
"Jangan keluar di kediaman mu selama satu bulan.." teriak Kaisar Xiowen menahan amarahnya.
Xia Ming Yue, menghentikan langkah kakinya, ia tersenyum sinis. "Dengan senang hati Yang Mulia." ucap Xia Ming Yue kemudian berlalu pergi..
Pangeran Bai, menatap Xia Ming Yue yang mulai menjauh. "Yang Mulia, maafkan Selir Xia. Hamba yang salah, mengajaknya pergi." ucap Pangeran Bai menatap Kaisar Xiowen.
"Yang Mulia, apa yang dikatakan Pangeran Bai benar, Kakak pasti lelah di kediamannya..Emm, Pangeran Bai seperti tadi kamu tidak menggunakan hanfu warna biru dan kebetulan warna hanfu mu sama.." tanya Selir Chu dengan senyum licik..
Kita lihat,, hukuman apa lagi yang akan Yang Mulia berikan..
Sial berani sekali ular ini mengungkitnya, pasti dia ingin menambah kesalah pahaman pada Kakak ipar batin Pangeran Bai melirik tajam Selir Chu..
Kaisar Xiowen mengernyitkan dahinya..
"Itu, Kakak ipar ingin aku...."
Pangeran Bai melirik Kaisar Xiowen, ia takut menambah masalah pada Selir Xia.
"Aduh,, jangan berbohong Pangeran Bai.."
Selir Chu tersenyum licik..
Flasback...
*Di kediaman Selir Chu..
"Hormat hamba Yang Mulia, hamba ada berita bagus.." ucap Pelayan Yu, pelayan setia Selir Chu..
"Apa ?" tanya Selir Chu datar.
"Hamba melihat, Selir Xia dan Pangeran Bai menuju sebuah toko, kemudian mereka memesan warna yang sama.." jawab pelayan Yu tersenyum licik..
"Hahaha,, berita yang bagus,, aku akan membawa Kaisar Xiowen jalan jalan, agar bisa berpapasan dengan mereka,," ucap Selir Chu tertawa bahagia, ia merasa menemukan permainan baru*.
"Aku merasa heran, kenapa si ****** itu tidak mati saat bunuh diri di kolam."
"Walaupun tidak mati, ia tidak akan mendapatkan kasih sayang Yang Mulia."
"Benar." ucap Selir Chu dengan tersenyum sinis.
Flasback Off...
"Pangeran Bai, apa ada yang salah dengan ucapan ku.." tanya Selir Chu tersenyum di balik kipasnya.
"Sebenarnya tadi hamba hanya mengajak jalan jalan,, dan untuk pakaian ini,, ini adalah hadian dari Selir Xia karna hamba.."
"Pangeran Bai, jangan membawa Selir Xia keluar, aku tidak ada rumor." timpal Kaisar Xiowen dengan penuh penekanan kemudian berlalu pergi..
"Selir Chu, aku ingin istirahat.." ucap Kaisar Xiowen kemudian berlalu pergi..
__ADS_1
Selir Chu diam membeku.."Yang Mulia padahal hamba sudah berusaha, agar Yang Mulia menoleh pada hamba,, apa hanya ada Permaisuri di hati Yang Mulia.." gumam Selir Chu mengepalkan tangannya menatap punggung Kaisar Xiowen yang mulai menjauh.
.
.Kediaman Naga..
Sampai di kamarnya Kaisar Xiowen kalang kabut dengan pemikirannya ia mondar mandir, entah kenapa akhir akhir ini hatinya merasa risih saat pertama kali melihat Selir Xia dengan Pangeran Bai...
Kasim Mu yang melihatnya merasa pusing, ia tau apa yang dipikirkan junjungannya,, karna ia pelayan setianya sedari kecil.
"Yang Mulia, jangan memikirkan perkataan Pangeran Bai." ucap Kasim Mu yang menunduk hormat.
"Siapa yang memikirkannya, aku tidak memikirkannya.." tolak Kaisar Xiowen datar..
"Yang Mulia, Sebaiknya Yang Mulia mengakhiri hubungan ini jika memang Yang Mulia membenci Selir Xia.."
"Apa maksud mu ? dia yang menyebabkan Permaisuri ku pergi..." bentak Kaisar Xiowen.
"Yang Mulia,, mohon Yang Mulia fikirkan kembali,, semenjak kecil Yang Mulia berteman dengan Selir Xia,, hamba merasa Selir Xia di jebak.."
"Hah, di jebak jelas jelas pelayan itu bilang jika Selir Xia menyuruhnya untuk memberikan obat itu,, lalu naik keranjang ku.." ucap Kaisar Xiowen menatap tajam..
"Sudahlah aku tidak ingin membahasnya.." ucap Kaisar Xiowen kemudian meninggalkan kediamananya..
Kaisar Xiowen menuju sebuah gazebo, di dekat gazebo ada sebuah danau kecil,, di pinggirannya tertanam beraneka ragam bunga mawar..
Ia mengambil bunga mawar berwarna putih lalu menciumnya.
"Lan Ning,, lihatlah bunga ini untuk mu,," ucap Kaisar Xiowen kecil.
"Terimakasih,, Putra Mahkota telah memberikan hamba bunga.."
"Aduh,, sakit...hiks hiks hiks..."
Lan Ning kecil dan Kaisar Xiowen kecil menoleh, ia melihat gadis kecil terjatuh..
Lan Ning kecil dan Pangeran Xiowen menuju ke gadis kecil tersebut yang tak lain Selir Xia Ming Yue kecil yang masih berumur 5 tahun.
"Adik kecil kamu tidak apa apa?" tanya Lan Ning kecil.
"Sakit,, hik hiks..." jawabnya menangis tersedu sedu.
"Pangeran lututnya terluka,,." ucap Lan Ning melihat luka Selir Xia Ming Yue kecil.
Pangeran Xiowen langsung menggendong Selir Xia Ming Yue kecil menuju Tabib istana.
"Cepat obati lututnya.." perintah Kaisar Xiowen kecil.
"Baik, Pangeran."
__ADS_1
Tabib istana mengolesi obat pada Selir Xia kecil..
Kaisar Xiowen kecil yang melihatnya merintih kesakitan,, tanpa sadar ia memeluk Selir Xia Ming Yue kecil..
"Nona,, Nona tidak apa apa.." teriak pelayan dari arah pintu...
Kaisar Xiowen kecil tersadar ia melepaskan pelukannya.
"Hormat hamba Pangeran.." ucap Pelayan Fu
"Tidak apa apa,,"
"Bibi ayo kita pulang dan untuk Kakak terimaksih telah menolong ku." ucap Selir Xia kecil mendongakkan kepalanya menatap Kaisar Xiowen kecil..
Kaisar Xiowen kecil tersenyum, ia mengelus lembut gadis mungil di depannya..
"Lain kali berhati hatilah.." ucapnya tersenyum...
"Pangeran,," sapa seorang gadis dari arah pintu, gadis tersebut menghampiri Kaisar Xiowen kecil..
Ia menatap sinis Selir Xia Ming Yue kecil,,
"Ada apa Chu..?" tanya Kaisar Xiowen kecil..
"Siapa dia Pangeran?"
Selir Xia Ming Yue menunduk,, ia takut melihat tatapan Selir Chu kecil.
"Aku menemukannya terjatuh, jadi menolongnya.." jawab Kaisar Xiowen kecil.
"Benar adik Chu..." timpal Lan Ning kecil tersenyum.
"Oooh.." ucap Selir Chu kecil ia melirik sinis Lan Ning kecil...
Semenjak itulah persahabatan mereka dimulai,, mereka kira persahabatan akan utuh,, namun hal yang tidak pernah terduga,, persahabatan yang telah dibina semenjak kecil harus hancur dalam sekejab...
Kaisar Xiowen mengingat jika ia pernah berjanji akan menjaga Selir Xia Ming Yue kecil,, melihatnya yang tersenyum sangat menggemaskan,, meluluhkan hatinya.
Ia mengingat jika ia selalu memerhatikan Xia Ming Yue kecil,,
Kaisar Xiowen menghela nafas, ketika mengingatnya..
Apa aku terlalu kejam padamu...
"Kemana tatapan lembut dan senyuman mu ??" tanya Kaisar Xiowen ia mengingat sewaktu kecil jika bertemu dengannya Xia Ming Yue kecil akan menunjukkan senyumannya..
"Tapii bukti itu...."
"Yang Mulia hamba rasa perasaan Yang Mulia pada Permaisuri Lan Ning hanya sebatas kagum bukan mencintai,, jika Yang Mulia membenci Selir Xia kenapa Yang Mulia masih tidak melepaskan Selir Xia,,Mungkinkah Yang Mulia..."
__ADS_1
"Diam ! aku tidak mungkin mencintainya. katakan sekali lagi, aku pastikan kepala mu terpisah.." bentak Kaisar Xiowen.