
"Baiklah, cukup untuk berpelukan nya.." sela Kaisar Xiowen..
Xia Ming Yue memalingkan wajahnya, Sementara Permaisuri Lan Ning dan Selir Chu tersenyum menatap Kaisar Xiowen..
"Pelayan, siapkan hidangan untuk menyambut kedatangan Permaisuri.." perintah Kaisar Xiowen..
Para pelayan pun mengangguk..
Merekapun menuju ke ruang perjamuan..
Permaisuri Lan Ning menggeliat manja di lengan Kaisar Xiowen, Kaisar Xiowen tersenyum mengelus kepala Permaisuri Lan Ning...
Selir Chu yang melihatnya sangat geram,, Xia Ming Yue meliriknya..
Waw, muncul asap api di telinganya
"Baiklah, ayo makan.." perintah Kaisar Xiowen.
"Yang Mulia, aku ingin di suapi oleh Yang Mulia.." goda Permaisuri Lan Ning..
Xia Ming Yue mengabaikan mereka, ia makan dengan lahapnya..
"Baiklah, ini.." Kaisar Xiowen menuruti gadis yang pernah singgah di hatinya..
Kaisar Xiowen melirik Xia Ming Yue, ia mengambil sayur menaruh di piring Xia Ming Yue.
Xia Ming Yue menaikkan satu alisnya..
"Makanlah.." Kaisar Xiowen tersenyum.
Xia Ming Yue hanya diam, mengabaikannya.
"Yang Mulia, aku sudah selesai. Aku pamit undur diri.."
"Adik kenapa kamu tidak sopan, seharusnya kamu mengatakan hamba bukan aku.." sindir Permaisuri Lan Ning..
"Semua orang juga tau aku adalah Selir yang terbuang.." balas Xia Ming Yue dengan penuh penekanan..
"Yang Mulia..." Permaisuri Lan Ning menatap Kaisar Xiowen.
__ADS_1
"Sudahlah.." Kaisar Xiowen menatap Xia Ming Yue..
Xia Ming Yue langsung pergi tanpa hormat pada Kaisar Xiowen.
Sampai di kediamannya..
Xia Ming Yue langsung merebahkan dirinya,,
Disisi lain Permaisuri Lan Ning menatap kediamannya yang telah lama ditinggalkan..
Ia menatap sekelilingnya..
"Yang Mulia, terimakasih. Hamba sangat senang, Yang Mulia masih menjaga tempat ini dan tidak mengizinkan orang lain menempatinya.." ucap Permaisuri Lan Ning memeluk erat..
Permaisuri Lan Ning melepaskan pelukannya, Perlahan lahan ia mendekatkan bibirnya ke Kaisar Xiowen.
Kaisar Xiowen menatap Permaisurinya, Namun ia mendorong Permaisuri Lan Ning..
Ia melihat bayangan Xia Ming Yue..
Ada apa dengan ku batin Kaisar Xiowen..
"Yang Mulia..."
Ada apa dengan Yang Mulia, sudahlah mungkin Yang Mulia lelah batin Permaisuri Lan Ning...
Sampai di kediamannya Kaisar Xiowen kalang kabut, ia merasa aneh kenapa bisa muncul wajah Xia Ming Yue di pikirannya..
"Kemana hatiku yang berdetak di saat berdekatan dengan Permaisuri, kenapa kenapa ?" gumam Kaisar Xiowen..
Yang Mulia kenapa anda tidak menyadari perasan Yang Mulia batin Kasim Mu menatap Kaisar Xiowen...
Sore harinya,,
Xia Ming Yue bermaksud jalan jalan,, ia menghentikan langkah kakinya menatap kedua orang yang berseteru..
"Yang Mulia, bukankah itu Permaisuri Lan Ning dan Selir Chu, tapi tatapan mereka saling menatap tajam.."
"Berarti ada tontonan yang menarik.." balas Xia Ming Yue melipatkan tangan di dadanya.
__ADS_1
Dari kejauhan Xia Ming Yue melihat Kaisar Xiowen yang sedang membaahas sesuatu dengan seorang Menteri. Permaisuri Lan Ning dan Selir Chu berhenti, mereka bermaksud menghampiri Kaisar Xiowen..
"Kekanakan.." ucap Xia Ming Yue, ia mengambil sebutir batu, ia menatap batu itu dengan senyum licik...
Xia Ming Yue melempar batu itu ke kaki Selir Chu..
Selir Chu tersandung, tanpa sengaja ia mendorong Permaisuri Lan Ning hingga jatuh ke kolam..
Xia Ming Yue yang melihatnya menahan tawanya, ia langsung pergi menuju kediamannya..
Xia Ming Yue melepaskan cadarnya, ia menatap pelayan..
Merekapun tertawa bersama sama...
"Haha, Xia'er lihat lah tadi, wajah panik Selir Chu..." ucap pelayan Fu..
"Haha, benar..." ucap pelayan lainnya.
"Haha, baiklah. Aku ingin sendiri, kalian pergilah dan istirahat..." perintah Xia Ming Yue memegang perutnya, karna sakit tertawa.
Pada malam harinya...
Setelah permasalahan tadi, Kaisar Xiowen menghukum Selir Chu di istana dingin, para pelayan pun bersaksi jika Selir Chu berniat mendorong Permaisuri Lan Ning tentang percobaan pembunuhan, ia juga bersaksi dengan percekcokan Selir Chu dan Permaisuri Lan Ning.
Kaisar Xiowen yang mendengarkannya sangat marah dengan sikap Selir Chu, para pelayan Permaisuri Lan Ning menjelaskan secara detail, Akhirnya Kaisar Xiowen pun mempercayainya..
Namun Pikiran Kaisar Xiowen sama saja, ia tidak berhenti memikirkan Selirnya, kemudian ia menuju kediaman Xia Ming Yue..
"Apa yang kamu lakukan ?" teriak Kaisar Xiowen, ia khawatir melihat Xia Ming Yue mengelus sebuah pedang dengan bersandar di kursinya.
"Ada apa Yang Mulia datang kesini ?" tanya Xia Ming Yue datar, ia melirik Kaisar Xiowen di sampingnya..
"Apa aku salah datang kesini ?" tanya Kaisar Xiowen..
"Sangat salah, kenapa Yang Mulia tidak bersama dengan Permaisuri kesayangan Yang Mulia." jawab Xia Ming Yue ia kembali mengelus pedangnya dengan jari telunjuknya.
"Aku akan berbuat adil dengan kalian.."
Xia Ming Yue yang mendengarkannya ia tertawa terpingkal pingkal...
__ADS_1