Mendadak Selir

Mendadak Selir
20 : Menemukan


__ADS_3

Kaisar Xiowen menoleh, ia menatap tajam Xia Ming Yue..


"Hormat hamba, Yang Mulia.. Maaf atas kelancangan hamba.." ucap Xia Ming Yue menunduk..


Xia Ming Yue melirik lukisan yang ditatap tadi oleh Kaisar Xiowen, ia terkejut lukisan dirinya..


"Siapa kamu ? beraninya menyusup di istana ku.." tanya Kaisar Xiowen dingin.


"Hamba butuh bantuan Yang Mulia, Hamba sudah menemukan markas dari Klan Hitam, sekitaran 500 orang dan Kultivasi mereka rata rata tahap menengah, aku butuh 500 prajurit, hamba akan melatih mereka.." jelas Xia Ming Yue dengan sopan.


hap...


Pengawal bayangan Kaisar Xiowen dan Jendral Xi menerobos masuk,,


Merekapun menyerang Xia Ming Yue..


Xia Ming Yue langsung mengeluarkan Leo..


Kaisar Xiowen, Jendral Xi dan Pengawal bayangan Kaisar Xiowen terkejut,, mereka tak berhenti menatap pedang Xia Ming Yue..


"Master.." ucap mereka serempak..


"Aku bukan penyusup, aku datang kesini hanya butuh prajurit..."


"Baiklah, aku hanya menyampaikan itu, bawahan ku akan datang kesini.." ucap Xia Ming Yue tegas ia meleset pergi..


Ke esokan paginya...


"Xia'er bangun,, Yang Mulia menunggu mu di halaman depan istana.." ucap pelayan Fu mengguncang tubuh Xia Ming Yue..

__ADS_1


"Huh, untuk apa Bi aku ngantuk.." balas Xia Ming Yue menguap..


Selang beberapa saat..


Kaisar Xiowen datang..


"Hormat hamba, Yang Mulia.." ucap pelayan Fu menunduk..


Kaisar Xiowen mengibaskan tangannya, menandakan untuk meninggalkan mereka berdua..


Kaisar Xiowen menghampiri Xia Ming Yue yang di tutupi dengan selimut.


"Yue'er bangun.." ucap Kaisar Xiowen dengan lembut..


Seperti suara Yang Mulia..


Kaisar Xiowen menatapnya dengan lembut, ia tersenyum..


"Bangunlah, ini sudah siang, lagipula kamu harus menyambut kedatangan para Kaisar.." ucap Kaisar Xiowen..


"Anu, Yang Mulia. Bolehkah aku tidak ikut menemui mereka, aku tidak enak badan.." lirih Xia Ming Yue..


Kaisar Xiowen manarik selimutnya,,


"Ah, Yang Mulia.."


Xia Ming Yue kaget ia langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangannya..


"Jangan di tutupi, aku sudah tau..jangan menggunakan cadar, hanya saja Yu'er boleh menggunakan cadar jika keluar istana, aku tidak ingin wajah mu, di tatap oleh laki laki lain, ternyata Yue'er ku lebih cantik dari Yu'er kecil, aku mengizinkan mu tidak menyambut kedatangan para Kaisar.." jelas Kaisar Xiowen ia mencium kening Xia Ming Yue kemudian keluar dari kediaman Xia Ming Yue.

__ADS_1


Semenjak kapan Yang Mulia tau batin Xia Ming Yue keheranan..


Tiga hari telah berlalu,,


Kaisar Xiowen, selalu mengunjungi kediaman Xia Ming Yue, lain halnya Xia Ming Yue yang hanya menatapnya dengan tatapan dingin dan datar.. ia selalu mengabaikan Kaisar Xiowen, Namun Kaisar Xiowen tetap saja memperlakukan Xia Ming Yue dengan lembut.


Sementara Selir Chu yang merasa di abaikan ia sangat marah,,


"Bagaimana ini ? ****** itu sudah berani menggoda Yang Mulia, bahkan setiap aku mengajak Yang Mulia makan bersama, Yang Mulia mengabaikannya.." ucap Selir Chu mengepalkan tangannya...


"Chichi, pergilah ke kota dan belilah racun yang mematikan.." perintah Selir Chu..


"Baik Yang Mulia.." ucap Chichi kemudian berlalu pergi...


Pada malam harinya...


Xia Ming Yue, menatap sang bulan, ia duduk termenung di jendelanya..


Datanglah dua bayangan dari bawahannya..


Xia Ming Yue menatap dua bayangan tersebut yang menunduk hormat.


"Nona, hamba sudah menemukan di mana keberadaan Permaisuri Lan Ning.." ucap Yan


"Dimana dia?" tanya Xia Ming Yue.


"Dia berada di desa Lansa, Nona. Tapi Permaisuri Lan Ning mengubah identitasnya dengan nama Mei Lin.." jelas San..


"Baiklah, antar kan aku kesana,, hem pantas saja Yang Mulia tidak menemukannya.." ucap Xia Ming Yue..ia mengambil topengnya di lemari kemudian memakaikannya.

__ADS_1


__ADS_2