Mendadak Selir

Mendadak Selir
33 : Tetua Xue


__ADS_3

Sampailah Xia Ming Yue di ruangan bawah tanah. ia tersenyum melihat keharmonisan para pengawalnya yang sedang makan bersama..


"Bagaimana kabar kalian ?" tanya Xia Ming Yue.


Merekapun menoleh.. "Nona, maaf kami tidak tau kedatangan nona.."


"Aiyaa, tidak apa apa aku hanya ingin menemui kalian. Baiklah, aku juga lapar aku, aku akan makan bersama kalian." balas Xia Ming Yue..


"Tapi nona, apa nona tidak jijik makan bersama kami.." ucap San..


"Tidak ! ayolah kita makan bersama karna itu lebih menyenangkan.."


Semua pengawal Xia Ming Yue, hatinya tersentuh, mereka merasa hangat akan kebaikan Xia Ming Yue yang memperlakukan mereka layaknya sebuah keluarga..


Setelah selesai makan.. "Baiklah aku datang kesini hanya ingin tau Kultivasi kalian?"


"Nona, maaf kami hanya mencapai tahap menengah.." sanggah Yan.


"Tidak masalah, apa kalian tau Klan Xue?" tanya Xia Ming Yue..


"Tentu kami tau nona, Klan Xue, Klan terkuat setelah Klan hitam.."


"Baiklah, kita akan kesana, lebih baik kita meminta bantuan Klan Xue saja, menurutku melatih prajurit membutuhkan waktu yang sangat lama.." jelas Xia Ming Yue..


"Kebetulan hamba tau dimana mereka tinggal nona." ucap San.


"Baiklah, San dan Yan ikut aku.."


Merekapun menuju kesebuah gunung, terlihat sebuah perguruan yang di jaga ketat oleh beberapa pengawal..


Xia Ming Yue dan kedua pengawalnya langsung turun dari dahan pohon..


"Siapa kalian ?" tanya seorang pengawal di luar gerbang..


"Aku datang kesini dengan baik baik, aku ingin menemui Tetua Xue.."

__ADS_1


Kedua pengawal saling menatap.. "Bisa saja kau dari Klan Hitam.." bentak salah satu pengawal, merekapun dengan siap siaga ingin menyerang Xia Ming Yue..


"Baiklah, tidak ada cara lain.."


"Tetuaa Xueeeeee..." teriakan Xia Ming Yue mampu membuat gendang telinga pecah, kedua pengawal dan penjaga gerbang Klan Xue menutupi telinga mereka dengan kedua tangannya..


Sementara Tetua Xue yang mendengarkannya langsung terbangun beserta murid lainnya..


"Siapa yang membuat telinga ku hampir pecah.." ucap Tetua Xue dengan emosinya, ia langsung keluar dari kediamannya..


Ia merasa heran melihat seorang gadis dan dua pengawalnya yang memakai topeng..


"Siapa kalian.." tanya Tetua Xue sambil mendekati Xia Ming Yue..


"Aku Xia Ming Yue, apa kau lupa ?" Xia Ming Yue melepaskan topengnya..


"Hormat hamba, Yang Mulia.." ucap Tetua Xue menunduk hormat..


Para murid lainnya bingung, merekapun menunduk hormat.


"Eh, maaf silahkan masuk Yang Mulia.."


"Jangan panggil aku Yang Mulia, panggil saja nona atau siapa lah asalkan jangan panggilan tua.."


"Hormat hamba, Yang Mulia.." ucap Yun dan Yin menunduk hormat..


"Sudahlah, jangan perlu hormat.."


Xia Ming Yue langnsung duduk ia menatap Tetua Xue dengan serius..


"Lansung saja, aku butuh 500 murid mu yang Kultivasinya tahap menengah.." ucapnya Xia Ming Yue yang mampu membuat Tetua Xue, Yin dan Yun saling menatap keheranan..


"Aku ingin menyerang markas Klan Hitam, aku sudah tau dimana markasnya.."


"Tapi nona, siapa yang akan memimpinnya, bahkan kami pun tidak bisa melawannya.." jelas Tetua Xue.

__ADS_1


"Aku akan melawannya.."


Xia Ming Yue mengeluarkan Leo, Tetua Xue, Yin dan Yun yang melihatnya sangat terkejut..


"Kau, kau bukan Selir Xia Ming Yue.." ucap Tetua Xue dengan terkejutnya..


"Apa maksud mu ? jadi kau tau aku bukan Selir Xia yang asli.."


"Siapa kau ? dimana Selir Xia ?" tanya Tetua Xue menatap tajam Xia Ming Yue..


"Sebelum meninggal. Dialah yang menarik ku kesini, aku berasal dari masa depan.."


"Tentu saja aku tau, bahkan kau memiliki pedang itu.." ucap Tetua Xue..


"Dulu Master berasal dari masa depan, aku adalah muridnya bersama dengan Kakek Ying, Kakek Selir Xia.." jelas Tetua Xue menunduk dengan wajah sendu.


"Hannya kau yang tau, kalau aku bukanlah Selir Xia yang asli.." lirih Xia Ming Yue..


"Pantas saja, pertama bertemu dengan mu aku merasa aneh, rumornya sangat berbeda, Selir Xia dikenal buruk rupa setelah menikah, pemalu dan penakut bahkan Kaisar Xiowen membencinya, karna penyebab kehilangannya Permaisuri.."


"Permaisuri sudah kembali, dan aku tidak memiliki urusan di istana lagi.."


"Aku datang kesini hanya membutuhkan bantuan mu.."


"Murid ku tidak ada yang tahap Kultivasi menengah jika pun ada hanya 10 orang saja, aku akan mengumpulkan para kesatria di semua kekaisaran.." ucap Tetua Xue..


Tetua Xue mengambil petasan, sebagai kode bahwa ia membutuhkan pengawal bayangan..


Petasan itu pun meletus di atas..


Selang beberapa saat, munculah 3 kestria bayangan yang masing masing memakai hanfu berbeda, mereka berkumpul di halaman perguruan Xue..


Xia Ming Yue menatap mereka di jendelanya..


"Ayo, aku akan jelaskan siapa mereka.."

__ADS_1


__ADS_2