Mendadak Selir

Mendadak Selir
37 : Keanehan Kaisar Xiowen..


__ADS_3

"Aku mohon kembalilah padaku, apapun yang kau inginkan. Aku akan berusaha memenuhinya.."


Ana membalas pelukan Kaisar Xiowen..


"Tapi aku bukanlah Yue'er mu.." balas Ana.


"Yang aku inginkan adalah dirimu, selama ini aku menyukai sikap mu, sifat mu, Aku mencintai mu.." ucap Kaisar Xiowen..


"Masuklah ke dalam tubuh Selir Xia.."


Kaisar Xiowen menggandeng tangan Ana, mereka mendekati tubuh gadis yang telah mati..


Ana masuk kedalam tubuh Selir Xia Ming Yue namun tidak ada reaksi apapun.


Ana kembali keluar dari tubuh Selir Xia..


"Aku tidak bisa, aku sudah berusaha.." ucap Ana menatap Kaisar Xiowen..


"Tidak apa apa, aku akan mencari cara untuk mengembalikan wujud mu.." ucap Kaisar Xiowen memeluk Ana.


"Pelayan.." teriak Kaisar Xiowen..


Kasim Mu dan para pelayan masuk, mereka menunduk hormat..


"Kalian berikan hanfu yang bagus, serta perhiasan dan kalian layani wanita di sampingku.." perintah Kaisar Xiowen yang membuat Kasim Mu dan para pelayan saling menatap..


"Beribu ampun Yang Mulia, Selir Xia baru hamba membersihkan tubuhnya." ucap salah satu pelayan.


"Siapa yang menyuruh membersihkan tubuh Selir Xia, aku menyuruh kalian membersihkan tubuh calon Permaisuriku.." ucap Kaisar Xiowen menatap tajam Kasim Mu dan para pelayan..


"Hamba tidak tau Permaisuri siapa Yang Mulia.."


"Apa kalian bodoh ? apa kalian tidak bisa melihat wanita di sampingku.." bentak Kaisar Xiowen..


Apa Yang Mulia sudah mulai gila batin para pelayan dan Kasim Mu...

__ADS_1


"Yang Mulia, aku adalah roh tidak mungkin mereka melihat ku.."


Apa yang dikatakan Ana mungkin benar..


"Baiklah, kalian keluar dan pindahkan Selir Xia ke sebuah peti, ingat tidak ada yang boleh tau masalah ini dan ubah semua kain di kasur ini serta tata lagi ruangan ini."


"Ba,,baik Yang Mulia.." ucap Kasim Mu dan para pelayan menunduk hormat.


Selang beberapa saat..


Prajurit membawa sebuah peti, mereka memindahkan tubuh Selir Xia yang telah terbujur kaku ke kediamannya dan para pelayan mengganti semua apapun yang ada di kediaman Kaisar Xiowen.


"Hormat hamba Yang Mulia.." ucap kedua laki laki gagah dengan menunduk.


"Ada apa ?"


"Yang Mulia apa tubuh Selir Xia boleh dimakamkan ?" tanya Jendral Bai dengan sedikit takut..


"Tunggu dulu, setelah aku tidak membutuhkannya kalian boleh memakamkannya. Jika tidak ada hal lain. Kalian boleh pergi.." ucap Kaisar Xiowen dengan tegas..


Ke dua Jenderal itupun menunduk hormat undur diri..


"Benar, aku merasa bahagia jika begitu Jenderal Bai.."


Merekapun terkekeh..


Sementara di kediaman Kaisar Xiowen..


Ana langsung menjatuhkan tubuhnya.. "Ah, enak sekali.." ucap Ana..


Kaisar Xiowen yang melihat bibir Ana, ia langsung ******* bibirnya dengan lembut..


Ana terkejut, jantungnya berdetak lebih kencang, ia menatap Kaisar Xiowen lalu mengalungkan kedua lengannya, Ana membalas ciuman Kaisar Xiowen..


satu jam kemudian..

__ADS_1


Kaisar Xiowen melepaskan ciumannya, entah berapa kali mereka saling *******..


"Yang Mulia, tahanlah kita belum menikah." ucap Ana ia memalingkan wajahnya yang mulai memerah bak kepiting rebus..


ia tau jika Kaisar Xiowen telah terbuai nafsu birahinya, karna merasakan tonjolan kuat di pahanya..


Kaisar Xiowen membaringkan tubuhnya fi samping Ana..


"Hah, kau tau saja.." Kaisar Xiowen mengecup kening Ana..


"Aku akan meminta bantuan pada Tetua Xue, mungkin ia tau caranya.."


"Tapi aku merasa aneh, kenapa Yang Mulia bisa melihat sementara yang lainnya tidak.."


"Entahlah aku tidak tau.." balas Kaisar Xiowen menatap Ana..


Merekapun saling menatap, Dengan jahilnya Ana menggelitiki Kaisar Xiowen..


Sepanjang hari mereka berada di kediaman Kaisar Xiowen..


Canda tawa telah menghiasi ruangan tersebut yang tadinya tampak redup dan mati..


Malam harinya,,


Para pelayan memasuki kediaman Naga, mereka menyiapkan makan malam..


"Kenapa hanya satu piring ? siapkan piring lainnya."


"Ba,, baik Yang Mulia.." ucap pelayan..


Selang beberapa saat pelayan membawa satu piring..


"Kalian boleh pergi.."


Para pelayan menunduk hormat..

__ADS_1


"Aneh kenapa Yang Mulia meminta satu piring lagi, padahal tidak ada siapa siapa.." ucap pelayan.


"Benar, sudahlah kita boleh membahasnya, jika ketahuan Yang Mulia kita bisa dihukum.."


__ADS_2