Mendadak Selir

Mendadak Selir
12 : Luka..


__ADS_3

"Yang Mulia.."


"Kakak ipar.."


Sapa Pangeran Bai dan pelayan Fu, mereka sangat khawatir keadaan Xia Ming Yue,,


"Pergilah, aku butuh sendiri.." ucap Xia Ming Yue datar..


Pada malam harinya..


Xia Ming Yue hanya menatap sang bulan, ia menghela nafas..


"Sebaiknya aku keluar, mencari udara segar.." gumam Xia Ming Yue...


Kemudian ia keluar melewati jendela, menggunakan jurus qingqongnya. Tanpa ia sadari seseorang mengikutinya...


Beberapa saat kemudian, Xia Ming Yue sampai di Ibu kota..


Xia Ming Yue terus berjalan di keramain Ibu kota, ia melihat lampion yang berjajar menerangi jalan..ia juga melihat para pedagang yang menawarkan dagangannya..


Karna merasa lapar, Xia Ming Yue menuju tempat makan..


"Selamat datang tamu terhormat.." sapa pelayan toko dengan ramah.


"Sajikan apa saja makanan yang ter enak di sini.." perintah Xia Ming Yue..


Xia Ming Yue menunggu dengan santai, ia melirik kanan kiri melihat orang yang sedang makan dengan lahapnya...


Selang beberapa saat pelayan itupun membawa makanan beraneka ragam.


Xia Ming Yue mengambil sumpitnya kemudian memakan nasinya..


"Heh, kalian tidak merasa getaran aneh kemaren.." tanya seorang pemuda berhanfu biru.


"Benar, aku takut Klan Hitam bangkit kembali.. kalian juga tau jika Master yang menghadapinya sudah lama menghilang.." jawab pemuda berhanfu hijau.


"Benar, aku mendengar jika Master itu mengorbankan dirinya. Tapi bagaimana jika Klan Hitam bangkit ? siapa yang akan menghadapinya ?" tanya pemuda berhanfu merah..


"Jika Klan Hitam bangkit, mereka pasti akan berkerja sama dengan Klan Xue.." jawab pemuda berhanfu hijau.


"Iya benar, Klan Xue adalah Klan terkuat di semua Kekaisaran.." timpal pemuda berhanfu biru


Xia Ming Yue yang mendengarkannya, ia mengernyitkan dahinya..


"Klan Xue,, sepertinya aku pernah mendengar nama itu, tapi dimana?" gumam Xia Ming Yue.


Emm,, aku ingat, paman itu batin Xia Ming Yue..


Pengawal bayangan Kaisar Xiowen selalu mengawasi gerak gerik Xia Ming Yue,, ia kembali ke istana melaporkan pada Kaisar Xiowen.


Ruangan Kaisar Xiowen.


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap pengawal bayangan.


"Ada apa ? apa terjadi sesuatu dengan Selir Xia?" tanya Kaisar Xiowen menghentikan pemeriksaan istananya..

__ADS_1


"Selir Xia Ming Yue, keluar istana hamba sudah mengikutinya, hingga ke Ibu Kota Yang Mulia.."


"Apa ?? beraninya dia keluar kediaman tanpa se izin ku.." Kaisar Xiowen dengan amarahnya.


Kaisar Xiowen langsung menuju kediamannya, sampai di kediamannya ia mengganti hanfunya dengan hanfu rakyat biasa..


"Kasim Mu jika ada yang mencariku, bilang saja aku beristirahat tidak ingin di ganggu." perintah Kaisar Xiowen, ia langsung menuju ke kandang kuda kemudian menaikinya di ikuti pengawal bayangan..


1 jam kemudian..


Kaisar Xiowen dan pengawal bayangannya sampai di Ibu Kota..


Kaisar Xiowen terus mencari Selir Xia entah kenapa hatinya mengkhawatirkan Selir Xia.


Dari kejauhan Kaisar Xiowen terkejut, melihat wanita bercadar beradu pedang dengan 5 orang berpakain hitam..


Kaisar Xiowen dan pengawal bayangan yang melihat itupun terkejut, mereka langsung menuju ke arah Xia Ming Yue..


Dentingan pedang saling beradu, membuat warga berlari menjauh..


Xia Ming Yue terkejut melihat Kaisar Xiowen,,


Tanpa sadar dari arah belakang Xia Ming Yue, seorang berpakaian hitam mengayunkan pedangnya,,


Kaisar Xiowen yang melihatnya, dengan sigap ia menjadikan punggungnya melindungi Xia Ming Yue..


"Yang Mulia.." ucap Xia Ming Yue terkejut, saat Kaisar Xiowen memeluknya..


Karna kwalahan, akhirnya 5 orang berpakaian hitam itu melompat ke atap..


Semua orang yang mendengarkan itu sangat ketakutan, mereka sangat takut teror dari Klan Hitam yang memusuhi semua Kekaisaran..


Xia Ming Yue menatap Kaisar Xiowen yang berdiri di belakangnya..


Tatapan merekapun saling bertemu..


"Penjelasan apalagi yang akan kamu berikan Selir Xia.." ucap Kaisar Xiowen menatap tajam Xia Ming Yue..


Gawat, kenapa Yang Mulia tau aku keluar dari istana batin Xia Ming Yue menelan ludahnya susah payah..


"Yang Mulia, sebaiknya kita kembali ke istana. Luka Yang Mulia, harus segera di obati.." ucap pengawal bayangan menatap luka Kaisar Xiowen..


Xia Ming Yue tersadar.."Yang Mulia, kita akan membahasnya nanti." sanggah Xia Ming Yue kemudian ia menopang tubuh Kaisar Xiowen.


"Aku tidak apa apa.." ucap Kaisar Xiowen, ia mulai merasa pusing akibat kehilangan banyak darah. Perlahan lahan tubuh Kaisar Xiowen melemah, ia jatuh di pelukan Xia Ming Yue..


"Yang Mulia, Yang Mulia.." ucap Xia Ming Hue menepuk pipi Kaisar Xiowen..


Pengawal bayangan yang melihatnya, membantu Xia Ming Yue memapah tubuh Kaisar Xiowen, ia menaiki kuda Kaisar Xiowen sementara Xia Ming Yue berada di belakangnya, agar Kaisar Xiowen menjadikan dirinya sandaran..


Merekapun menuju istana dengan kecepatan tinggi.


Sampai di istana, Xia Ming Yue langsung turun, Kasim Mu yang melihatnya sangat terkejut,, ia membantu Xia Ming Yue menurunkan tubuh Kaisar Xiowen kemudian merekap memapahnya menuju kediaman Naga..


"Cepat panggil Tabib istana.." perintah Xia Ming Yue khawatir.

__ADS_1


Kasim Mu langsung memanggil Tabib istana.


15 menit kemudian..


Datanglah Tabib istana, ia memeriksa nadi Kaisar Xiowen, kemudian memeriksa lukanya..


"Sepetinya, luka Yang Mulia terkena racun, Yang Mulia." ucap Tabib istana..


Xia Ming Yue terkejut. "Tunggu apa lagi cepat obati luka Yang Mulia." perintah Xia Ming Yue..


"Ba,, baik Yang Mulia.." ucap Tabib istana..


Tabib istana menumbuk bahan obat obatan kemudian ia mengolesi luka Kaisar Xiowen lalu memperbannya.


"Yang Mulia, obat ini untuk di minum setelah Yang Mulia sadar." ucap Tabib istana..


"Baik, lalu bagaimana dengan lukanya? apa racunnya sudah menyebar?" tanya Xia Ming Yue khawatir.


"Tidak Yang Mulia, untung saja cepat di obati. Hamba tidak tau bagaimana jika racunnya menyebar.." jawab Tabib istana.


"Baiklah, kalian boleh pergi aku akan menjaganya.." ucap Xia Ming Yue..


Merekapun menunduk hormat kemudian berlalu pergi.


Xia Ming Yue menetap Kaisar Xiowen yang berwajah pucat.


Kenapa Yang Mulia menolong ku batin Xia Ming Yue keheranan...


"Emmmm..."


Perlahan lahan Kaisar Xiowen membuka matanya..


"Yang Mulia,, syukurlah Yang Mulia sudah sadar.." ucap Xia Ming Yue..


"Yue'er kamu tidak apa apa?" tanya Kaisar Xiowen.


Deg...


Xia Ming Yue terkejut, ia langsung ingat jika panggilan itu, panggilan masa kecilnya..


"Aku baik baik saja Yan Mulia.." ucap Xia Ming Yue, ia membantu Kaisar Xiowen duduk.


Xia Ming Yue kemudian mengambil obat yang di berikan Tabib istana di meja..


"Yang Mulia, minumlah.." ucap Xia Ming Yue membantu Kaisar Xiowen meminum obatnya.


Setelah obat itu habis, Xia Ming Yue menatap Kaisar Xiowen.


"Terimakasih, Yang Mulia.." ucap Xia Ming Yue datar.


"Baiklah, kamu istirahat, aku tidak apa apa." balas Kaisar Xiowen dengan lembut..


Xia Ming Yue mengangguk kemudian berlalu pergi.


Setelah kepergian Xia Ming Yue, Kaisar Xiowen menunduk, ia menatap pintu kediamannya. Hatinya sangat lega ketika melihat Xia Ming Yue baik baik saja.

__ADS_1


__ADS_2