Mendadak Selir

Mendadak Selir
36 : Kegilaan Kaisar Xiowen..


__ADS_3

Kini setahun telah berlalu.......


Semenjak Xia Ming Yue dinyatakan meninggal. Kaisar Xiowen berubah sikap dan sifatnya, yang terkenal ke dinginannya justru bertambah dingin dan kejam. ia tidak segan segan langsung membunuh lawannya yang mengusik istananya..


Pernah ada suatu Pejabat perdagangan yang melakukan korupsi, tanpa pengadilan Kaisar Xiowen langsung turun tangan sendiri, ia menyiksanya sedemikian kejamnya bahkan paku paku yang telah di panaskan ia langsung menusuk nusuk tubuh Pejabat tersebut..


Sementara Selir Chu, ia di anugerahi gelar bangsawan, ia tidak lagi menjadi Selir Kaisar Xiowen dan untuk Pangeran Bai, ia menjadi Jendral menemani perjuangan Jendral Yen..


Semua orang di istana hanya menutup mulut melihat kegilaan Kaisar Xiowen. Mereka tidak berani berbicara masalah Selir Xia Ming Yue...


Sementara Permaisuri Lan Ning, ia bertambah kurus dan tidak sehat, seringkali ia memohon untuk bertemu dengan Kaisar Xiowen dan sering kabur, Namun penjaga istana yang di tugaskan menjaganya selalu menemukannya..


Musim Semi telah tibaa..


Terlihat seorang gadis menari tarian balet di bawah pohon sakura, ia mengenakan hanfu putih polos, rambutnya dibiarkan terurai menambah akan kesan kecantikannya.


Ia terus menari menghirup aroma segar..


Terdengar suara lembut seorang wanita yang menghentikan tariannya..


"Sampai kapan kau akan disini.." tanya seorang wanita yang tak lain Selir Xia Ming Yue yang asli.


Ana menoleh, ia tersenyum kemudian melanjutkan tariannya kembali..


"Sampai aku bosan disini.." jawabnya lembut.


"Sampai kapan kau akan menyiksanya ?" tanya Xia Ming Yue, ia menatap Ana yang masih fokus dengan tariannya..


"Sudah lama aku tidak menari. Di dunia modern ku, aku selalu ingin menari, jujur saja aku sangat menyukai tarian dan musik.."

__ADS_1


"Jangan mengalihkan pembicaraan Ana. Sudah cukup jangan menyiksanya, setiap hari aku melihatnya menangis dan aku mohon biarkan aku tenang, kau tidak membuatku tenang sama sekali. Sudah waktunya Ana dia selalu menangis bahkan kesehatannya tambah menurun, apa kau senang jika dia mati baru kau puas.."


Xia Ming Yue memegang lengan Ana, perlahan lahan merekapun menghilang..


Disebuah ruangan terlihat seorang laki laki memeluk erat gadis di sampingnya yang telah terbujur kaku..


Setiap hari setiap malam, ia menangis..


Selama ini Kaisar Xiowen melarang tubuh Xia Ming Yue di pindahkan ke peti ataupun sebuah ruangan, ia hanya ingin menatap Xia Ming Yue, ia hanya ingin setiap malamnya bersama Xia Ming Yue nya..


Bahkan ia membeli obat pengawet untuk ke awetan Xia Ming Yue, bisa dibilang Kaisar Xiowen telah gila akan tingkahnya..


Xia Ming Yue menatap tajam Ana..


"Lihatlah dia menangis setiap malamnya di samping mu.."


Xia Ming Yue menatap tajam Ana..


"Tapi dia mencintai mu, bukan mencintai ku. Bahkan jika pun aku tidak meninggal dia akan menganggap ku sebagai Adiknya, jika dia bertemu dengan mu. Dia menyukai sifat dan sikap mu Ana.." jelas Xia Ming Yue..


huk,, huk,, huk,,..


Kaisar Xiowen terbatuk, ia menatap gadis yang telah terbujur kaku..


"Yue'er maaf, apa aku membangunkan mu ? aku akan meminta Tabib istana agar mengobati batuk ku.." lirih Kaisar Xiowen ia mengecup kening gadis itu..


Kaisar Xiowen turun dari ranjangnya, ia ingin mengambil air. Namun ia terkejut melihat dua gadis yang salah satunya mereka kenal dan salah satunya ia merasa akrap namun tidak mengenal wajahnya..


Ana yang melihatnya, hanya memutar bola matanya dengan melipatkan kedua tangannya..

__ADS_1


Sikap itu batin Kaisar Xiowen..


Kaisar Xiowen kembali menatap gadis di sampingnya..


"Yue'er.." lirih Kaisar Xiowen..


"Hormat hamba, Yang Mulia.." ucap Xia Ming Yue..


"Kauu.." Kaisar Xiowen terkejut..


Sementara Ana hanya judes saja melihat Xia Ming Yue yang menghormati Kaisar Xiowen.


"Kakak aku datang kesini hanya ingin mengembalikan gadis mu, gadis selama ini kau rindukan. Bahkan Kakak sudah tau ? jika yang di dalam tubuhku bukanlah aku.."


"Huh, membosankan.." Ana berdecah sebal lantas ia membalikkan badannya..


Kaisar Xiowen yang melihat Ana, ia mengingatkan tentang sikap Selirnya, sikap dinginnya yang membuat hatinya bergerak..


"Yue'er.." lirih Kaisar Xiowen..


Xia Ming Yue menghela nafas, ia menarik lengan Ana dan menghampiri Kaisar Xiowen..


"Dia adalah gadis yang selama ini Kakak rindukan, yang selama ini Kakak tangisi.."


"Jangan ngawur.." timpal Xia Ming Yue..


Kaisar Xiowen menangis, ia langsung memeluk Ana begitu erat..


"Kalian saling mencintai, aku mohon biarkan aku tenang.." lirih Xia Ming Yue, perlahan lahan tubuhnya menghilang..

__ADS_1


Ana yang masih syok, ia terdiam membeku..


"Kau, ya kau adalah Selir ku, aku tidak peduli siapa kau ? aku mencintai mu. Ana, Ana itu nama panggilan mu.." Kaisar melepaskan pelukannya, ia mengecup kening Ana dan kembali memeluknya.


__ADS_2