
Sampai di istana...
Xia Ming Yue melihat Pangeran Bai dan Jendral Xio berjaga, bahkan dikediamannya sangat di jaga ketat..
"Hormat hamba, Yang Mulia."
Pangeran Bai dan Jendral Xioe menenuduk hormat..
"Bagaimana keadaan Yang Mulia ?" tanya Xia Ming Yue..
"Kakak ipar, tadi Yang Mulia menolak semua orang, bahkan akupun di usir keluar.." jawab Pangeran Bai cemberut..
"Emm, Kakak itu apa ?" tanya Pangeran Bai menatap sebuah kendi..
"Nanti aku akan memberi tau.." jawab Xia Ming Yue, ia masuk kedalam kediamannya. Kemudian mendekati Kaisar Xiowen yang sedang terbaring..
"Yu'er darimana saja, aku mengkhawatirkan mu,, jangan keluar malam malam.." lirih Kaisar Xiowen..
"Maaf Yang Mulia.." Xia Ming Yue menuangkan racun itu, lalu memberikannya pada Kaisar Xiowen..
"Yue'er ini apa ?" tanya Kaisar Xiowen menatap cangkir..
"Minumlah Yang Mulia.."
Kaisar Xiowen langsung meminumnya,, setelah minum ia merasakan kesakitan di sekujur tubuhnya,,,
Kesakitan menjalar di tubuhnya, seakan tercabik cabik..
"Yang Mulia, bertahanlah..."
Kaisar Xiowen menatap Xia Ming Yue, ia menarik Xia Ming Yue ke dalam dekapannya, Memeluk erat Xia Ming Yue..
Begitupun Xia Ming Yue yang membalas pelukan Kaisar Xiowen..
Setelah beberapa menit,, terdengar nafas teratur dari Kaisar Xiowen..
Perlahan lahan Xia Ming Yue, membaringkan tubuh Kaisar Xiowen dan menyelimutinya..
tranng...
Suara dentingan pedang membuat Xia Ming Yue menoleh ke arah pintu,,
Xia Ming Yue mengambil pedangnya, ia keluar kediamannya..
Terlihat 10 orang berpakaian hitam, Jendral Xi dan Pangeran Bai bertempur melawannya,,
__ADS_1
Saat Xia Ming Yue ingin maju, Namun di urungkan ketika melihat atas atap 20 orang berpakaian hitam dengan menggunakan topeng..
Xia Ming Yue tersenyum, ia menatap bawahannya, memberikan kode pada bawahannya agar tidak memberikan hormat..
Jendral Xi dan Pangeran Bai yang melihatnya,, terkejut..
"Jendral siapa mereka?
Pangeran Bai menoleh Jendral Xi.. "aku tidak tau Pangeran..."
Beberapa menit kemudian orang yang berpakaian hitam itupun pergi karna kwalahan melawan bawahan Xia Ming Yue,,
Para bawahan Xia Ming Yue menatapnya dengan mengangguk, Xia Ming Yue membalasnya dengan senyuman..
Karna sudah merasa aman Xia Ming Yue kembali masuk kedalam..
Ia menuju lemari mengambil dua selimut, selimut pertama ia jadikan alas untuk tidur dan selimut kedua untuk menyelimuti tubuhnya..
Setelah Xia Ming Yue tertidur pulas, Kaisar Xiowen terbangun karna merasa haus..
Ia terkejut ketika melihat Xia Ming Yue tertidur di bawah.
Kenapa tidak tidur bersama ku..
Ke esokan paginya..
Xia Ming Yue terbangun,, ia merasa ada sesuatu yang berat di tubuhnya..
ia menoleh ke sampingnya..
Kenapa aku bisa ada disini..
Ia menurunkan tangan Kaisar Xiowen yang memeluk perutnya..
"Yu'er mau kemana ?" tanya Kaisar Xiowen dengan suara serak..
"Ah Yang Mulia, aku ingin membersihkan diri.." jawab Xia Ming Yue, ia langsung turun..
Kaisar Xiowen menarik lengan Xia Ming Yue hingga terjatuh di dada Kaisar Xiowen..
Seketika rona merah muncul di wajah Xia Ming Yue..
"Diamlah, biarkan aku memeluk mu sebentar." ucap Kaisar Xiowen..
"Yang Mulia, aku harus..."
__ADS_1
"Diamlah, setidaknya balasan karna telah menolong mu.."
Seharusnya aku memang merawatnya,, tapi mana bisa
Xia Ming Yue terdiam membeku, hanya ada keheningan diantara mereka. Xia Ming Yue menghela nafas ia memecahkan keheningan tersebut..
"Yang Mulia, apa Yang Mulia tidak mencari Permaisuri Lan Ning ?"
"Sudah,, kenapa?"
"Jika Yang Mulia, sudah menemukannya, aku ingin meminta cerai.."
Deg
Tubuh Kaisar Xiowen diam membeku, mendengarkan perkataan Xia Ming Yue, hatinya sakit ketika Xia Ming Yue mengungkitnya..
Ia melepaskan pelukannya kemudian berlalu pergi..
Xia Ming Yue menoleh, ia merasa heran..
Apa ada yang salah dengan ucapanku..
Setelah kepergian Kaisar Xiowen, Xia Ming Yue langsung menuju kepemandiannya..
Setelah selesai mandi Xia Ming Yue hanya diam di kediamannya,, ia merasa pusing dengan masalah yang ada..
Malam haripun tiba...
Xia Ming Yue bergegas pergi menuju kediaman Kakek Ying,..
Di ruangan bawah tanah
"Yang Mulia.." ucap mereka serempak..
"Jangan panggil aku Yang Mulia, panggil saja aku Nona.."
"Aku ingin kalian mencari informasi dimana Permaisuri Lan Ning,, aku sudah meminta pada Kakek, tapi sampai saat ini belum ada perkembangan.." ucap Xia Ming Yue..
"Baik Nona, hamba akan mencarinya..."
"Baiklah ayo kita keluar.."
Xia Ming Yue membuka cadarnya, mengganti dengan topeng..
Apa ini Selir Xia yang dikenal buruk rupa,, jika wajah secantiknya buruk rupa, lalu seperti apa buruk rupa yang sesungguhnya batin mereka tanpa berkedip...
__ADS_1