
"Dari mana kamu tau berkultivasi, padahal dulu kamu sangat takut memegang pedang." ucap Kaisar Xiowen datar.
"Ck,, setelah aku bangkit dari kematian, kau tidak takut lagi.. Kematian tidak menjadikan ku takut.." balas Xia Ming Yue tersenyum sinis.
"Baiklah, hanya itu yang di tanyakan oleh Yang Mulia,, hamba akan pergi. Semoga cepat sembuh Yang Mulia." ucap Xia Ming Yue ia menunduk hormat.
Hati Kaisar Xiowen merasa teriris ketika melihat sikap datar Xia Ming Yue..
Yue'er apakah aku terlalu kejam batin Kaisar Xiowen..
Sampai di kediamannya..
Xia Ming Yue melihat Kakeknya yang sedang duduk bersantai sendirian, ia langsung duduk dengan bersandar..
"Kakek dimana Pangeran Bai ?" tanya Xia Ming Yue.
"Dia bilang ada urusan, tadi Yang Mulia membahas apa ?" tanya balik Kakek Ying, ia meminum tehnya.
"Hanya bertanya tentang Kultivasi,, tapi aku tidak bilang apa apa, emm Kakek aku ingin meminta pengawal Kakek, aku ingin melatihnya menjadi pengawal bayangan ku.." ucap Xia Ming Yue menatap Kakek Ying serius..
"Baiklah, aku akan mengirim beberapa pengawal untuk mu.." ucap Kakek Ying ia meminum tehnya..
"Tidak usah Kakek, tiap malam aku akan kesana.."
"Baiklah, Kakek akan menunggu kedatangan mu Cucuku.." ucap Kakek Ying, ia menghampiri Xia Ming Yue lalu mencium keningnya kemudian berlalu pergi.
Xia Ming Yue menatap bunga sakura yang berjatuhan ke arahnya...
"Xia'er, tadi Yang Mulia menanyakan apa?" tanya pelayan Fu ia menaruh camilan kue bulan di depannya.
"Tidak apa apa Bi,, Bibi apa sudah menyurah orang menanam pohon sakura dan membuat kolam ?" tanya Xia Ming Yue melirik pelayan Fu ia mengambil kue bulan lalu memakannya.
__ADS_1
"Bibi aku ingin membuat kolam dan di tanami bunga Sakura,, aku rasa kediamannku kurang asri.." ucap Xia Ming Yue ia menatap sekelilingnya..
"Dan tanamkan juga pohon Prem, aku sangat suka dengan bunganya.." perintah Xia Ming Yue..
"Baiklah, Xia'er.."
kemudian pelayan Fu pergi ia memanggil beberapa prajurit dan pelayan memerintahkan pada mereka sesuai perintah Xia Ming Yue.
"Kakak ipar.." teriak Pangeran Bai dari jauh
"Hem, ada apa?" tanya Xia Ming Yue datar.
"Tadi,, Yang Mulia membahas apa dengan Kakak ?"
"Tidak membahas apa apa.." jawab Xia Ming Yue, ia lalu bergegas pergi menuju halaman belakang..
Pangeran Bai mengikuti Xia Ming Yue, ia terkejut ketika melihat prajurit yang mencangkul dan menanam pohon prem serta bunga sakura, ia juga melihat prajurit membuat kolam..
Pangeran Bai yang melihatnya,, ia tersenyum kemudian mengikuti Xia Ming Yue membantu menanam pohon prem..
Xia Ming Yue tersenyum melihat Pangeran Bai yang mengusap keringatnya membantu para pelayan..
Xia Ming Yue mendekati Pangeran Bai, ia mencolek pipi Pangeran Bai dengan tanah..
"Hahaha, aku tidak pernah menyangka ternyata seorang Pangeran, bisa juga ikut maen tanah.." ucap Xia Ming Yue terkekeh...
Disisi lain,,
Kaisar Xiowen memikirkan Xia Ming Yue,, ia merasa aneh dengan jantungnya setiap berdekatan dengan Xia Ming Yue atau memandangnya pasti jantungnya akan berdetak lebih kencang...
"Hah, sepertinya aku harus ke Tabib.." gumam Kaisar Xiowen memegang dadanya.
__ADS_1
"Kasim Yen, Selir Xia sedang melakukan apa?"
"Hamba mendapat kabar, jika Selir Xia sedang menanam pohon prem, dan beberapa bunga lainnya, ia juga membuat kolam.."
jawab Kasim Yen..
Kaisar Xiowen segera bergegas pergi, ia menuju kediaman Xia Ming Yue, saat ia sampai Kaisar Xiowen mengepalkan tangannya ketika melihat Xia Ming Yue tertawa lepas dengan Pangeran Bai, ia langsung pergi...
Saat menuju kediamannya, Kaisar Xiowen berpapasan dengan Selir Chu..
"Hormat hamba, Yang Mulia.." ucap Selir Chu menunduk hormat..
Kaisar Xiowen hanya meliriknya kemudian berlalu pergi...
Selir Chu mengepalkan tangannya, ia merasakan sakit setiap kali di abaikan oleh Kaisar Xiowen.
"Chichi, cepat selidiki apa yang membuat Kaisar Xiowen marah.." perintah Selir Chu...
Pavilium Melati..
"Hormat hamba, Yang Mulia.." ucap Chichi
menunduk hormat..
"Hem,, katakan.." perintah Selir Chu ia mengambil buah cery di piringnya, ia menatap buah cery tersebut...
"Tadi Yang Mulia pergi kediaman Selir Xia, kemudian Yang Mulia bertemu dengan Yang Mulia Kaisar Xiowen..." ucap Chichi menjelaskan..
Selir Chu menggenggam buah cery, ia meremasnya..
"Tidak mungkin Yang Mulia mencintainya,, sebaiknya aku harus cepat menyingkirkannya.." ucap Selir Chu menatap tajam...
__ADS_1