihat sebuah pedang yang tertancap di sebuah batu besar,, pedang itu memancarkan cahaya ke emasan..


"Tuan." asal sebuah suara yang tak lain berasal dari pedang tersebut..


Xia Ming Yue mengambil posisi waspada, dengan posisi kuda kuda yang siap tempur.


"Tuan sangat waspada, ini hamba tuan di depan tuan.." ucap pedang tersebut yang masih mengeluarkan cahaya..


Xia Ming Yue menatap pedang tersebut.


"Masak pedang bisa bicara.." ucapnya keheranan.


"Tentu tuan, karna hamba adalah pedang roh,, tuan bisa meneteskan darah tuan dengan begitu tuan terikat kontrak dengan hamba." jelas pedang tersebut.


"Hah, kulit ku mulus,, nyamuk saja takut menggigit kulitku,, apalagi melukai. Bisa jadi kamu pedang KW." decak Xia Ming Yue menyunggingkan bibirnya sambil memutar bola matanya.


"Apa itu KW tuan ?"


"Kwalitas Nol.." jawab Xia Ming Yue sambil memperlihatkan jarinya berbentuk huruf O.


"Tuan jangan khawatir, hamba akan setia mengabdi pada tuan.." ucap pedang tersebut dengan meyakinkan Xia Ming Yue..

__ADS_1


"Baiklah.."


Xia Ming Yue menggigit jari telunjuknya lalu meneteskan darahnya ke pedang tersebut.


Selang beberapa saat, pedang itu pun membuat guncangan besar yang mampu membuat getaran di semua kekaisaran ditambah dengan cahaya yang menyilaukan mata.


Begitupun tubuh Xia Ming Yue mengeluarkan cahaya..


Xia Ming Yue menatap tangannya,, ia merasakan keanehan pada tubuhnya...


Aaakhhh...


"Sakiit, kenapa tubuhku sangat sakiit.." teriak Xia Ming Yue..


Selang beberapa saat tubuh Xia Ming Yue berhenti mengeluarkan cahaya bersamaan dengan pedang tersebut..


"Tuan, apa tidak apa apa?" tanya pedang tersebut.


"Apa nya yang tidak apa apa??? tubuh ku terasa remuk, apa kamu mau buat aku mati, pedang bodoh.." bentak Xia Ming Yue menatap tajam pedang di depannya.


Ia berdiri menatap pedang tersebut..


"Tapi tuan bertambah kuat sekarang,, tuan harus membantu semua orang demi kebaikan." ucap Pedang tesebut, lalu keluarlah sebuah burung Phoenix yang memiliki warna merah ke emasan, matanya berwarna biru dan seperti safir.


Xia Ming Yue yang melihatnya hanya melongo, tanpa berkedip..


Kemudian burung itupun kembali menghilang memasuki pedang di depannya.


"Tidak,, tidak. Baiklah aku percaya, aku harus secepatnya pulang pasti Fu sangat khawatir.." ucap Xia Ming Yue menggigit kukunya.


"Tuan, tenang saja hamba akan mengantarkan tuan.."


Pedang itu pun terbang menuju ke arah samping Xia Ming Yue.


"Naiklah tuan.."


"Hah,,,"


Lagi lagi Xia Ming Yue terkejut...


"Tenang saja tuan, hamba tidak akan mencelakai tuan.." jelas pedang tersebut,,


Tanpa ragu Xia Ming Yue menaiki pedang tersebut, perlahan lahan pedang itu pun terbang..


"Waw,, Aladin.." ucap Xia Ming Yue menatap keindahan di bawahnya..


"Siapa Aladin tuan?" tanya sang pedang.


"Hah,, mau menjelaskan pun, kamu tidak akan tau,, tapi kenapa kamu tau aku tuan mu?" tanya Xia Ming Yue keheranan.


"Karna hamba sudah merasakan aura tuan sama dengan aura master.." jawab sang pedang.


"Benar tuan, dulu hamba memiliki seorang master yang sangat baik,, Master sering menolong orang hingga suatu hari terjadilah sebuah pertempuran yang sangat dasyat, pertempuran itu melibatkan semua Kekaisaran menghadapi Klan Hitam.." jelas sang pedang.

__ADS_1


"Klan Hitam ??"


"Klan Hitam, Klan yang sangat kuat. Ketua klan itu memiliki sebuah pedang yang bersimbol Naga merah. Ketua Klan itu berambisi menjadikan Raja di semua Kekaisaran, pada saat itupula Master mengadakan kerja sama hingga pertempuran itu terjadi. Master mengorbankan nyawanya menyelamatkan semua orang, tapi sebelum Master pergi ia berpesan jika suatu saat nanti akan ada orang yang sangat kuat menggantikannya dan hamba tau, yang di maksud Master adalah Tuan, hamba juga tau jika Tuan sudah mewarisi tahap akhir Kultivasi.." jelas sang pedang..


Xia Ming Yue mengingat ngingat yang di bicarakan sang pedang,,


"Ah, maksud mu, Kultivasi tahap awal, menengah dan akhir.." tanya Xia Ming Yue.


"Benar Tuan.."


"Tapi gerakannya biasa saja.." ucap Xia Ming Yue.


"Apa biasa saja, Tuan jangan asal bicara sejeniusnya orang Kultivasi tahap awal harus mencapai 3 bulan, tapi Kultivasi tersebut harus sesuai kondisi tubuhnya jika tidak kuat jangan memaksakan terus berkultivasi agar tidak melukai tubuhnya." jelas sang pedang..


"Ooooooo,, baiklah aku paham, tapi jangan memanggilku tuan, mulai saat ini aku akan memanggilmu Leo..jia hahaha bagus kan? tanya Xia Ming Yue dengan menyombongkan dirinya..


"Lumayan bagus tuan..."


"Apa ?? lumayan, yang benar saja nama bagus itu aku kasik gratis,, di dunia ini mana ada yang namanya gratis." bantah Xia Ming Yue berdecih sebal..


"Hahaha, tuan kamu sangat lucu.." ucap Leo.


Sampai di istana halaman belakang di kediamannya, Xia Ming Yue turun dari Leo..


Xia Ming Yue kemudian menatap Leo..


"Leo bagaimana jika kamu ketahuan ? aku harus menyembunyikan mu dimana?" tanya Xia Ming Yue,, ia memikirkan tempat aman untuk Leo.


"Tenang saja tuan,, tuan tolong tengadahkan tangan tuan.." perintah Leo..


Xia Ming Yue menatap heran, ia menuruti perintah Leo..


Leo masuk kedalam telapak tangan Xia Ming Yue, yang membuat Xia Ming Yue terkejut.


"Tuan jangan takut,, tuan bisa kapan saja memanggil hamba. Sekarang tuan beristirahatlah dengan baik." ucap Leo di dalam tubuh Xia Ming Yue.


Xia Ming Yue mengangguk, dengan mudahnya ia masuk kedalam kediamannya.


"Ternyata enak juga, tidak ada pengawal. Tidak perlu mengendap ngendap seperti maling." ucap Xia Ming Yue memutar seruling nya di tangannya.


"Kenapa kediaman tuan tidak ada penjaga.."


"Karna aku Selir yang terbuang. Jadi jangan heran.."


"Siapa yang membuang tuan, hamba akan menghabisi.."


Leo mulai mengeluarkan apinya dari telapak tangan kanan Xia Ming Yue..


"Astagah,, aku tidak apa apa. Jangan bertindak gegabah.." ucap Xia Ming Yue..


Tangan Xia Ming Yue kembali seperti semula tanpa mengeluarkan api.


Sampai di kediamannya Xia Ming Yue, ia melihat Fu yang mondar mandir khawatir..

__ADS_1


__ADS_2