Mendadak Selir

Mendadak Selir
27 : Kebencian.


__ADS_3

Kini kediaman Phoenix,, berantakan, pecahan vas bunga berserakah di mana mana..


"Siapa yang melakukan ini padaku?" teriak Permaisuri Lan Ning, ia mengambil vas bungnya melemparkan ke segala arah..


"Pelayan Wu, cari tau siapa orang yang ikut campur masalah ini.." perintah Permaisuri Lan Ning..


"Tidak perlu repot repot mencari tau Permaisuri.." asal sebuah suara yang membuat Permaisuri Lan Ning menoleh..


"Kau..." Permaisuri menatap tajam wanita tersebut..


"Hormat hamba, Permaisuri.." wanita itu pun memberi hormat, kemudian menatap Permaisuri Lan Ning dengan tatapan sinis nya..


"Siapa yang membebaskan mu ?" bentak Permaisuri Lan Ning..


"Selir Xia, dialah yang membantuku bebas, aku berhutang banyak padanya.." jawab Selir Chu tersenyum mengejek.


"Dia, kurang ajar, rupanya aku terlalu baik padanya.." Permaisuri Lan Ning mengepalkan tangannya.


"Jangan coba coba menyakitinya Permaisuri, akulah yang akan bertindak duluan, nikmati saja kebencian Yang Mulia pada mu.." ucap Selir Chu, ia menunduk hormat kemudian berlalu pergi...


"Selir Xia..." sapa seseorang yang membuat Xia Ming Yue, membuka matanya, ia melirik ke arah pintu..


Xia Ming Yue yang duduk bersandar di kursinya dengan melipatkan tangan di dadanya serta kaki di atas meja, ia pun mendekati Selir Chu yang menuju ke arahnya..


"Waw,, selamat datang Selir Chu, bagaimana kau suka dengan ku ?" tanya Xia Ming Yue..


"Tentu aku puas, aku berhutang budi pada mu."


"Silahkan duduk Selir Chu.." Xia Ming Yue memegang lengan Selir Chu mengantarkannya pada kursinya, Xia Ming Yue mengibaskan tangannya memberi kode agar menyiapkan teh serta camilan..


"Bagaimana apa kau suka dengan ku ?" tanya Xia Ming Yue..


"Tentu, aku sangat berterimakasih dan aku berhutang budi pada mu.." jawab Selir Chu tersenyum.

__ADS_1


"Kini aku mengerti seberapa besar pun, aku menyukai Yang Mulia, Yang Mulia tidak akan pernah menoleh padaku, ia hanya menganggapku sebagai Adik.."


Selir Chu menghela nafas, ia menunduk dengan wajah kecewa.


"Apa kau sudah menyerah ?" tanya Selir Xia.


"Aku menyerah, aku ingin kau dan Yang Mulia bersatu.." jawab Selir Chu, ia menatap Xia Ming Yue..


Tidak ada keraguan dimatanya, apa dia sudah berubah, menyesali semua perbuatannya..


"Hemm, aku tidak butuh itu, Yang Mulia sudah membuat ku terlalu kecewa, aku tidak mungkin mencintainya, rasa sakit yang pernah ia lakukan, aku membencinya.." Xia Ming Yue meremas hanfunya..


Tanpa ia sadari Kaisar Xiowen mendengarkan perkataan Xia Ming Yue,, sakit ! itulah yang dirasakan Kaisar Xiowen, padahal tadinya Kaisar Xiowen berharap dengan mendatangi Selir nya, ia bisa menyembuhkan kekecewaan pada Permaisurinya, Namun yang ia dapatkan malah lebih mengecewakan, ia mengeplakan tangannya, kemudian pergi dengan rasa sakit yang menyesakkannya.


"Tapi itu bukan salahnya Yang Mulia, akulah yang memulainya.." Selir Chu menatap Xia Ming Yue dengan tatapan penyesalan..


"Sudahlah, itu sudah lalu, anggap saja angin lalu, sebaiknya kau beristirahat, tidak mudah menjalani hukuman di istana dingin."


"Hemm.."


Xia Ming Yue mengambil camilannya, ia tidak memperdulikan tatapan Selir Chu yang tulus ingin menyatukannya..


Jika pun bersatu, ia tidak akan menghidupkan orang yang telah mati..


Disisi lain..


Kaisar Xiowen meminum banyak arak setelah meninggalkan kediaman Selir Xia,,


"Apa aku terlalu jahat padanya, sehingga dia tidak bisa memaafkan ku.." Kaisar Xiowen meminum kembali arak nya.


Sang Kasim yang berada di samping nya, ia khawatir akan kesehatan junjungannya..


"Yang Mulia, tidak baik untuk kesehatan Yang Mulia.."

__ADS_1


prank....


Kaisar Xiowen melemparkan cangkirnya, ia menatap tajam sang Kasim..


"Apa aku menyuruhmu berbicara ? kau tidak akan tau.." bentak Kaisar Xiowen menatap tajam.


Yang Mulia, Selir Xia hanya mengucapkan tidak mencintai, bukan meninggalkan Yang Mulia, kenapa Yang Mulia seperti akan orang yang mau ditinggalkan batin sang Kasim..


"Aku takut kebenciannya bertambah dan akan meninggalkan ku.." ucap Kaisar Xiowen ia menunduk dengan mengeluarkan air mata..


"Aku tau aku salah, seharusnya dulu aku tidak melakukannya seperti itu, menyiksanya, aku memang Kaisar yang bodoh, mempercayai bukti palsu.."


Kaisar Xiowen tak tahan, ia langsung kehilangan kesadarannya..


"Yang Mulia, hem Yang Mulia sangat mabuk.." Kasim yang berada di sampingnya, ia memapah tubuh Kaisar Xiowen ke ranjangnya..


Pada malam harinya...


Dua orang berpakaian hitam menyelinap ke kediaman Xia Ming Yue, kemudian dua orang itu menunduk hormat..


Pelayan Fu kaget, ia ingin berteriak namun Xia Ming Yue membungkam mulutnya dengan tanganya..


"Jangan berteriak, dia orangku.." ucap Xia Ming Yue tegas..


Xia Ming Yue melirik kedua orang itu.. "Ada apa?" tanya Xia Ming Yue ia melepaskan bungkaman pelayan Fu.


"Nona, untuk saat ini tidak ada pergerakan dari Klan Hitam.." tutur San dengan menunduk hormat.


"Sepertinya mereka fokus akan Kultivasinya, bagaimana apa kalian sudah bisa tahap menengah ? maaf akhir akhir aku sibuk.." ucap Xia Ming Yue..


"Kami sudah berusaha berlatih Nona, Nona tenang saja kami tidak akan mengecewakan Nona.." jawab Yan..


"Baiklah, kalian boleh pergi.." perintah Xia Ming Yue...

__ADS_1


__ADS_2